<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930</id><updated>2011-07-07T15:25:55.463-07:00</updated><category term='Konsultasi Iman'/><category term='Hening'/><category term='Opini'/><category term='Inspirasi'/><category term='Iman'/><category term='Carita'/><category term='Jeda'/><category term='Kesaksian'/><category term='Beranda'/><category term='Kabar'/><category term='Serambi'/><category term='Tips'/><category term='Jendela'/><category term='Sujana'/><title type='text'>Majalah Keluarga Muda Kristiani</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8540816657371835255</id><published>2009-11-09T07:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T07:28:23.625-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Keluarga dan Anak yang Didambakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svg0tPIqlRI/AAAAAAAAAbo/RhUKPoBry-8/s1600-h/Hal+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svg0tPIqlRI/AAAAAAAAAbo/RhUKPoBry-8/s320/Hal+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402125704792544530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Salam Damai Kristus,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;Pembaca yang budiman, belum hadirnya seorang anak dalam &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sebuah keluarga tentu menjadi persoalan pelik bagi mereka yang mengalaminya. Kerapkali pasutri yang sedang menunggu anak ini mendapat pandangan sinis dan cibiran dari orang-orang di sekitar mereka. Ditambah lagi dengan pelbagai anggapan-anggapan miring yang dilekatkan pada pasutri ini yang berhubungan dengan ketidakhadiran anak itu. Meski mayoritas orang beranggapan ketidakhadiran anak adalah “aib”, sebagian kecil malah menaruh empati yang dalam bagi masalah ini. Pada posisi inilah tema majalah kesayangan bulan ini ; berempati dan menumbuhkan sikap pasrah dan tabah &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ya, beberapa di antara pasutri tanpa anak ini mungkin terus digelayuti rasa gelisah. Namun tak sedikit dari mereka yang mulai menunjukkan sikap pasrah dan berdamai dengan diri sendiri. Mereka yakin, ketidakhadiran anak ini adalah mahakarya Tuhan yang tidak pernah bisa diduga oleh manusia. Tuhan punya rencana dan mereka dengan tabah menerimanya. Sikap ini kita teladani dari Bunda Maria ketika menerima kabar dirinya mengandung Putra Allah. “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pasutri-pasutri pilihan yang hadir dalam rubrik Serambi kali ini adalah mereka yang (dengan pemaknaannya masing-masing) pasrah dan tabah menjalani rencana Tuhan yang indah ini. Mereka akhirnya dikaruniai anak setelah menjalani sikap hidup pasrah dan tabah itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Untuk membendung berbagai mitos dan anggapan-anggapan miring seputar ketidakhadiran anak, kami sajikan beberapa artikel dan wawancara yang berguna untuk memperluas wawasan Anda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Demikianlah, alih-alih mengumbar kesedihan, tema kita bulan ini ingin menumbuhkan optimisme dan keyakinan bagi kita semua dalam memandang setiap problema hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8540816657371835255?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8540816657371835255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8540816657371835255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8540816657371835255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8540816657371835255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/keluarga-dan-anak-yang-didambakan.html' title='Keluarga dan Anak yang Didambakan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svg0tPIqlRI/AAAAAAAAAbo/RhUKPoBry-8/s72-c/Hal+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8879867161705526203</id><published>2009-11-09T07:17:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T07:23:26.438-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Gaya Hidup dan Kesuburan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgzzjUx5tI/AAAAAAAAAbg/k1MPcMa2D4g/s1600-h/Hal+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgzzjUx5tI/AAAAAAAAAbg/k1MPcMa2D4g/s320/Hal+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402124713779652306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Banyak pilihan gaya hidup berpotensi mengurangi kesuburan manusia. Banyak studi penelitian telah menyebut alkohol, rokok, kafein, penggunaan narkotika, olahraga berlebihan dan pekerjaan tertentu sebagai faktor-faktor gaya hidup yang mungkin berpengaruh pada ketidaksuburan. Berat badan juga memiliki pengaruh yang besar pada kesuburan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;ALKOHOL&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Konsumsi alkohol sudah meluas dan dipercaya meningkat di banyak negara di dunia. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa alkohol dapat mengurangi produksi hormon dan menghambat pembuahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Apakah alkohol juga memiliki pengaruh yang sama pada manusia? Konsumsi alkohol yang banyak dan sering dapat berpengaruh pada gangguan menstruasi dan meningkatkan persentase sperma yang abnormal. Wanita hamil dengan konsumsi alkohol yang berlebihan mempunyai tingkat kejadian aborsi spontan, kerusakan plasenta, kelahiran sebelum waktunya, dan mati saat kelahiran. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Jawaban atas pertanyaan apakah konsumsi jumlah alkohol yang sedang memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi masih kurang jelas. Tapi ada kemungkinan, pola reproduksi sehat akan berkurang seiring dengan meningkatnya konsumsi alkohol, bahkan bagi wanita yang minum kurang dari lima minuman alkohol tiap minggunya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagi pasangan yang mencoba untuk mengalami kehamilan atau bagi wanita hamil, disarankan untuk menghindari tingkat konsumsi alkohol yang banyak dan terus-menerus. Pasangan-pasangan yang memiliki tingkat konsumsi alkohol yang tinggi yang mencoba untuk melakukan reproduksi bantuan akan disarankan untuk mengambil konseling dahulu sebelum menjalani perawatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;MEROKOK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;World Health Organization (WHO) memperkirakan sepertiga dari populasi dunia yang berusia di atas 15 tahun merokok, walaupun diketahui bahwa komposisi rokok dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan umum. Merokok juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan reproduksi. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa merokok dapat memiliki efek buruk pada kesuburan pria dan wanita. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa merokok dapat mengurangi jumlah sperma dalam ejakulasi dan menyebabkan kerusakan DNA dalam mengembangkan sel sperma. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Dalam satu penelitian, perokok dilaporkan mengalami pengurangan jumlah sperma sekitar 13-17% jika dibandingkan dengan orang bukan perokok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;KAFEIN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Studi-studi penelitian telah banyak dilakukan untuk memastikan apakah konsumsi kopi berhubungan dengan ketidaksuburan. Tapi hasil-hasilnya bertentangan dan sulit untuk dipahami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya satu cangkir kopi tiap hari sudah cukup untuk memperlama waktu yang dibutuhkan untuk hamil. Studi lain terhadap hampir 3000 orang wanita menemukan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan dengan ketidaksuburan. Studi-studi lain menunjukkan bahwa 2-3 cangkir kopi tiap hari berhubungan dengan peningkatan resiko keguguran ketika awal kehamilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;OBAT-OBATAN REKREASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Penggunaan obat-obatan untuk rekreasi seperti kokain dan marijuana dapat menyebabkan masalah kesuburan. Kokain mengurangi jumlah sperma dan mempengaruhi kualitas pergerakan sperma yang rendah. Penggunaan kokain oleh pria juga dikaitkan dengan perkembangan abnormal bagi anak yang dilahirkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Penggunaan kokain oleh wanita dihubungkan dengan ketidaksuburan karena ketidaknormalan pada rahim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Studi terhadap binatang menunjukkan bahwa penggunaan marijuana dapat menghentikan pembuahan dengan efek racun pada telur yang berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;OLAHRAGA BERLEBIHAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Olahraga yang tepat penting untuk menjaga berat badan dan tingkat kebugaran yang diinginkan. Namun olahraga yang berlebihan dapat mengarah pada pengurangan kesuburan baik bagi pria dan wanita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagi pria, olahraga yang berlebihan berhubungan dengan pengurangan produsi sperma. Bagi wanita, intensitas olahraga yang terlalu tinggi dapat mengarah pada penghentian ovulasi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Perlu dicatat bahwa untuk menyebabkan pengurangan kesuburan maka harus olahraga berat.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagaimana olahraga dapat mempengaruhi kesuburan masih belum jelas. Apakah karena olahraga fisik itu sendiri, atau pengurangan energi yang terjadi ketika penggunaan energi (olahraga) lebih besar daripada persediaan (makanan)?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Tapi, gangguan reproduksi yang terjadi karena olahraga berlebihan biasanya dapat diatasi dengan membuat penyesuaian pada jenis dan jumlah olahraga yang dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;RESIKO PEKERJAAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ide bahwa pekerjaan tertentu mungkin membuat pekerja memiliki resiko gangguan reproduksi bukanlah suatu hal yang baru. Pada 1860 seorang ilmuwan Prancis mencatat bahwa para istri dari pekerja tambang timah cenderung tidak hamil, dan jika memang hamil maka kemungkinan besar akan gugur. Efek paparan timah pada kesehatan umum sekarang telah terdokumentasi dengan baik dan diketahui mengurangi produksi sperma manusia maupun binatang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sumber pekerjaan lain yang dapat mengurangi kualitas sperma adalah yang berhubungan dengan panas, pestisida, dan hidrokarbon. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sebuah studi menyebut pekerjaan yang beresiko yang meliputi pekerja transportasi, pekerja industri pembangunan, mekanik motor, petani dan penambang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Wanita juga memiliki resiko tinggi terhadap ketidaksuburan dari ekspos pekerjaan. Debu kimia, pelarut organik yang mudah terbakar dan pestisida menyebabkan resiko ketidaksuburan yang lebih tinggi. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8879867161705526203?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8879867161705526203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8879867161705526203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8879867161705526203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8879867161705526203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/gaya-hidup-dan-kesuburan.html' title='Gaya Hidup dan Kesuburan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgzzjUx5tI/AAAAAAAAAbg/k1MPcMa2D4g/s72-c/Hal+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-4270538743940102847</id><published>2009-11-09T07:15:00.003-08:00</published><updated>2009-11-09T07:17:23.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Mitos dan Fakta Tentang Ketidaksuburan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgyR6L0jwI/AAAAAAAAAbY/l4PzViioCT4/s1600-h/Hal+7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgyR6L0jwI/AAAAAAAAAbY/l4PzViioCT4/s320/Hal+7.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402123036288913154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  font-weight: bold; font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Apa saja mitos dan kesalahan persepsi mengenai ketidaksuburan (infertilitas)?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas adalah masalah wanita!&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas adalah isu pasangan. Infertilitas adalah masalah medis dengan 40% kasus berasal dari wanita, 40% berasal dari pria, 10% kombinasi dari pria dan wanita, dan 10% tidak dapat dijelaskan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menstruasi yang menyakitkan menyebabkan infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menstruasi yang menyakitkan tidak mempengaruhi kesuburan. Bahkan, untuk sebagian besar pasien, menstruasi reguler dan menyakitkan biasanya menandakan siklus ovulasi. Namun, sakit yang bertambah parah selama menstruasi (terutama jika ini bersamaan dengan sakit saat seks) dapat berarti Anda memiliki endometriosis.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jarang menstruasi menyebabkan infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sepanjang menstruasi berjalan reguler, ini artinya ovulasi sedang terjadi. Ada wanita normal yang memiliki siklus menstruasi selama 40 hari. Tentunya, berhubung mereka punya siklus yang lebih sedikit setiap tahunnya, jumlah waktu mereka ‘subur’ dalam setahun juga berkurang. Mereka juga perlu memantau masa subur mereka lebih dekat lagi, berhubung ini tertunda (dibandingkan dengan wanita yang memiliki siklus 30 hari).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Golongan darah yang ‘tidak cocok’ antara suami istri dapat menyebabkan infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tidak adanya hubungan antara golongan darah dan kesuburan&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Alasan kenapa saya belum hamil adalah karena sebagian besar sperma keluar dari vagina setelah berhubungan badan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kehilangan air mani setelah berhubungan badan adalah normal, dan sebagian besar wanita memperhatikan adanya cairan yang keluar segera setelah seks. Banyak pasangan yang tidak subur menganggap bahwa ini adalah penyebab dari masalah mereka. Jika suami Anda mencapai klimaks di dalam Anda, maka Anda dapat yakin bahwa seberapa banyak pun cairan yang keluar setelah itu, ada cukup sperma untuk mencapai cervical mucus. Keluarnya air mani bukan lah penyebab dari infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika Anda terus berusaha dan sangat menginginkannya, Anda akan jadi hamil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tidak seperti banyak bagian dari hidup Anda, infertilitas mungkin adalah suatu hal yang tidak dapat Anda kontrol. Walau banyak metode perawatan baru telah banyak meningkatkan kesempatan pasangan untuk memiliki anak, banyak masalah yang masih tidak dapat ditangani.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“Tenang, jangan cemas, ambil liburan. Anda akan langsung hamil.”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas disebabkan oleh perubahan-perubahan pada proses reproduksi normal. Jika Anda mencemaskan ketidak-mampuan Anda untuk hamil, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk diievaluasi lebih lanjut. Perasaan stres yang timbul akibat ketidak-mampuan untuk hamil ini adalah sangat dimengerti.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style:italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“Jika Anda mengadopsi anak, Anda akan jadi hamil.”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ini adalah salah satu mitos yang paling menyakitkan untuk didengar oleh pasangan. Pertama, ini seakan-akan menyarankan bahwa adopsi adalah suatu cara untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan yang berhasil atau menggembirakan itu sendiri. Kedua, ini sama sekali tidak betul. Riset membuktikan bahwa tingkat kehamilan bagi pasangan yang mengadopsi bayi adalah sama bagi mereka yang tidak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“Mungkin kalian berdua melakukan sesuatu yang salah.”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas adalah kondisi medis, bukan kelainan seksual.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-style:italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk memberitahumu bahwa kamu tidak dimaksudkan untuk menjadi orang tua.”&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Anda tahu bahwa anda akan menjadi orang tua yang penuh kasih sayang, dan itu menyakitkan untuk harus menjelaskan ke orang lain bahwa anda punya masalah medis. Infertilitas bukanlah suatu hukuman, ia adalah penyakit medis.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Seorang pria dapat menilai tingkat kesuburannya dari kekentalan dan jumlah air maninya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Air mani lebih banyak terdiri dari cairan yang dikeluarkan oleh seminal vesicles dan prostat. Jumlah dan konsistensi dari air mani tidak berhubungan dengan potensi kesuburannya, yang tergantung pada jumlah sperma. Ini hanya dapat dinilai dari pemeriksaan mikroskopik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas bersifat keturunan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika ibu, nenek atau saudara perempuan anda mempunyai masalah dengan kehamilan, ini bukan berarti anda akan mengalami hal yang sama! Sebagian besar masalah infertilitas bukan keturunan sifatnya, dan anda perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kita sebaiknya berhubungan badan setiap hari untuk mencapai kehamilan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sperma tetap hidup dan aktif dalam cervical mucus seorang wanita selama 48-72 jam setelah hubungan badan; maka dari itu, tidak perlu mengatur hubungan cinta dalam suatu jadwal. Walau berhubungan badan dekat waktu ovulasi adalah penting, tiada satu hari yang kritikal. Jadi jangan terlalu prihatin jika tidak dimungkinkan untuk berhubungan badan pada hari ovulasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Seorang wanita mengalami ovulasi dari ovarium kiri pada satu bulan dan ovarium kanan pada bulan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sebenarnya, hanya satu ovarium yang berovulasi setiap bulannya. Namun, polanya tidak reguler antara satu dengan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bantal di bawah pinggang selama dan setelah hubungan badan mendukung kesuburan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sperma sudah berenang dalam cervical mucus begitu hubungan badan selesai dan akan terus melakukan perjalanan dari cervix ke tuba fallopian untuk 48 sampai 72 jam ke depan. Posisi pinggang tidak terlalu menentukan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika anda tenang, anda akan menjadi hamil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika suatu kehamilan tidak terjadi setelah setahun, kemungkinannya adalah adanya kondisi medis yang menyebabkan infertilitas. Tidak adanya bukti bahwa stress menyebabkan infertilitas. Ingat, semua pasien yang mengalami infertilitas mengalami stress — bukan stress yang menyebabkan infertilitas, tapi infertilitas yang menyebabkan stress!&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menstruasi yang terjadi kurang atau lebih dari 28-hari interval adalah tidak reguler.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menstruasi seorang wanita akan berbeda dari bulan ke bulan. Selama seorang wanita dapat menghitung menstruasinya dalam interval yang reguler setiap bulannya, itu adalah normal.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saya tidak pernah punya gejala infeksi pelvis, jadi tuba saya tidak mungkin terblokir.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Banyak infeksi pelvis tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi dapat merusak tuba, terkadang tidak dapat diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Gynekologisku telah melakukan pemeriksaan internal dan mengatakan bahwa saya normal; maka dari itu aku semestinya tidak punya masalah untuk hamil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pemeriksaan gynekologikal rutin tidak dapat menyediakan informasi mengenai kemungkinan masalah yang dapat menyebabkan infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika seorang wanita menggunakan obat fertilitas, dia akan mendapatkan kelahiran ganda.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Walau obat fertilitas dapat meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan ganda (karena mereka menstimulasi ovarium untuk memproduksi beberapa telur), mayoritas wanita yang menggunakannya mengalami kelahiran tunggal.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jumlah sperma seorang pria akan sama setiap kali diperiksa.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jumlah sperma seorang pria akan berubah-ubah. Jumlah sperma dan motilitas dapat dipengaruhi oleh waktu diantara ejakulasi, penyakit dan medikasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saya tidak mempunyai masalah berhubungan badan. Berhubung saya aktif, jumlah sperma saya seharusnya normal.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tidak ada korelasi antara fertilitas dan keaktifan seorang pria. Pria dengan dorongan seks yang normal mungkin tidak mempunyai sperma sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Semua dokter mempunyai ketertarikan yang sama pada perawatan infertilitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tidak semua dokter atau pusat infertilitas mempunyai ketertarikan yang sama. Adalah penting bagi anda untuk menanyakan dokter anda tentang ketersediaan perawatan yang dapat ia tawarkan kepada anda serta bagaimana hasil kehamilan setelah perawatan tersebut selama prakteknya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Perawatan infertilitas jangan ditawarkan di India, karena sudah terdapat banyak bayi di Negara ini. Mengapa memperbesar masalah populasi dengan memproduksi lebih banyak lagi?&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Hak untuk memiliki anak adalah hak dasar bagi setiap manusia dan merupakan kebutuhan biologis yang paling dasar. Hanya karena seorang tetangga memiliki anak yang terlalu banyak seharusnya tidak menghilangkan hak pasangan yang mengalami infertilitas untuk mempunyai anak sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Azoospermia (tidak punya sperma) adalah hasil dari masturbasi yang berlebihan saat masa kecil.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Masturbasi adalah kegiatan normal yang dilakukan banyak lelaki muda dan dewasa. Ia tidak mempengaruhi jumlah sperma. Anda tidak bisa ‘kehabisan’ sperma, karena ia selalu diproduksi di dalam testis.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Adalah kesalahan pasangan jika mereka tidak subur.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas membawa stigma sosial yang besar — sikap menyalahkan korban seperti ini adalah umum. Sebagian besar karena orang tidak terlalu mengerti mengenai kesuburan mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mitos:&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas bukanlah penyakit medis dan perawatan seharusnya tidak ditanggung oleh asuransi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Fakta:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Infertilitas adalah masalah medis, yang seringkali harus dilakukan perawatan medis. Asuransi seharusnya menanggung biaya perawatan. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;www.conceptfertility.com.my&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-4270538743940102847?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/4270538743940102847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=4270538743940102847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/4270538743940102847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/4270538743940102847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/mitos-dan-fakta-tentang-ketidaksuburan.html' title='Mitos dan Fakta Tentang Ketidaksuburan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgyR6L0jwI/AAAAAAAAAbY/l4PzViioCT4/s72-c/Hal+7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-140250897664355510</id><published>2009-11-09T07:13:00.001-08:00</published><updated>2009-11-09T07:15:02.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Mengapa Gereja Menolak Aborsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgx1NAjFOI/AAAAAAAAAbQ/Kam5Hl3o-Nc/s1600-h/Hal+11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgx1NAjFOI/AAAAAAAAAbQ/Kam5Hl3o-Nc/s320/Hal+11.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402122543125697762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); "&gt;Di dunia dewasa ini, terdapat isu yang cukup hangat dan mengundang perdebatan, yaitu mengenai aborsi. Kelompok masyarakat yang setuju aborsi menyebut diri mereka sebagai “&lt;i&gt;pro-choice”&lt;/i&gt; -karena mengacu kepada hak ibu untuk “memilih” nasib dirinya dan bayi yang dikandungnya. Sedangkan mereka yang tidak setuju menyebut diri mereka dengan “&lt;i&gt;pro-life”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;Gereja Katolik ‘&lt;i&gt;pro- life&lt;/i&gt;‘ karena Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menghargai kehidupan, yang diperoleh manusia sejak masa konsepsi (pembuahan) antara sel sperma dan sel telur. Kehidupan manusia terbentuk pada saat konsepsi, karena bahkan dalam ilmu pengetahuan kita ketahui, sebuah &lt;i&gt;zygote&lt;/i&gt; adalah sebuah keseluruhan manusia yang unik. Pada saat konsepsi inilah sebuah kesatuan sel manusia yang baru terbentuk. Ia berbeda jika dibandingkan dengan sel telur ibunya, ataupun sel sperma ayahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;Kelompok “&lt;i&gt;pro-choice&lt;/i&gt;” tidak menganggap bahwa yang ada di dalam kandungan itu adalah manusia dengan berbagai alasan. Padahal &lt;i&gt;science&lt;/i&gt;sangat jelas mengatakan terbentuknya sosok manusia adalah pada saat konsepsi (pembuahan sel telur oleh sel sperma). Pada saat itulah Tuhan ‘menghembuskan’ jiwa kepada manusia baru ciptaan-Nya, yang kelak bertumbuh dalam rahim ibunya, dapat lahir dan berkembang sebagai manusia dewasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;Kitab suci juga mengajarkan bahwa manusia sudah terbentuk sebagai manusia sejak dalam kandungan ibu: “Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau…” (&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt: none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Yes 44:2&lt;/span&gt;). “Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang itu juga? Bukankah satu juga yang membentuk kami dalam rahim?” (&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Ayb 31: 15). &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;“….Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku…. Maka sekarang firman Tuhan, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya…” (&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt: none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Yes 49, 1,5&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;Kitab Suci juga mengajarkan bahwa setiap kehidupan di dalam rahim ibu adalah ciptaan yang unik, yang sudah dikenal oleh Tuhan: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Yer 1:5&lt;/span&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;Magisterium Gereja Katolik dengan teguh menjunjung tinggi kehidupan manusia dan menentang aborsi, karena memang demikianlah yang sudah diajarkan oleh para rasul dan diimani Gereja sepanjang sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Dalam Konsili Vatikan II,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;i&gt;Gaudium et Spes&lt;/i&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;27 tertulis, “&lt;/span&gt;Selain itu apa saja yang berlawanan dengan kehidupan sendiri, misalnya bentuk pembunuhan yang mana pun juga, penumpasan suku, pengguguran (aborsi), eutanasia atau bunuh diri yang disengaja; apa pun yang melanggar keutuhan pribadi manusia, …. itu semua dan hal-hal lain yang serupa memang perbuatan yang keji. Dan sementara mencoreng peradaban manusiawi, perbuatan-perbuatan itu lebih mencemarkan mereka yang melakukannya, dari pada mereka yang menanggung ketidak-adilan, lagi pula sangat berlawanan dengan kemuliaan Sang Pencipta.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Sementara itu Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;i&gt;Humanae Vitae&lt;/i&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;13 mengutip Paus Yohanes XXIII mengatakan, “&lt;/span&gt;Hidup manusia adalah sesuatu yang sakral&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;, dari sejak permulaannya, ia secara langsung melibatkan tindakan penciptaan oleh Allah. Maka manusia tidak mempunyai dominasi yang tak terbatas terhadap tubuhnya secara umum; manusia tidak mempunyai dominasi penuh atas kemampuannya berkembang biak justru karena pemberian kemampuan berkembang biak itu ditentukan oleh Allah untuk memberi kehidupan baru, di mana Tuhan adalah sumber dan asalnya”.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Paus Yohanes Paulus II dalam surat ensikliknya,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;i&gt;Evangelium Vitae&lt;/i&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;menekankan adanya hubungan yang dekat antara kontrasepsi dan aborsi. Kontrasepsi menentang kebenaran sejati tentang hubungan suami istri, sedangkan aborsi menghancurkan kehidupan manusia. Kontrasepsi menentang kebajikan kemurnian di dalam perkawinan, sedangkan aborsi menentang kebajikan keadilan dan merupakan pelanggaran perintah “Jangan membunuh”. Maka keduanya sebenarnya berasal dari pohon yang sama, berakar dari mental hedonistik yang tidak mau menanggung akibat dalam hal seksualitas, berpusat pada kebebasan yang egois.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Paus Yohanes Paulus II menyebutkan mentalitas itu mendorong bertumbuhnya “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;culture of death&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;” (budaya kematian) di dalam masyarakat, yang pada dasarnya menentang kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;Dalam mentalitas ini, bayi/anak-anak maupun orang tua yang sakit-sakitan dianggap sebagai “beban” sehingga muncullah budaya aborsi dan euthanasia. Sesuatu yang sangat menyedihkan! Padahal seharusnya, manusia memilih kehidupan seperti yang diperintahkan Allah, “Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi Tuhan Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut kepada-Nya….” (Ul 30:19-20).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Efek negatif aborsi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Tidak mengherankan, karena aborsi adalah perbuatan yang menentang hukum alam dan hukum Tuhan, maka tindakan ini membawa akibat- akibat negatif, terutama kepada ibu dan ayah bayi, maupun juga kepada para pelaku aborsi dan masyarakat umum, terutama generasi muda, yang tidak lagi melihat kesakralan makna perkawinan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Ibu yang mengandung bayi, terutama menanggung akibat negatif, baik bagi fisik maupun psikologis, yaitu kemungkinan komplikasi fisik, resiko infeksi, perdarahan, atau bahkan kematian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Di atas semua itu adalah tekanan kejiwaan yang biasanya dialami oleh wanita- wanita yang mengalami aborsi. Tekanan kejiwaan ini membuat mereka depresi, mengalami kesedihan yang berkepanjangan, menjadi pemarah, dikejar perasaan bersalah, membenci diri sendiri, bahkan sampai mempunyai kecenderungan bunuh diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Ini belum menghitung adanya akibat negatif dalam masyarakat, terutama generasi muda. Legalisasi aborsi semakin memerosotkan moral generasi muda, yang dapat mempunyai kecenderungan untuk mengagungkan kesenangan seksual, ataupun memikirkan kepentingan diri sendiri, tanpa memperhitungkan tanggung jawab. Suatu mentalitas yang sangat bertentangan dengan ajaran Kristiani.&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Bagi yang telah melakukan aborsi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Paus Yohanes Paulus II dengan kebapakan mengatakan bahwa Gereja menyadari bahwa terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang wanita melakukan aborsi. Gereja mengajak para wanita yang telah melakukan aborsi untuk menghadapi segala yang telah terjadi dengan jujur. “Perbuatan aborsi tetap merupakan perbuatan yang sangat salah dan dosa, namun juga janganlah berputus asa dan kehilangan harapan. Datanglah kepada Tuhan dalam pertobatan yang sungguh dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Percayakanlah kepada Allah Bapa jiwa anak yang telah diaborsi, dan mulai sekarang junjunglah kehidupan, entah dengan komitmen mengasuh anak-anak yang lain, atau bahkan menjadi promotor bagi banyak orang agar mempunyai pandangan yang baru dalam melihat makna kehidupan manusia”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Anjuran ini juga berlaku bagi para dokter, petugas medis atau siapapun yang pernah terlibat dalam tindakan aborsi, entah dengan menganjurkannya ataupun dengan melakukan/ membantu proses aborsi itu sendiri. Semoga semakin banyak orang dapat melihat kejahatan aborsi, sehingga tidak lagi mau melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Pengajaran Alkitab dan Gereja Katolik menyatakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;“Kehidupan manusia adalah sakral karena sejak dari awalnya melibatkan tindakan penciptaan Allah.”&lt;/span&gt; &lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;Kehidupan, seperti halnya kematian adalah sesuatu yang menjadi hak Allah, dan manusia tidak berkuasa untuk ‘mempermainkannya’. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmcolor:#222222;"&gt;Mari, di tengah-tengah budaya yang menyerukan “kematian”/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#222222;"&gt; &lt;i&gt;culture of death&lt;/i&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cm"&gt;, kita sebagai umat Katolik dengan berani menyuarakan “kehidupan”/&lt;/span&gt; &lt;i&gt;culture of life&lt;/i&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;. Mari kita melihat di dalam setiap anak yang lahir, di dalam setiap orang yang hidup maupun yang meninggal, gambaran kemuliaan Tuhan Pencipta yang telah menciptakan manusia sesuai dengan gambaran-Nya. Dengan demikian, kita dapat menghormati setiap orang, dan memperlakukan setiap manusia sebagaimana mestinya demi kasih dan hormat kita kepada Tuhan yang menciptakannya.&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:115%"&gt;Oleh &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Ingrid Listiat&lt;/span&gt;i – &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;disadur dan disunting seperlunya dari katolisitas.org&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-140250897664355510?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/140250897664355510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=140250897664355510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/140250897664355510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/140250897664355510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/mengapa-gereja-menolak-aborsi.html' title='Mengapa Gereja Menolak Aborsi'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgx1NAjFOI/AAAAAAAAAbQ/Kam5Hl3o-Nc/s72-c/Hal+11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-3883414045860346015</id><published>2009-11-09T07:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T07:12:59.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sujana'/><title type='text'>Kesuburan : Hasil Kerja Sama Suami dan Istri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgxPft-BuI/AAAAAAAAAbI/vGWjnJ4K7ZE/s1600-h/Hal+15.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgxPft-BuI/AAAAAAAAAbI/vGWjnJ4K7ZE/s320/Hal+15.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402121895313016546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Anak adalah karunia yang paling didambakan oleh pasangan yang telah menikah. Bukan karena berkeluarga selalu identik dengan memiliki anak tetapi karena kehadiran buah hati akan menyempurnakan kebahagiaan di dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagi sebagian pasangan, memiliki anak seringkali merupakan masa penantian panjang yang harus dilalui dengan penuh kesabaran dan penuh perjuangan. Apa saja ragam masalah yang membuat pasangan yang telah menikah lama memiliki anak? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Secara istimewa, Harmoni memperoleh kesempatan untuk mengupas hal tersebut bersama dr. Ariawan Adimoelja, MCE, SpOg (41) di tengah kesibukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Berikut petikan wawancaranya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang menyebabkan pasangan lama memiliki anak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ada banyak hal yang mempengaruhi fertilitas (kesuburan) pasangan sehingga lama memiliki anak. Hal-hal tersebut bisa berasal dari suami ataupun istri karena fertilitas itu menyangkut kedua belah pihak. Sehingga ketika pasangan mengalami kesulitan untuk memiliki anak, seseorang tidak bisa hanya menyalahkan wanita saja atau pria saja. Suami dan istri harus bekerja sama, masing-masing menyumbangkan kesuburannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bila untuk memiliki anak total kesuburan dari masing-masing harus mencapai 100% maka ketika kesuburan wanita hanya 60% dan pria hanya 40% maka sang wanita akan tetap bisa hamil karena total kesuburannya telah mencapai 100%, begitu juga sebaliknya. Dalam hal ini, kesuburan tidak bisa dikatakan per orang, wanita sendiri atau pria sendiri, melainkan pasangan itu bagaimana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apa saja ragam masalah yang berasal dari wanita?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ada beberapa ragam masalah pada wanita, antara lain (1) Siklus haid (menstruasi) yang tidak teratur. Siklus haid yang tidak teratur akan menyebabkan tidak terjadinya pematangan sel telur dalam siklus tersebut. Sel telur yang tidak matang tidak dapat mengalami ovulasi dan tidak memungkinkan terjadi pembuahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Siklus haid yang tidak teratur harus dicari penyebabnya, apakah karena hormon ataukah karena gangguan metabolisme tubuh. Apabila penyebabnya adalah hormon (diketahui melalui pemeriksaan hormon) maka harus dilakukan terapi hormon sedangkan bila penyebabnya adalah gangguan metabolisme seperti kegemukan maka biasanya penurunan berat badan saja akan membuat siklus haid teratur kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;(2) Kondisi saluran telur atau saluran vagina. Untuk melihat kondisi saluran tersebut harus dilakukan pemeriksaan khusus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;(3) Rigiditas yang berhubungan erat dengan kondisi psikologis ketika berhubungan. Kerapkali pasangan tidak tahu bagaimana cara berhubungan yang benar. Pasangan yang mengalami traumatis dalam berhubungan harus menjalani psikoterapi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apa saja ragam masalah yang berasal dari pria?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ragam masalah pada pria antara lain (1) Ke-lainan atau menurunnya kualitas dan produksi (gerak, jumlah, dan bentuk) sperma. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ketika pria mengalami akil balik (pubertas), tahap spermatogenesis mulai aktif karena pengaruh hormon. Pada tahap ini, seorang pria akan mengalami ereksi, mimpi basah, perubahan suara, perubahan bulu, dan perubahan tanda-tanda seksual sekunder. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Tahapan ini sangat dipengaruhi oleh makanan dan aktivitas yang dilakukan. Gaya hidup seperti merokok dan minum minuman beralkohol, pengaruh lingkungan seperti suhu yang ekstrim, serta riwayat penyakit parotitis (gondongan) juga turut mempengaruhi tahap spermatogenesis pada seorang pria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;(2) Masalah pada organ seksual. Hal ini berkaitan dengan impotensi hingga ejakulasi prekok (sperma keluar sebelum berhubungan sehingga tidak dapat membuahi sel telur).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apa saja yang mempengaruhi fertilitas pada wanita dan pria?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Pada wanita, kondisi fertilitas dipengaruhi oleh tahapan yang sangat panjang, mulai dari kemampuan berhubungan, menerima sperma, menghasilkan sel telur yang matang dan bisa dibuahi serta kemampuan untuk menyalurkan dan menanam janin di rahim dan dapat tumbuh dengan baik. Proses ovulasi pada wanita tidak dipengaruhi ketika masa akil balik saja melainkan mulai di dalam rahim ibu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Pada waktu wanita lahir, organ reproduksi wanita belum menetap (siap) atau masih berjalan proses embriologinya (masih dalam proses pematangan) karena pembelahan sel berhenti sampai fase miosis dan tahap ini akan berlanjut ketika akil balik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Pada pria, kondisi fertilitas dipengaruhi oleh proses yang lebih pendek, mulai dari pembentukan sperma, pergerakan sperma ke dalam saluran, kemampuan ereksi, kemampuan berhubungan, ejakulasi, sampai membuahi sel telur. Spermatogenesis (pembentukan sperma) pada pria tidak hanya dipengaruhi pada waktu akil balik tetapi sejak ia masih kecil, masuk masa akil balik, hingga mampu mereproduksi sperma. Proses dari sel gamet (benih) sampai spermatozoa memakan waktu bertahun-tahun tetapi waktunya lebih pendek dibandingkan wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kapan pasangan yang kesulitan memiliki anak perlu melakukan pemeriksaan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Pasangan yang telah menikah selama setahun dan belum memiliki anak perlu memeriksakan diri ke dokter. Pada kunjungan pertama kali, suami dan istri akan diperiksa bersama-sama. Dokter akan melakukan anamnese awal meliputi usia pernikahan, riwayat pengobatan yang dijalani, frekuensi berhubungan, dan kemungkinan masalah dalam berhubungan. Apabila ditemukan masalahnya baru akan ditangani per individu sesuai dengan masalahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apakah infertilitas bisa dideteksi sejak awal (sebelum menikah)?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Tidak bisa. Dalam hal ini, pasangan itu mempunyai peran masing-masing untuk menyumbangkan kesuburan sehingga tidak bisa dilihat per orang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Meski demikian, antara infertilitas (tidak bisa punya anak) dengan subfertilitas lebih banyak yang subfertilitas (masih bisa diusahakan punya anak). Pada wanita, penanganan infertilitas tidak hanya dapat dilakukan setelah menikah tetapi juga sebelum menikah. Sebelum menikah, bila seorang wanita telah memiliki siklus haid yang tidak teratur ketika akil balik maka hal tersebut perlu disadari dan dideteksi sehingga dapat diperiksakan sejak awal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana dengan penanganan infertilitas melalui proses bayi tabung?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Proses bayi tabung mem-by pass dari tahap kopulasi (berhubungan) sampai pertemuan sel sperma dengan sel telur. Ada beberapa proses yang dapat dilakukan, (1) Inseminasi, proses pembuahan dilakukan dengan jalan mengeluarkan sperma, diproses, dan kemudian dimasukkan ke rahim. Selanjutnya, sperma akan berenang sendiri untuk bertemu dengan sel telur. Prosesnya berjalan alami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;(2) Pembuahan terjadi di luar tubuh. Pada tahap ini, sel telur dan sel sperma akan diambil dan kemudian diproses untuk dipertemukan. Selanjutnya, sel sperma diharapkan bisa bertemu dengan sel telur untuk bisa menyatu. (3) Memasukkan satu sel sperma yang baik ke dalam sel telur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bayi tabung bukanlah satu-satunya jalan keluar dalam mengatasi infertilitas karena apabila permasalahan pasangan dalam memiliki anak tidak berat maka terapinya tidak perlu sampai menggunakan metode bayi tabung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Apa saran Dokter untuk pasangan yang telah menikah lama tetapi belum dikaruniai anak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; bila setelah tahun pertama tidak juga memiliki anak sebaiknya pasangan mulai memeriksakan diri ke dokter. Dan bila orang di sekitar Anda mulai membuat resah dengan pertanyaan “mengapa tak kunjung memiliki anak?”, jangan stress dan bingung karena hal tersebut akan mempengaruhi kondisi psikologis yang kemudian berpengaruh terhadap fertilitas. Percayalah bila Tuhan telah memilihkan Anda pasangan pasti akan ada jalan keluar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; jangan melakukan hubungan seksual sebelum menikah karena seks bebas dapat menimbulkan penyakit seksual yang akan berpengaruh terhadap kesuburan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; jangan menunda kehamilan. Bila Anda tidak siap untuk hamil atau memiliki anak maka ada baiknya untuk mempertimbangkan pernikahan yang Anda lakukan karena obat penunda kehamilan dapat mengganggu kesuburan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Terakhir,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; berusahalah menanamkan pola hidup sehat. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;M. Ch. Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-3883414045860346015?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/3883414045860346015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=3883414045860346015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3883414045860346015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3883414045860346015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/kesuburan-hasil-kerja-sama-suami-dan.html' title='Kesuburan : Hasil Kerja Sama Suami dan Istri'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgxPft-BuI/AAAAAAAAAbI/vGWjnJ4K7ZE/s72-c/Hal+15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8658978141614180620</id><published>2009-11-09T07:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T07:04:40.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Kelainan Fisik Tak Mengurangi Harapanku Pada Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgvWhsdMHI/AAAAAAAAAbA/G2UU1vP84rE/s1600-h/Hal+20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgvWhsdMHI/AAAAAAAAAbA/G2UU1vP84rE/s320/Hal+20.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402119817079369842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Salah satu tujuan menikah adalah mengembangkan keturunan, namun apa jadinya jika si buah hati yang ditunggu-tunggu tak juga muncul setelah penantian bertahun-tahun? Hal ini dialami pula oleh pasutri Agnes Linda (39) dan Erik Subiyanto (43). Warga paroki Salib Suci serta aktivis SSV ini baru dikaruniai momongan setelah perkawinan mereka berusia 7 tahun. Tertundanya memiliki anak disebabkan adanya sesuatu yang dirasakan oleh Linda, yaitu menstruasi yang tidak teratur dan hanya 4 kali dalam setahun. Namun hal ini tidak mengurangi cinta dan niat Erik untuk menikahinya, bahkan Erik telah siap seandainya mereka benar-benar tidak dikaruniai anak atau harus mengadopsi anak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hari-hari selama perkawinan dilalui dengan hati yang tenang. Tidak ada ada target memiliki anak dalam jangka waktu pendek, namun mereka berharap dalam dua tahun perkawinan Tuhan memberikan seorang anak. Mereka berdua terlibat dalam kegiatan sosial SSV dan juga bekerja sehingga keinginan yang menggebu-gebu untuk memiliki anak tidak terpikirkan, lagipula mereka telah siap apabila sesuatu yang diharapkan tidak akan terwujud sebab telah tahu dampak dari kelainan menstruasi yang dialami Linda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Namun ketika usia perkawinan mencapai &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tahun, orangtua Erik dan Linda mulai mempertanyakan, keluarga sempat meminta mereka mencari beberapa alternative lainnya meskipun selama ini telah rutin therapy hormon ke dokter, diantaranya sempat ke asisten Rm lukman dan Linda diberi ramuan herbal. Namun karena tidak ada waktu untuk membuatnya karena harus dengan takaran dan penggodokan tertentu. Mereka sempat ingin mengadopsi anak namun ayah Linda kurang setuju. Akhirnya mereka diminta untuk datang ke Pater Glinka,SVD dengan membawa denah rumah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dan Pater mengatakan bahwa kondisi rumah mereka tidak sehat karena terlalu banyak aliran air dibawah rumah. Akhirnya pater menyarankan untuk memindah posisi barang-barang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di sisi lain Linda juga berupaya untuk pijat dan akhirnya berhasil hamil.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Namun Tuhan ternyata masih menguji pasangan tersebut. Janin yang dinanti-nantikan ternyata memiliki kelainan yaitu tidak dapat berkembang secara baik sebab semakin lama kromosomnya semakin mengecil. Akhirnya dokter meminta untuk digugurkan karena mengandung resiko dan dengan kebesaran hati Lindapun menggugurkan kandungannya. Sebelum kehamilannya tersebut, sebenarnya Linda dan Erik telah mengasuh keponakan Erik namun hal itu hanya berlangsung satu tahun.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesabaran dan ketenangan mereka menghadapi semuanya ternyata berbuah manis, tidak lama setelah keguguran akhirnya Linda hamil dan melahirkan Maria &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;regina&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Chiquitita (7). Menyusul kemudian lahir adiknya Louisw Fernando Ega (5). Merasa cukup akhirnya mereka pun melakukan KB. Kini kebahagiaan benar-benar telah mereka miliki dan Linda pun memilih sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga dan mengasuh sendiri anak-anaknya. Bahkan Erik memiliki keinginan salah satu dari putranya kelak bisa hidup membiara, namun mereka tetap menyerahkan keputusan pada anak-anak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yohana Tungga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8658978141614180620?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8658978141614180620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8658978141614180620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8658978141614180620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8658978141614180620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/kelainan-fisik-tak-mengurangi-harapanku.html' title='Kelainan Fisik Tak Mengurangi Harapanku Pada Tuhan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgvWhsdMHI/AAAAAAAAAbA/G2UU1vP84rE/s72-c/Hal+20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-3598311255113626081</id><published>2009-11-09T06:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T07:01:13.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Menikah Bukan Hanya untuk punya Anak tapi Memperbaiki Kualitas Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvguhvPbJcI/AAAAAAAAAa4/zw-t5ye4cIo/s1600-h/Hal+21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvguhvPbJcI/AAAAAAAAAa4/zw-t5ye4cIo/s320/Hal+21.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402118910182630850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Johanes Bambang Wijanarko (39) dan Lavita Nova Diana (34), dua sosok pendidik yang benar-benar dapat memberikan teladan iman bagi pembaca Harmoni yang saat ini juga tengah berharap kehadiran buah hati. Bahtera rumah tangga yang mereka bina hampir memasuki usia ke-7, namun mereka tidak kunjung mendapat karunia yang mereka idam-idamkan. Mereka tetap bertekun dalam pengharapan, sebab bercermin dari kisah Abraham dan Sara yang mempunyai putra di usia senja, maka bagi Bambang dan Nova tidak ada yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh Allah sendiri.&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;Hidup yang dijalani pasutri umat paroki St Yusuf Karangpilang ini mendapat respon yang beragam dari masyarakat sekitar mereka. Apalagi ketika mereka masih tinggal di luar pulau yang notabene adatnya masih begitu kental. Banyak orang yang mencibir, namun tak kurang yang mendukung dan mendoakan mereka. Untunglah keluarga tidak pernah berhenti memberikan support bagi mereka berdua. Beberapa rekan non-Kristiani menyarankan Bambang untuk mencari pendamping lain, namun atas keteguhan iman mereka, sama sekali tidak pernah terbersit hal itu dalam benaknya. Kesetiaan Bambang membuat Nova senantiasa berusaha mewujudkan keinginan mereka, sampai-sampai dia hampir saja tertipu ketika mencoba melakukan pengobatan alternatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 21px; "&gt;Ketika memeriksakan diri ke dokter, ditemukan adanya suatu penyakit dalam rahim Nova, karenanya pada tahun 2006 yang lalu ia harus menjalani operasi. Walaupun hingga sekarang mereka belum mendapatkan keinginan mereka, pasangan yang berniat mengadopsi salah satu keluarganya ini mengatakan mereka tidak menjadikan pengalaman mereka sebagai beban. Mereka tetap menikmati kehidupan mereka berdua. Menurut mereka, pernikahan bukanlah semata-mata untuk mencari keturunan, melainkan untuk memperbaiki kualitas hidup kedua pasutri. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-3598311255113626081?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/3598311255113626081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=3598311255113626081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3598311255113626081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3598311255113626081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/menikah-bukan-hanya-untuk-punya-anak.html' title='Menikah Bukan Hanya untuk punya Anak tapi Memperbaiki Kualitas Hidup'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvguhvPbJcI/AAAAAAAAAa4/zw-t5ye4cIo/s72-c/Hal+21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-9114628254088430161</id><published>2009-11-09T06:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:57:52.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Ketika Ilmu Pengetahuan Tak Memberi Jawaban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgty2Vr7HI/AAAAAAAAAaw/n9woinVmW-0/s1600-h/Hal+22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgty2Vr7HI/AAAAAAAAAaw/n9woinVmW-0/s320/Hal+22.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402118104634092658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jika kita pernah mendengar atau membaca kisah kanak-kanak Yesus yang diketemukan di bait suci oleh orang tuanya (Lukas 2:41-52), disana kita bisa mengetahui bahwa Bunda Maria menyimpan semua itu di dalam hatinya. Demikian juga yang dialami pasangan Galih Reksanto (29) dan Elisabet Dewi Retnosari (30) saat harus menghadapi kenyataan bahwa benih dalam rahim sang istri tak mampu didiagnosa oleh kecanggihan teknologi kedokteran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Di awal pernikahan mereka, dua kali sudah Galih dan Elisabet harus merelakan kehilangan calon buah hati. Hal ini tentunya mendatangkan kekecewaan dalam hati mereka, namun tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap berusaha. Apalagi dukungan dari keluarga dan para sahabat begitu besar. Dengan pengalaman itu justru mereka dapat saling menguatkan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Memang dokter menyatakan bahwa ada sumbatan di saluran rahim Elisabet, namun secara hormonal mereka sehat. Hal inilah juga yang menguatkan harapan mereka. Pengobatan dari dokter pun mereka jalani, tapi tak kunjung menunjukkan hasil. Hingga suatu hari seorang rekan mereka menyarankan untuk mencoba pengobatan alternatif. Sang tabib mendiagnosa hal yang sama, dan melakukan terapi penyembuhan. Atas saran seorang romo, pasutri yang menikah tiga tahun lalu ini memutuskan untuk membeli sebuah rumah guna mengganti suasana.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tak berapa lama, terapi yang mereka jalani membuahkan hasil. Seorang calon jabang bayi bertumbuh dalam rahim Elisabet. Agar pengalaman sebelumnya tidak terulang, mereka segera menemui dokter untuk memeriksakan dan meminta petunjuk gizi. Sayangnya, ketika dokter melakukan USG, si buah hati tidak dapat terlihat. Hal ini tentunya sangat mengejutkan mereka. Demikian pula saat beberapa waktu yang lalu mereka mencoba memeriksakannya kembali, tetap saja Dokter tidak dapat mendeteksi dan memberikan penjelasan, padahal kandungan Elisabet sudah cukup besar, bahkan anak dalam rahimnya telah memberikan tanda kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-bidi-font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Akhirnya umat paroki St Maria Anunntiatta Sidoarjo ini pun mengambil keputusan untuk menjaga calon putra mereka secara otodidak. Galih dan Elisabet rajin membaca literatur tentang cara-cara menjaga kandungan, serta rutin memeriksakannya pada tabib. Tak lupa mereka memasrahkan segalanya pada Tuhan yang empunya kehidupan sebab mereka tidak menemukan jawaban medis atas apa yang terjadi. (*)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  line-height: 24px; font-family:'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-9114628254088430161?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/9114628254088430161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=9114628254088430161' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9114628254088430161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9114628254088430161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/ketika-ilmu-pengetahuan-tak-memberi.html' title='Ketika Ilmu Pengetahuan Tak Memberi Jawaban'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgty2Vr7HI/AAAAAAAAAaw/n9woinVmW-0/s72-c/Hal+22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-6449622906394062807</id><published>2009-11-09T06:43:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:49:55.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Menjadi Inspirasi : Pasrah Dalam Pengharapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgrhKIlduI/AAAAAAAAAao/wXk6HWzLbmg/s1600-h/Hal+23.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgrhKIlduI/AAAAAAAAAao/wXk6HWzLbmg/s320/Hal+23.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402115601686951650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Anak adalah buah cinta dari perkawinan. Kehadirannya tentu menjadi dambaan setiap pasutri, tak terkecuali bagi pasangan&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt; Theodorus Jamlean&lt;/span&gt; (47) dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Margaretta Tirana Hirupong&lt;/span&gt; (36). Pasutri yang genap 13 tahun usia perkawinan November tahun ini rupanya tidak pernah berhenti untuk selalu menanti dan berharap hadirnya sang buah hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Harmoni berkesempatan untuk berbincang di kediaman pasutri yang juga warga paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen. Sekalipun tanpa didampingi suami tercinta yang notabene seorang pelaut asal Tual, Maluku Tenggara ini, Tirani tetap dengan antusias berbagi kisah. Ketegaran dan pasrah namun tetap optimis terpancar dari wajahnya tatkala bercerita tentang keinginan dan harapannya untuk memiliki anak. “Kami memang ingin sekali segera punya anak. Sepi memang kalau hanya sendiri, tapi semua dibuat enak dan dinikmati saja supaya nggak stress,” demikian Tirani yang masih aktif dalam kegiatan PDKK dan doa-doa lingkungan ini bersikap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Cibiran, sindiran dan ungkapan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya kerap menghujaninya. Namun, perempuan asal Sangir, Sulawesi Utara ini tetap santai menanggapinya. Baginya, yang terpenting adalah dukungan dari keluarga dan orang terdekat serta senantiasa menjaga komitmen perkawinan. Sekalipun terkadang cemas karena harus ditinggal berlayar selama beberapa bulan oleh suami, ia berusaha untuk tetap tegar. Ia yakin, kepercayaan adalah pondasi perkawinan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sempat terpikir dalam benak Tirani bahwa masalah kesehatan reproduksi ada pada dirinya. Hal ini cukup membuatnya resah akan kehidupan perkawinannya kelak. Namun, ia menjelaskan bahwa sang suami dengan bijak mampu membuatnya lebih tenang, serta meyakinkannya tentang prinsip-prinsip perkawinan yang harus tetap dipegang teguh seberapapun masalah yang dihadapi. Ungkapan ini didukung oleh hasil diagnosa beberapa dokter yang menyatakan bahwa keduanya sehat secara reproduksi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Banyak cara sudah dilakukan, mulai dari pemeriksaan medis, pengobatan alternatif, rencana adopsi bahkan saran untuk menjalani proses bayi tabung. Namun, semuanya tak berjalan lancar. “Ada saja halangannya, jadi ya sekarang kami pasrah tapi kami tetap berusaha dan yakin. Semua sudah Tuhan atur, jadi kami percaya saja,” ujar Tirani yakin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ketegaran dan sikap pasrahnya ini rupanya mampu menjadi inspirasi bagi teman-teman dan kerabat yang mengalami kondisi serupa. “Teman-teman layar suami saya banyak juga yang seperti kami, justru kami bisa sharing bagaimana bisa tetap sabar dan pasrah. Saya bersyukur masih bisa berbagi,” urainya mengakhiri perbincangan. (*)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-6449622906394062807?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/6449622906394062807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=6449622906394062807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6449622906394062807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6449622906394062807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/menjadi-inspirasi-pasrah-dalam.html' title='Menjadi Inspirasi : Pasrah Dalam Pengharapan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgrhKIlduI/AAAAAAAAAao/wXk6HWzLbmg/s72-c/Hal+23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-7916730951218790761</id><published>2009-11-09T06:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:43:55.808-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Masalah Adalah Hadiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgqcZIF7nI/AAAAAAAAAag/ELcB5li3yeI/s1600-h/Hal+26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgqcZIF7nI/AAAAAAAAAag/ELcB5li3yeI/s320/Hal+26.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402114420300443250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:9.4pt;text-align:justify;mso-outline-level: 2;background:white"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=" "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Masalah Adalah Hadiah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-7916730951218790761?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/7916730951218790761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=7916730951218790761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7916730951218790761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7916730951218790761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/masalah-adalah-hadiah.html' title='Masalah Adalah Hadiah'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgqcZIF7nI/AAAAAAAAAag/ELcB5li3yeI/s72-c/Hal+26.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-2263457278819398207</id><published>2009-11-09T06:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:41:07.130-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesaksian'/><title type='text'>Menunggu Anak Dengan Filosofi "Wis Embuh"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgo2mPy3dI/AAAAAAAAAaY/B6EDv3enK6s/s1600-h/Hal+27.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgo2mPy3dI/AAAAAAAAAaY/B6EDv3enK6s/s320/Hal+27.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402112671475752402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Penderitaan kecilku, penderitaan sesamaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hallo Bu Uti, selamat Natal ya…gimana dengan kemajuan pengobatannya ?” seorang kawan guru di sekolah menegurku selepas mengajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Heei,… Bu Tineke sendiri bagaimana, sudah hamil nih ya sekarang?” aku bertanya sepintas lalu pada kawan yang baru menikah kira kira enam bulan lalu ini. Sebelumnya kuterangkan bahwa inseminasi ketiga yang baru saja kujalani kembali gagal, dan aku sampai berobat ke Singapura dengan hasil masih harus dioperasi (lagi). Karena aku sudah sempat menjalani operasi laparoskopi di Jakarta untuk problem endometriosis yang ternyata ditemukan dalam rahimku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lalu Ibu Tineke menjawab pertanyaanku dengan pelan, seolah mau menjaga perasaanku, “Aku sudah Bu Uti, ini sudah jalan tiga bulan “ katanya lirih. Aku kaget, lalu segera menyahut spontan. “Waah, senangnya, selamat yaa, semoga semuanya berjalan lancar dan baik, aduh, aku ikut senang”, kataku dengan tulus. Aku tidak mengira karena sesaat sebelum menikah rekanku Tineke ini baru saja menjalani operasi pengangkatan kista sebesar kepala bayi dari rahimnya. Kini ia sudah hamil tiga bulan. Setelah kami berpisah, aku berdoa dalam hati untuk keselamatan kehamilannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kalau mau dihitung hitung, potongan adegan seperti di atas sudah terjadi belasan kali, karena rekan rekan guru di sekolah adalah orang orang muda pada usia menikah dan melahirkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mereka semua tahu aku berganti status dari guru tetap menjadi tenaga honorer seperti ini dalam rangka usahaku untuk menjadi hamil. Tetapi tiga tahun telah lewat sejak aku berhenti bekerja sebagai guru penuh, dan aku masih mereka dapati berobat saja terus, tanpa ada be rita tentang kehamilan. Kadang kadang aku merasa tidak enak karena kabar kemajuanku sendiri mengenai usaha untuk menjadi hamil seringkali membuat suasana gembira pada teman-temanku yang baru saja menikah dan kemudian hamil menjadi berkurang. Tampaknya mereka menjadi prihatin atau merasa kasihan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ah, benarkah demikian? Atau itu hanya perasaanku saja sendiri? Sambil berjalan sepanjang koridor, aku menelisik batinku sendiri, mencari rasa perih yang biasanya menelusup manakala aku mendengar teman teman yang baru menikah sebulan atau beberapa minggu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;mengabarkan kehamilannya. Aku ingin tahu, masihkah perih itu ada di sana? Masihkah per tanyaan 'aku kapan ya?' itu menggema mengi ringi kegembiraanku kepada kawan? Sekalipun aku banyak melupakan mengenai kehamilan saat aku pulang ke Malang kemarin (seperti biasa, lupa kesedihan bila sedang berada dekat Bapak Ibu dan kampung halaman), tetapi ter nyata aku masih menemukan kepedihan itu di sana, jauh tersembunyi di dalam relung hatiku yang berkelok-kelok seperti labirin. Aku meng hela napas panjang, seperti berusaha untuk mengusir perih itu jauh jauh dari labirin hatiku. “Apa apan kamu, jangan bersedih dong, harus bergembira dengan orang yang bergembira”. Lalu aku melanjutkan lagi kegiatanku sambil mengubur perasaan sedih itu dalam dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sampai di rumah, aku menghidupkan televisi. Sambil melepas lelah, aku memperhatikan, hampir semua stasiun TV masih memberitakan mengenai tragedi Aceh. Sudah hari keduabelas, pikirku, dan keprihatinan dunia belum luntur juga. Aku melihat anak anak yang kehilangan orang tua, orang tua yang berusaha mencari anaknya yang hilang tak tentu rimbanya, me nyaksikan orang orang selamat yang begitu kosong tatapannya karena masih trauma.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Seandainya aku ada di posisi mereka, duh, tak terbayangkan beratnya. Sejenak aku memanggil kesedihanku dari labirin hati dan larut dalam kesedihan yang kulihat di televisi. Sebelum mataku terpejam untuk tidur siang, hatiku bertanya, “Tuhan, apa sebenarnya rencanaMu yang penuh misteri? Mengapa kami harus melihat dan mengalami kepahitan kepahitan hidup seperti ini? Mengapa tidak Kau permudah hidup kami yang sudah lelah dengan keluh kesah ini ?” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebelum aku tertidur, masih tertangkap olehku gambar Yesus yang begitu tegas tetapi damai penuh wibawa menatapku dari meja doa di ujung tempat tidurku. Seandainya aku boleh bermimpi bertemu Engkau, Tuhan, dan mendengarkan suaraMu menerangkan semua&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;pertanyaanku ini. Tetapi Tuhan tetap diam, dan gambar Yesus itu tetap tidak berubah, seperti biasanya. Sudah sifat Tuhan untuk tidak berbicara terang-terangan pada manusia barangkali, pikirku, kecuali pada orang orang kudus pilihanNya. Lalu bagaimana kami dapat survive?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bila aku menengok kembali usahaku selama 6 tahun aku menikah untuk bisa menjadi hamil, entah sudah berapa jenis dan tempat pengobatan alternatif yang kami datangi, entah sudah berapa nama dokter yang kami kunjungi, berapa jenis suplemen yang sudah kami telan, berapa banyaknya jenis pemeriksaan yang menyakitkan, serta berapa panjangnya doa yang kami panjatkan siang dan malam nyaris tak pernah putus supaya Tuhan berbelaskasih an, tetapi rasanya Tuhan tetap diam. Sepertinya Dia tak bergeming.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sementara aku berjuang tak pernah putus, setiap saat aku harus berhadapan dengan teman teman yang begitu mudah menjadi hamil. Baik teman teman guru di sekolah maupun para tetangga. Tak berapa lama setelah mereka menikah, kehamilan itu pun datang. Atau kapanpun mereka menginginkan anak kedua, dengan sedikit sekali upaya, mereka pun hamil. Entah apa namanya, mungkin iri hati. Tetapi setiap aku tersenyum lebar memberi selamat kepada mereka, jauh di dalam hatiku, aku menangis. Setelah sekian lama peristiwa itu terjadi, lama lama aku menjadi kebal dan telah terbiasa, walaupun perasaan sedih itu tidak pernah sama sekali hilang. Paling aku hanya menghibur diri “Tiap orang punya jalan hidupnya sendiri sendiri”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pertanyaan “Mengapa saya” sudah lama berlalu dari benakku. Aku menyadari bahwa orang lain pun punya beban yang jauh lebih berat dari bebanku. Dan bahwa hidup ini memang penuh dengan harapan harapan yang tak terpenuhi. Bukannya aku tak menyadari itu semua. Aku juga bukannya tidak bersyukur atas karunia Tuhan pada hidupku yang begitu ber limpah, dan rasanya tak pantas manusia penuh&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; dosa seperti aku ini menerima berkat sebegitu banyaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bukan, aku bukannya tidak bersyukur dan tidak mau menanggung salib kehidupan. Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa penderitaan yang kualami dan kulihat pada sesamaku selalu menggiringku pada pertanyaan “Tuhan, Engkau di mana? Semua kehidupan ini, Kau maksud kan kemana? Kau ingin kami bagaimana, Tuhan? “Karena Tuhan tidak pernah menjawab secara verbal dan gamblang, aku menyadari bahwa aku harus aktif mencari sendiri jawa bannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Kekhawatiran Versus Iman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah 6 tahun berjuang tanpa hasil, hari hari belakangan ini aku mulai dirambati pegel linu kekhawatiran. Aku mulai bertanya “Bagaimana bila aku tidak akan pernah bisa punya anak? “ “Bagaimana hari tuaku bersama Yoyok nanti?” “Alangkah sepinya rumah kami nanti, sampai kapan kesepian ini akan terus berlangsung” dan sejumlah pertanyaan bagaimana bagaimana yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam Kitab suci, kekhawatiran diibaratkan sebagai seekor singa yang mengaum ngaum mencari mangsa di sekeliling kita. Kita bisa habis olehnya sebelum peristiwa apapun benar benar terjadi pada kita. Betapa sia sianya kegiatan khawatir itu. Tetapi juga betapa sulitnya mengelolanya agar tidak menguasai kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Stress manusia modern terbesar adalah mereka tidak pernah berada pada saat ini, di tempat ini, sekarang ini. Pikirannya terus melayang ke masa depan. Bukan hanya masa depan yang jauh, tapi juga nanti siang makan apa, nanti sore dalam meeting harus bicara apa, besok presentasi ke atasan harus bagaimana. Tentu saja hal itu perlu untuk perencanaan dan atisipasi. Namun tidak berarti kita mendahului waktu un tuk tiba lebih dulu di masa depan yang belum tiba. Hanya sedikit sekali manusia yang sung guh hadir pada saat ini, detik ini, dan menik &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;matinya sepenuh penuhnya. Sebab, tahu apa kita tentang hari esok? Sudah susah susah mikir gimana kalau tua kelak nggak punya anak, eh, tahu tahu dalam semenit ada gelom bang tsunami menggulung semuanya habis tak bersisa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Stress memikirkan harus berargumen dengan bos besok pagi? Sudah sulit tidur semalaman, eh,.. tahu-tahu esok pagi itu matahari tidak terbit, seluruh bumi gelap gulita karena ada awan debu muntahan gunung berapi, dan sebagainya. Hari esok, termasuk semenit ke de pan, adalah abstrak. Satu satunya yang nyata dan kita miliki secara riil adalah saat ini, detik ini. Nikmatilah itu sebaik baiknya, hayatilah setiap detik hidup ini dengan penuh syukur. Kita tidak perlu bersusah memikirkan hari esok yang belum tentu terjadi, dan belum tentu terjadi seperti yang kita pikirkan. What a waste! Tuhan kita adalah Tuhan atas hari esok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dan bagaimana kita menikmati hari ini, saat ini, detik ini? Tuhan sudah menyediakan begitu banyak untuk kita nikmati dan syukuri. Bangun pagi ada kehangatan matahari, kicauan burung yang merdu. Dengarkanlah, nikmatilah, syukurilah. Bangkit dari tempat tidur ada kamar yang bersih, terlindung dari panas dan hujan, ada perlengkapan tidur yang baik, perhatikan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lah, nikmatilah, syukurilah. Keluar dari kamar ada senyum orang rumah, sehat, hidup, kaya akan keunikan. Sapalah, nikmatilah, syukuri lah. Lalu mulailah kerjakan satu demi satu apa pun yang kau kerjakan dengan penuh pengha yatan. Ambil gelas, mengaduk gula, menuang teh, penuh konsentrasi, penuh syukur. Jangan biarkan pikiran mengelana ke masa depan, bahkan sejam ke depan. Kerjakan dan hayati penuh syukur apa yang kau lakukan saat ini, detik ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setiap detik adalah berharga, dan setiap ka rakter orang yang kita jumpai adalah unik dan berharga, begitu kaya, tak pernah sama setiap hari. Terlalu kaya untuk kita lewatkan begitu saja. Selalu ada yang bisa kita syukuri pada detik ini. Bila berpikirnya melayang ke depan, tidak bisa bersyukur, karena hanya kekhawatiran yang ada. Bila menjalaninya setiap detik, maka yang ada hanya syukur karena masih diberi hidup, teman, udara pagi, dan lain lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Percayakan hari esok kita kepada Tuhan. Ia adalah Tuhan atas hari esok. Karena cintaNya, Ia punya rencana yang indah di hari esok, buat masing masing kita. Tak peduli betapapun be ratnya penderitaan kita saat ini, rencana Tuhan hanyalah indah semata. KasihNya terlalu besar dan kuasaNya terlalu agung, untuk membiar kan kita hanyut dalam arus kehidupan yang memisahkan kita dari kasihNya yang tak terpa hami. Tak terpahami karena besarnya dan agungnya, sehingga setiap detik hidup ini terasa begitu berharga. Dan di balik setiap peristiwa hidup adalah tak lain tuntunan kebijaksana &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;anNya bagi kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam perjalanan pengobatan medis yang kami jalani di 6 tahun pertama pernikahan, kami akhirnya juga mempunyai kesempatan dan memenuhi syarat untuk menjalani program ba yi tabung yang disarankan dokter sebagai alternatif terakhir dari perjalanan usaha kami yang panjang. Tetapi kami sadar Gereja tidak menyetujuinya. Kami tidak ingin melukai hati Tuhan. Maka kami pun memutuskan untuk tidak akan pernah melakukannya. Karena kami yakin Tuhan tahu apa yang sedang Dia lakukan dan sedang Dia ijinkan terjadi pada kami, kami percaya sepenuhnya bahwa Dia sedang bekerja melalui segala sesuatu bagi kebaikan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagi aku dan Yoyok, filosofi hidup yang ingin kami pegang erat adalah filosofi “Wis Embuh” (bahasa Jawa yang artinya : nggak tahu deh). Hari depan kami ada di tangan Allah. Karenanya kami tidak perlu merasa khawatir. Bahkan memikirkannya pun tidak perlu. Kami tahu siapa yang memegang hidup kami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Wis Embuh adalah pegangan kami mengarungi hidup ini. Wis embuh berarti percaya dan pasrah total kepada penyelenggaraan Allah. Tak berjarak lagi dengan Allah. Seperti ayam, seperti burung pipit, yang dipelihara Allah. Kami mau menyerahkan semua ke dalam tangan Allah. Bila kami sibuk memikirkan atau mengkhawatirkannya lagi, berarti kami mengambilnya lagi dari tangan Allah, mengulik-uliknya lagi, mengotak-atiknya lagi. Berarti kami tidak percaya Allah sudah dan akan selalu menghandlenya dengan baik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kini telah 14 tahun kami mengarungi bahtera rumahtangga berdua saja, belum lagi bersama kehadiran tawa ria dan canda anak anak buah cinta yang kami rindukan. Namun kasih Allah Bapa yang tak terukur mendampingi kami dengan cara yang luar biasa unik dan nyata,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;sehingga kami tak sedikitpun merasakan kekurangan kasih Allah yang maha Hadir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Diceritakan oleh Uti, Serpong, 8 Januari 2005, disunting seperlunya dari  katolisitas.org&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-2263457278819398207?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/2263457278819398207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=2263457278819398207' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2263457278819398207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2263457278819398207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/menunggu-anak-dengan-filosofi-wis-embuh.html' title='Menunggu Anak Dengan Filosofi &quot;Wis Embuh&quot;'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Svgo2mPy3dI/AAAAAAAAAaY/B6EDv3enK6s/s72-c/Hal+27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-6825669122403116127</id><published>2009-11-09T06:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:30:25.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Mupas dan Ardas, Bersejarah dan Menyejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgnZS3H4TI/AAAAAAAAAaQ/2YuBO8zHVPY/s1600-h/Hal+32.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgnZS3H4TI/AAAAAAAAAaQ/2YuBO8zHVPY/s320/Hal+32.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402111068544164146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Jika tak ada aral melintang yang sangat hebat, Keuskupan Surabaya akan menggelar Musyawarah Pastoral di penghujung November ini. Kegiatan ini dapat kita sebut bersejarah dengan menimbang sekurangnya tiga faktor berikut. Pertama, keterlibatan umat. Aktor utama kegiatan ini adalah umat biasa dan umat yang tergabung dalam kelompok kategorial tertentu. Sejak pertengahan tahun ini (Juli), segenap warga Keuskupan berkumpul dalam unit pastoral yang paling dekat-kecil yaitu Lingkungan, untuk berbagai pengalaman iman dan berdiskusi merumuskan kata kunci yang paling mewakili aspirasi umat Lingkungan. Untuk umat yang tergabung dalam kelompok kategorial juga berkumpul dalam kelompok terkecil di komunitas mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Keterlibatan umat ini berlangsung terus hingga dua jenjang berikutnya, yaitu, jenjang kedua (Agustus), di tingkat paroki atau di induk kelompok (untuk kategorial) dan jenjang ketiga (Oktober) di tingkat kevikepan atau di forum koordinasi keuskupan (untuk kategorial). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Masing-masing jenjang memasang target hasil yang harus dirumuskan. Sampai di jenjang ketiga akan dihasilkan 18 kata kunci, 36 bidang pastoral, 72 prioritas program dan 72 nilai-nilai hidup. Hasil ini seperti “belantara kata-kata” yang akan diramu menjadi sebuah frasa singkat-padat-jelas yang kita sebut Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Surabaya 2009-2019.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Keterlibatan umat dalam pramupas ini menjadi istimewa dalam konteks iklim berpastoral di Keuskupan Surabaya. Semangat utama yang dihembuskan dalam dinamika kolosal-akbar ini adalah persekutuan umat. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Faktor kedua untuk menjelaskan Mupas sebagai peristiwa bersejarah adalah pengejawantahan persekutuan. Persekutuan adalah visi kegembalaan yang ditawarkan sebagai pokok dalam kesadaran dan gerak bersama segenap warga gereja. Unsur persekutuan dalam kegiatan rohani pramupas ini adalah ajakan akan adanya keterbukaan hati dan kesatuan pikiran seluruh unsur umat. Persekutuan (communio) adalah hakikat dan jati-diri gereja yang perlu terus dimurnikan dan diterapkan dalam praktek hidup menggereja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Faktor ketiga adalah Ardas itu sendiri. Ibarat tiang awan dalam kisah perjalanan bangsa Israel membangkang-keluar dari penindasan bangsa Mesir, Ardas sebagai roh gerakan, dapat diibaratkan sebagai tiang awan (yang di saat malam berubah menjadi tiang api untuk menuntun-memandu), yaitu kehendak Allah sendiri terhadap umat-umat pilihannya dan tuntunan Allah sendiri terhadap dinamika umatNya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Ardas adalah hasil perasan sekaligus rangkuman dari jenjang satu hingga tiga. Ardas adalah kesatuan sekaligus sambungan dengan jenjang sebelumnya. Ardas harus mencerminkan “semangat asli” yang mulai muncul sejak pramupas jenjang pertama. Jika segalanya berjalan lancar, Ardas akan berisi sebuah &lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;kalimat cita-cita bersama, prioritas-prioritas program dalam 15 (lima belas) bidang pastoral dan nilai-hidup motivasional, masing-masing dengan alasan atau penjelasannya&lt;/span&gt;. Semuanya dikemas&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt; dalam satu alur bahasa&lt;/span&gt; yang jelas-terang&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Lalu, bagaimana Mupas dan Ardas dapat menyejarah? Jawaban atas pertanyaan ini sungguh sangat ditentukan oleh berbagai perencanaan dan pengelolaan program-program jangka pendek-menengah-panjang yang berwujud kegiatan-kegiatan kongkret. Perencanaan-pengelolaan program dan kegiatan itu (dalam hemat saya) ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu kehendak baik, aspirasi umat dan kesetiaan pada tujuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Marilah kita menempatkan kehendak baik sebagai pilar pertama dengan mengingat berbagai potensi dan dinamika hidup menggereja yang dapat “membelokkan dan merendahkan” Ardas menjadi sekedar rumusan kata-kata tanpa jiwa-raga yang melayang-layang, utopis, eforia sesaat dan sulit dibumikan. Semuanya berawal dari pikiran dan kehendak. Begitu para bijak mengingatkan tentang hidup manusia. Jika pikiran dan kehendak sudah baik, dapatlah kita berharap segala gerak dan sepak terjang kita dalam menggeluti dan menghidupi Ardas ini akan berwujud pada &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;performance&lt;/i&gt; yang baik pula. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Ardas bukanlah kehendak untuk menyeragamkan, menyetir atau menguasai melainkan kehendak untuk menggali seluruh potensi yang berserakan-bertebaran yang dimiliki warga Keuskupan Surabaya untuk dimaksimalkan menjadi reksa pastoral bersama dalam semangat persekutuan demi suatu tujuan luhur. Ardas juga berkehendak untuk memupuk benih-benih keterlibatan umat dalam hidup menggereja. Sekaligus menumbuhkan dan merawat benih itu agar umat Keuskupan Surabaya dapat menemukan jati dirinya sebagai warga gereja dan warga negara di tengah kehidupan dengan kompleksitas masalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Juga kita perlu terus-menerus mengingat bahwa pada awalnya Ardas adalah aspirasi umat. Di tengah perjalanan mungkin kita akan tergoda untuk berpikir bahwa Ardas tak lebih dari agenda yang sudah disusun dengan rapi oleh hirarki untuk kepentingan tertentu. Namun, jika kita sanggup mengingat dan menghargai seluruh proses akbar-massal-kolosal di mana segenap lapisan umat turut terlibat dalam merumuskan “bahan mentah” Ardas, tentu godaan pikiran semacam itu dapat lekas kita pinggirkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Pilar ketiga, kesetiaan pada tujuan, mensyaratkan konsistensi dan ketekunan dalam meniti jalan mencapai tujuan tanpa kenal lelah. Dalam prakteknya, harus ada pihak yang mengemban tanggung jawab sebagai pengawal agenda penting ini. Pihak yang dimaksud itu, dalam rangka pemberdayaan, penataan dan peningkatan kompetensi, adalah komisi-komisi Keuskupan (selanjutnya : komisi). Juga jangan dilupakan fungsi dan tugas Dewan Pastoral Keuskupan (DPK) Di lapangan, DPK dan komisi sebagai perangkat pastoral akan menjadi lini tengah yang mensupport, meramu, menjaga, mengatur dan mengelola agenda ini tetap dalam rel yang benar (on the right track). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;DPK dan komisi akan senantiasa dituntut bersinergi dan menjalin relasi yang baik dengan umat/imam di paroki dan umat/imam kevikepan. Fungsinya sebagai lini tengah adalah mensuplai gagasan, wawasan, materi pembelajaran, bantuan teknis/non-teknis serta mendorong semangat pembaruan dan transformasi yang pertama-tama harus dimulai dari dirinya sendiri. Jika semua lini (depan-tengah-belakang) bekerja sesuai fungsi dan kapasitasnya masing-masing, maka agenda implementasi Ardas ini akan menjadi pola gerakan yang rapi, harmonis dan strategis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Sebuah peristiwa bersejarah tidak akan menyejarah jika tidak ada yang mencatat, mendokumentasikan, mengawal, memurnikan dan dengan tekun melaksanakannya. Kitalah yang akan membuat Mupas dan Ardas, bersejarah dan menyejarah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-6825669122403116127?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/6825669122403116127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=6825669122403116127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6825669122403116127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6825669122403116127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/mupas-dan-ardas-bersejarah-dan.html' title='Mupas dan Ardas, Bersejarah dan Menyejarah'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgnZS3H4TI/AAAAAAAAAaQ/2YuBO8zHVPY/s72-c/Hal+32.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5010019686488313502</id><published>2009-11-09T06:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:26:44.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgmaMDwfbI/AAAAAAAAAaI/H9WLBUnIkPs/s1600-h/Hal+35.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgmaMDwfbI/AAAAAAAAAaI/H9WLBUnIkPs/s320/Hal+35.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402109984386350514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  ;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Kebiasaan mengucap syukur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik , tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk.. Ada rahasia besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun , telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur,namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat , kesehatan, keluarga, sahabat dsb. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Kebiasaan berpikir positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera kearah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Kebiasaan berempati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain.Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain . Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif dibalik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois , yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati , namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukankepada Anda, dsb.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4. Kebiasaan mendahulukan yang penting .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah!. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5. Kebiasaan bertindak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan , sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan , maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk menghargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;6. Kebiasaan menabur benih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah , betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;7. Kebiasaan hidup jujur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kejujuran , kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendir tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong , kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit. &lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;(*)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5010019686488313502?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5010019686488313502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5010019686488313502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5010019686488313502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5010019686488313502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/7-kebiasaan-yang-memperkaya-hidup.html' title='7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgmaMDwfbI/AAAAAAAAAaI/H9WLBUnIkPs/s72-c/Hal+35.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8560296964224502401</id><published>2009-11-09T06:12:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:22:18.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Memahami Perasaan Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvglhZRXUJI/AAAAAAAAAaA/H_x4Y5NfJWQ/s1600-h/Hal+38.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvglhZRXUJI/AAAAAAAAAaA/H_x4Y5NfJWQ/s320/Hal+38.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402109008680538258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;Langkah-langkah untuk membantu Anda memberi pengertian pada anak Anda agar ia dapat mengendalikan perasaan negatifnya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;Kunci untuk memberi pengertian pada anak Anda adalah dengan memahami perasaannya. Ikuti langkah-langkah berikut untuk lebih seirama dengan anak Anda&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;1. Namai rasa itu :&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Untuk anak yang lebih kecil, nama yang semakin simpel akan semakin baik. Gunakan kata seperti “marah”, “senang”, “sedih” atau “takut”. Untuk anak yang lebih besar, gunakan kata yang lebih spesifik, seperti “kecewa”, “khawatir” atau “malu”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;2. Pastikan ada alasan untuk tiap perasaan.&lt;/span&gt; Tebaklah dengan tepat apa yang anak Anda rasakan. Misalnya, katakan “Sepertinya adik marah karena mama bilang adik nggak boleh makan buah malam ini.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;3. Jangan hakimi anak Anda.&lt;/span&gt; Anak Anda perlu tahu bahwa mengekspresikan emosi itu lumrah. Meski begitu, sesekali Anda perlu mengajarkan bagaimana cara mengekspresikan perasaan tanpa merugikan atau menyakiti siapapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yang Boleh :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dukunglah anak Anda. Beri mereka dukungan fisik (pelukan atau ciuman) dan dukungan lisan untuk memahami perasaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bantu anak Anda untuk tahu kenapa ia sedih. Bantu dia untuk mengaitkan antara perasaan dan pengalaman. Ajukan pertanyaan tertutup (dengan jawaban “ya” atau “tidak”) tentang penyebab munculnya perasaan-perasaan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beri dia waktu. Dia mungkin perlu keluar dari perasaan sedihnya dan menemukan jalan untuk berangsur stabil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Anjurkan padanya untuk memakai kata yang tepat untuk mengekspresikan perasaannya. Kata-kata ini bukan untuk mencari kambing hitam, tapi untuk menjelaskan perasaan lebih detail. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ajarkan empati padanya. Saat dia sedih atau marah, ingatkan padanya bahwa orang lain mungkin sering mengalami hal yang sama. Ajak dia memikirkan cara membantu orang lain yang sedang mengalami perasaan yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yang Tidak Boleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan coba memperbaiki semuanya. Biarkan anak Anda menemukan jalannya sendiri untuk memecahkan masalah. Dia mungkin butuh waktu untuk mencari solusi terbaik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan menyogok agar dia berhenti bersedih. Anda tentu tak ingin memotong lintasan pengalaman berharga bagi anak Anda. Dia butuh belajar mengendalikan perasaannya di kemudian hari. Maka jangan menyuap atau menjanjikan sesuatu hanya agar ia berhenti bersedih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan mengalihkan anak Anda dari perasaannya. Bertingkah seolah-olah tidak ada apa-apa akan membuat kita menghalangi anak kita untuk belajar cara berkompromi dengan perasaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan menghukum. Mencaci anak yang sedang buruk perasaannya tidak hanya membuat dia semakin tertekan, tapi juga mengecilkan hati anak. Daripada melakukan itu, lebih baik kita mengarahkan agar berekspresi secara pantas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;-&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan biarkan anak Anda menyakiti dirinya atau orang lain karena perasaan buruk itu. Jangan biarkan anak Anda menjadi kalap karena perasaannya. Bantulah ia menahan diri sebisa mungkin. (*)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8560296964224502401?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8560296964224502401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8560296964224502401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8560296964224502401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8560296964224502401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/memahami-perasaan-anak.html' title='Memahami Perasaan Anak'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvglhZRXUJI/AAAAAAAAAaA/H_x4Y5NfJWQ/s72-c/Hal+38.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5301714801767924417</id><published>2009-11-09T06:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:12:16.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeda'/><title type='text'>Reformanda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgjJzopcsI/AAAAAAAAAZ4/h74ARmsxwhU/s1600-h/Hal+40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgjJzopcsI/AAAAAAAAAZ4/h74ARmsxwhU/s320/Hal+40.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402106404417401538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Perempuan itu menatap lekat televisi yang sedang menayangkan berita audisi para calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu 2009-2014 di kediaman Presiden terpilih di Cikeas Bogor. Saya memperhatikan perempuan itu sambil menyantap makan siang di warung pinggir jalan. Dari sinar matanya tampak dia menyimak. Sesekali dia lepas konsentrasi mengurus pernak-pernik barang dagangan di warungnya. Meski begitu, dengan cepat dia bisa kembali menyimak berita apik itu. Pasti hatinya sudah tertambat. Entah oleh apa atau oleh siapa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mungkin hatinya tertambat pada isi berita yang unik itu. Baru pertama kali ini ada audisi calon menteri yang disiarkan langsung di televisi. Mungkin juga ia tertarik pada profil calon-calon menteri itu, dengan bermacam-macam gelar dan jabatan yang menyilaukan itu. Tapi bisa jadi ia hanya tertarik pada penyiarnya yang heboh plus tampilan gambar-gambar yang menjadi latar belakang berita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah sibuk menduga-duga, saya pastikan ia menyimak seluruh isi berita itu. Komentarnya yang mengagetkan membuat saya makin yakin. “&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Piyambake nopo kerjo kanggo awak dewe yo mas&lt;/i&gt;? (apa mereka bekerja untuk kita, ya mas?)” ia bertanya ke semua pengunjung warung. “&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Duko&lt;/i&gt; (entah),”jawab saya spontan.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Perempuan ini mungkin hanya penjaga warung biasa. Tapi siang itu, ia tampak seperti seorang warga negara yang baik. Warga negara sederhana yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Perempuan ini mungkin hanya menjual nasi bungkus dan gorengan murahan. Tapi siang itu ia tampak seperti seorang ibu yang bertanggung jawab. Sambil memikirkan nasib bangsanya, mungkin ia juga memikirkan masa depan anak-anak dan keluarganya. Perempuan ini mungkin satu diantara jutaan warga negara yang terus memupuk harapan akan masa depan yang lebih baik. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia juga memikirkan yang di luar dirinya. Saya terkesima. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Manusia, yang dimensi hidupnya sangat luas, kerap terombang-ambing dalam kesulitan untuk menjalani hidup sembari menyempurnakan tiap dimensi itu. Dimensi itu misalnya, keluarga, pekerjaan, relasi di kampung, hidup beragama, sebagai warga negara, bergelut dengan hobi atau penganut ideologi tertentu, dan lain sebagainya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Manusia yang gampang menyerah akan memilih untuk menyempurnakan satu-dua dimensi dan mengabaikan dimensi yang lain. Di kantor, dia adalah karyawan yang baik tapi di rumah menjadi orangtua yang asal-asalan. Di gereja menjadi pengurus yang cekatan, terampil dan bisa diandalkan, tapi di kampung menjadi orang asing yang tidak kenal tetangga kanan-kiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tapi, kenapa manusia harus menyempurnakan setiap dimensi hidupnya? Karena ia berbeda dengan fauna yang hanya punya dua dimensi ; makan dan bertahan hidup. Saat Tuhan meniupkan nafas kehidupan, Ia juga menitipkan “satu paket” dimensi hidup yang harus disempurnakan, sesuai kehendakNya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lalu, bagaimana caranya? Saya belajar dari peristiwa singkat bersama ibu warung tadi. Manusia musti punya semangat semper reformanda, terus memperbarui diri. Seperti yang sudah sering kita dengar sebagai nasihat bijak ; terus belajar tentang apa saja, buka hati untuk setiap mutiara-mutiara kehidupan yang sejenak mampir. Buka mata dan telinga akan setiap peristiwa-peristiwa kecil, terus menjaga kepekaan dan berlatih memetik hikmah. Puncaknya, selalu ingat Tuhan dan rajin bersyukur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Itulah pribadi semper reformanda.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5301714801767924417?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5301714801767924417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5301714801767924417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5301714801767924417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5301714801767924417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/11/reformanda.html' title='Reformanda'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SvgjJzopcsI/AAAAAAAAAZ4/h74ARmsxwhU/s72-c/Hal+40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8600862721881344243</id><published>2009-10-14T00:58:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T01:01:46.006-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Beranda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWFO2xzq1I/AAAAAAAAAZg/zDq3rJnLI2o/s1600-h/Hal+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWFO2xzq1I/AAAAAAAAAZg/zDq3rJnLI2o/s320/Hal+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392362619115121490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Salam Damai Kristus,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pembaca yang budiman, sama seperti kekayaan alam melimpah di perut bumi pertiwi ini, keberagaman di Indonesia adalah anugerah dan rahmat yang taken for granted. Anugerah dan rahmat yang tidak perlu disangsikan kebenarannya.Indonesia adalah satu diantara sedikit negara di dunia yang penduduknya terdiri atas ratusan suku bangsa. Dengan beragam suku bangsa itu, berturut-turut kita jumpai ragam bahasa, adat-istiadat, kebiasaan dan kebijaksanaan. Tak perlu disangkal, itulah kekayaan kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Edisi kali ini adalah wujud syukur atas keberagaman yang kami tampilkan lewat profil keluarga-keluarga yang hidup dalam keberagaman. “Keberagaman mendewasakan”. Kata-kata inilah yang ingin kami buktikan lewat rangkaian artikel dalam edisi bulan ini. Kami menyusun edisi kali ini dalam suasana sedih yang mendalam menyusul berita gempa di Sumatera Barat dan sekitarnya di penghujung bulan. Tapi, kesedihan itu justru menjadi sumber inspirasi kami untuk terus berkarya dan menyumbangkan apa saja yang kami bisa, agar kehidupan kita bersama menjadi semakin baik. Kami percaya musibah ini bukan tulah, melainkan ajakan untuk bangkit memperbarui diri. Juga kesempatan untuk lebih peka dan mencintai alam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika Anda menerima majalah ini terlambat dari jadwal yang biasanya, harap itu dimaklumi. Suasana libur panjang di pertengahan bulan lalu membuat kami tersendat, terutama saat harus mencari narasumber. Tapi bagaimanapun, kami sungguh tak pernah luntur komitmen untuk terus hadir menemani hari-hari bersama keluarga harmonis Anda dengan bacaan-bacaan inspiratif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Selamat membaca. Damai Tuhan beserta kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8600862721881344243?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8600862721881344243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8600862721881344243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8600862721881344243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8600862721881344243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/beranda.html' title='Beranda'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWFO2xzq1I/AAAAAAAAAZg/zDq3rJnLI2o/s72-c/Hal+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5883004701165406724</id><published>2009-10-14T00:52:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:58:04.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Ada Apa dengan Keberagaman?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWEB6LkIzI/AAAAAAAAAZQ/6mg9pr-w9Nc/s1600-h/Hal+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWEB6LkIzI/AAAAAAAAAZQ/6mg9pr-w9Nc/s320/Hal+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392361297178534706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWEU4BFHTI/AAAAAAAAAZY/RNL1eGU8CEU/s1600-h/Hal+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWEU4BFHTI/AAAAAAAAAZY/RNL1eGU8CEU/s320/Hal+3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392361623015202098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;Ny Sinta (nama rekaan) dengan bangga bercerita bahwa putrinya yang baru berusia 4 tahun dan duduk di TK kecil sudah mengenal kosakata yang merujuk pada kategori etnis dan agama teman-teman sekelasnya. “Bella itu”, kata Ny. Sinta menyebut nama putrinya, “suda tahu lgo tentang suku bangsa dan agama teman-teman sekelasnya. Dia sudah tahu kalau si Uni itu anak Minang, si Lena anak Manado, si Anggie anak Tionghoa, si Tera anak Batak, si Ida anak Jawa. Dia juga sudah tahu kalau si Lena itu beragama Kristen, si Anggie Katolik, si Uni Islam, si Tera Dia sendiri juga sudah tahu kalau dia anak Jawa dan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;beragama Katolik”.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Yang menjadi teman bicara Ny. Sinta adalah bekas rekan kuliahnya, yang juga sesama ibu muda, yang mempunyai seorang putri berusia hampir tiga tahun. Obrolan di atas muncul ketika mereka sedang asyik ngobrol ngalor-ngidul di ruang tamu rumah Ny. Sinta. Di layar televisi muncul berita tentang aksi perusakan sebuah rumah ibadah agama tertentu oleh sekelompok orang yang mengenakan atribut-atribut agama lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Setelah berita itu berlalu, Ny. Sinta berkomentar bahwa sikap tidak toleran dan destruktif terhadap agama (dan etnis) lain seperti yang terlihat dalam berita itu kemungkinan kecil akan terjadi, atau bahkan bisa dicegah bila anak-anak dalam usia yang sedini mungkin diperkenalkan terhadap perbedaan sekaligus dididik untuk menghargai perbedaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Untuk membuktikan bahwa hal itu telah mulai dia tanamkan kepada anaknya, Ny. Sinta pun memanggil putrinya dan menanyai suku bangsa dan agama teman-teman sekelasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Bella, sini dik. Mama pengin tahu tentang teman-teman adik. Si Anggie itu orang apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Tionghoa”' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Agamanya apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Katolik”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Kalau si Ida?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Jawa”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Agamanya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Islam”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“'Kalau Bella sendiri orang apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Jawa, deh”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Agama?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Katolik”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Bella sayang nggak sama teman-teman yang bukan Jawa dan bukan Katolik?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Sayang dong. Kan mereka juga sayang sama Bella'' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ny. Sinta tampak bangga dan sekaligus berharap, bahwa sikap toleran atau menghargai perbedaan yang telah mulai tertanam di dalam diri putrinya yang baru berumur empat tahun itu terus berkembang seiring dengan pertambahan usia dan pertumbuhan kematangan jiwanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Kemudian ia pun berbicara panjang lebar tentang pentingnya pendidikan multikultural dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. la yakin bahwa konflik-konflik horisontal yang disebabkan oleh perbedaan agama, suku bangsa atau etnis yang belakangan ini muncul di berbagai wilayah Indonesia bisa dicegah bila pendidikan multikultural sebagaimana yang ia peragakan dengan putrinya itu ditanamkan baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lalu, ia bertanya bagaimana kawannya itu -sebut saja Ny. Ike- mendidik putrinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“'Ah, anakku masih terlalu dini untuk diberi pengertian seperti itu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;''Nggak juga lho. Si Bella itu mulai aku beri pengertian seperti itu sejak setengah tahun yang lalu lho”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Aku nggak tahu ya. Cuma kalau aku punya pandangan lain. Anakku justru nanti aku persiapkan untuk mempertanyakan setiap upaya &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;pembedaan&lt;/b&gt;. Bukan maksudku untuk menanamkan pandangan bahwa semua orang itu sama atau harus sama. Tetapi, yang mau aku tanamkan adalah pandangan bahwa &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;perbedaan&lt;/b&gt; itu muncul sering karena &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;pembedaan&lt;/b&gt;, dan &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;perbedaan&lt;/b&gt; itu menjadi bermasalah tak jarang juga karena &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;pembedaan&lt;/b&gt;. Kalau tak ada &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;pembedaan&lt;/b&gt;, entah untuk tujuan baik atau buruk, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;perbedaan&lt;/b&gt; itu barangkali akan dianggap sebagai sesuatu yang normal”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ny. lke tak tahu apakah Ny. Sinta paham dengan jawabannya itu. Yang jelas, obrolan mereka pun dengan cepat berpindah ke soal melambungnya harga cabai rawit. Mereka sama-sama penggemar sambal dan makanan serba pedas. Mereka sama-sama merasa terpukul dengan melambungnya harga cabai rawit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Mereka tidak mempersoalkan perbedaan etnis dan agama di antara mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;Cerita tentang obrolan sepasang ibu muda di atas akan mengantar kita pada topik keberagaman. &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt;Keberagaman adalah perbedaan identitas individu yang disadari tapi tidak dibedakan. Kata dasarnya, “beragam”, dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai bermacam-macam, dan berwarna-warni. Maka, dapatlah kita katakan keberagaman adalah anugerah kekayaan yang harus kita jaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt;Sayang sekali. di Indonesia, di masa lalu, keberagaman tidak mendapat tempat sewajarnya. Justru yang terjadi adalah penyeragaman. Kini, bangsa ini sedang menapaki era baru reformasi dan wacana tentang keberagaman semakin kuat dikampanyekan. Majalah kita tercinta ini juga mengemban tanggung jawab untuk menyebarluaskan wacana ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt;Keberagaman dan Kitab Suci &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi- ;font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi- ;font-family:Arial;color:black;"&gt;Dalam Perjanjian Baru, santo Paulus seringkali menggambarkan kata keberagaman dengan sebuah perumpamaan “tubuh” manusia. Lebih dari tiga puluh kali, Paulus memakai kata “tubuh” (soma, dalam bahasa Yunani), untuk menggambarkan sebuah gereja yang memiliki keunikan yang beragam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Perumpamaan “tubuh” dipakai oleh santo Paulus untuk menggambarkan kesatuan dalam sebuah gereja yang terdiri dari berbagai macam orang dengan warna-warni perbedaan, karakter dan karunia yang mereka miliki. Perumpamaan tentang “tubuh” yang paling banyak dikutip misalnya ada dalam 1 Korintus 12:12, “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”. Juga dalam &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt;Roma 12 : 4, “S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama”.&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="mso-bidi-;font-family:Arial;color:black;"&gt; Atau dalam Efesus 4 : 16, “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Keberagaman dalam keluarga besar&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="mso-bidi- ;font-family:Arial;color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lalu bagaimana jika keberagaman itu ada dalam keluarga besar kita? Sesungguhnya patutlah kita bersyukur jika itu terjadi. Dengan begitu hidup kita akan kaya warna dan sarat makna. Setiap perjumpaan, obrolan dan peristiwa-peristiwa kecil yang terjadi di keluarga besar kita akan meningkatkan batas toleransi kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Ya, yang paling susah menjalani hidup dalam keluarga besar yang beragam adalah menenggang rasa. Setiap individu dalam keluarga harus bersedia menerima tradisi, kebiasaan dan gaya yang berbeda dari individu yang lain. Sikap tenggang rasa adalah syarat penting bagi keharmonisan keluarga besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Akhir kata, jika keberagaman kita maknai sebagai kekayaan dan anugerah Allah, maka kita sepatutnya berterima kasih karena diperkenankan hidup dalam keluarga besar yang beragam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;mso-pagination:none;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;(dirangkum dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5883004701165406724?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5883004701165406724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5883004701165406724' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5883004701165406724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5883004701165406724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/ada-apa-dengan-keberagaman.html' title='Ada Apa dengan Keberagaman?'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWEB6LkIzI/AAAAAAAAAZQ/6mg9pr-w9Nc/s72-c/Hal+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-6985436714545739734</id><published>2009-10-14T00:48:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:52:29.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Mengajarkan Keberagaman dengan Krayon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWDCmmmM-I/AAAAAAAAAZI/seInhMseXD4/s1600-h/Hal+8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWDCmmmM-I/AAAAAAAAAZI/seInhMseXD4/s320/Hal+8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392360209591448546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;mso-outline-level:2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="  "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mengajarkan keberagaman sejak dini, di masa sekolah, penting bagi masa depan hidup kita bersama. Dengan memperkenalkan keberagaman, sikap dan pola pikir anak akan lebih terbuka untuk memahami dan lebih tulus untuk menghargai keberagaman. Anak-anak perlu diperkenalkan dengan keberagaman etnis, agama, ras, dan antargolongan dengan cara yang mudah dicerna. Cara paling murah mungkin dengan menggunakan krayon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Krayon? Ya. Ide ini dilakukan oleh Kim Troncone di Veterans Memorial Elementary School pada siswa-siswa SD kelas 1 yang diajarnya. Inspirasi ini diperolehnya dari Martin King Luther Jr.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sekedar untuk mengingatkan, Martin Luther King (15 Januari 1929 – 4 April 1968) adalah seorang pendeta penerima Nobel dan aktivis HAM. Dia adalah salah seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;King berjuang melawan diskriminasi rasial. Dalam seluruh aksinya, ia mengikuti prinsip-prinsip Mahatma Gandhi untuk menghindari kekerasan. Untuk beberapa tahun, ia membuat kesuksesan besar, tetapi secara berangsur-angsur orang-orang kulit hitam muda untuk menjauhinya karena mereka tidak dapat menerima paham antikekerasannya dan. Sebaliknya, King tidak pernah berhenti dan sebaliknya semakin meluaskan programnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana Kim Troncone mengajarkan pentingnya keberagaman dengan menggunakan media krayon?&lt;br /&gt;Ketika siswa-siswa siap untuk menggambar mereka membuka kotak krayon dan terheran-heran karena hanya menemukan satu batang krayon! Mereka hanya mendapat satu karyon masing-masing dan mereka harus menggambar hanya dengan satu batang krayon tersebut. Ini adalah awal dari pelajaran tentang keberagaman.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Seorang anak mencoba sebisanya menggambar dengan hanya satu krayon. Tak lama kemudian ia langsung berkomentar, ”Satu krayon tidak asyik. Tidak banyak yang bisa kita lakukan dengan satu krayon.” Seorang anak hanya punya satu krayon warna hitam dan ia hanya bisa menggambar tenda berwarna hitam. Seorang anak yang lain dapat krayon warna hijau dan bisa menggambar lebih banyak, seperti rumput, anggur, dan bahkan mahkota. Tapi ia tidak bisa berkreasi lebih banyak lagi. Kim kemudian memberi mereka sisa krayon yang lain.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian anak-anak itu dapat menggambar jauh lebih banyak dan lebih menyenangkan. Mereka bisa menggambar mobil biru, tempat bermain, tempat bermain gantung, dan pohon. Dengan krayon yang lengkap mereka bisa menggambar jauh lebih banyak, lebih baik, dan lebih mengasyikkan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Setelah itu mereka diajak membaca sebuah buku berjudul “The Crayon Box that Talked” (Kotak Krayon Yang Berbicara). Buku itu menunjukkan bagaimana semua warna dalam kotak dapat berteman dan bekerjasama. Seorang anak bercerita dengan antusias tentang isi buku itu. “Pada mulanya masing-masing krayon tidak suka satu sama lain. Tapi akhirnya mereka saling menyukai satu sama lain. Masing-masing krayon punya kelebihan,” ujar si anak. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Setelah sama-sama membaca buku, aktivitas berikutnya adalah mengisi poster besar yang berbunyi, ”Impian saya adalah …” dan anak-anak itu menambahkan dengan kata-kata, ”…orang kulit coklat dan putih bermain bersama di taman bermain.” Ada juga yang menambahkan “…punya teman yang berbeda denganku”. Yang paling membuat Kim Troncone terharu adalah tulisan ini, “Dr. King (Martin Luther King) hidup lagi”.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Berikutnya anak-anak ini diminta untuk bercerita dan menyampaikan apa yang membuat mereka berbeda dengan yang lain. Bersahut-sahutan mereka menjawab ragam perbedaan seperti warna mata, warna rambut, warna kulit, dan lain-lain. Di bagian akhir, anak-anak ini diminta untuk menyampaikan apa yang membuat mereka sama antara satu dengan yang lain. Seorang anak yang paling berani berkomentar, ”Menjadi lain adalah luar biasa”. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Keberagaman adalah realita yang indah. Sudah menjadi kewajiban kita, para orangtua untuk memperkenalkannya pada anak-anak. Lalu lihatlah hasilnya, anak-anak kita akan menjadi pribadi yang menerima dan menghargai keberagaman. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; text-align:justify"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Disadur dan disunting seperlunya dari satriadharma.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:11.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-6985436714545739734?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/6985436714545739734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=6985436714545739734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6985436714545739734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6985436714545739734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/mengajarkan-keberagaman-dengan-krayon.html' title='Mengajarkan Keberagaman dengan Krayon'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWDCmmmM-I/AAAAAAAAAZI/seInhMseXD4/s72-c/Hal+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-9106278919434262982</id><published>2009-10-14T00:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T00:48:12.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman'/><title type='text'>Love after the Wedding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBxyQehkI/AAAAAAAAAZA/zshIKEyc6Vc/s1600-h/Hal+11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBxyQehkI/AAAAAAAAAZA/zshIKEyc6Vc/s320/Hal+11.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392358821150492226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h2 style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" font-weight: normal; font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;erbicara tentang cinta setelah menikah, kita dihadapkan untuk berefleksi tentang kualitas cinta kita terhadap pasangan hidup kita. Sejauh mana kita menyadari pasang-surutnya cinta kita setelah menikah. Tidak jarang cinta kita terhadap pasangan seringkali berubah menjadi perasaan. Kita harus cepat menyadari bila hal ini terjadi untuk mencegah hal ini menjadi berkelanjutan. Soal perasaan, yang harus kita miliki adalah “cinta walaupun” dan bukannya “cinta karena”. Ketika kita memiliki cinta karena, kita akan kehilangan cinta itu jika alasan kita mencintainya sudah tidak lagi pasangan yang kita miliki. Misalnya kita mencintainya karena pasangan kita selalu mendengarkan masalah kita. Ketika pasangan kita sudah terlalu sibuk untuk itu, masihkah kita mencintainya? Kita harus tulus dan tidak mengharapkan apa-apa darinya. Boleh-boleh saja pasangan kita memiliki kelebihan yang kita sukai, tapi kita tidak ingin mengambil manfaat dari kelebihannya itu. Misalnya kita menyukai ketekunannya berdoa, tapi kita tidak berharap pasangan kita akan mendoakan kita di setiap doanya. Kita mencintainya walaupun pasangan kita berubah. Ingat, cinta itu komitmen. Perasaan pasti akan pudar, tapi bila kita telah berkomitmen, hubungan kita akan langgeng.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span style="  ;font-family:Calibri, sans-serif;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jangan lupa pula untuk melibatkan Tuhan dalam proses setelah menikah. Selalu tanyakan kepada Tuhan, bagaimana agar aku mampu memberikan hidupku bagi pasanganku? Apakah setelah menikah, cinta kita terhadap pasangan kita semakin bertambah atau mulai berkurang? Apakah kita lebih sering mengecewakan pasangan kita atau sebaliknya. Dan banyak pertanyaan refleksi yang bisa kita renungkan berkaitan dengan kualitas cinta kita setelah menikah? Proses pergumulan ini mungkin berlangsung lama, kita harus minta banyak petunjuk untuk mengerti kehendak Tuhan. Tapi percayalah,&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-bidi-border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cmfont-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;that is worth it&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;. Tuhan tidak akan menyia-nyiakan kita.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span style="  ;font-family:Calibri, sans-serif;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Yang jelas, janganlah kita tertipu dengan gambaran cinta yang ditanamkan dunia. Karena dunia mengajarkan bahwa cinta itu adalah keromantisan, cinta tergila-gila sehingga dunia serasa milik berdua, cinta itu manis, cinta itu fisik. Dan pada akhirnya kita lupa bahwa kita tidak boleh mencari cinta di luar Allah. Padahal cinta yang dewasa, cinta yang sejati adalah cinta kasih di dalam Allah. Menikah bukan sekedar makan malam yang romantis berdua, tetapi juga berdoa bersama, ke gereja bersama, saling mendoakan – bukan hanya untuk diri kita, tapi terlebih untuk pasangan kita. Kalaupun ada keromantisan, itu hanyalah bumbu yang tidak boleh kita utamakan. Utamakan intisari dari hubungan kita sendiri bersama pasangan!&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span style="  ;font-family:Calibri, sans-serif;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam berelasi dengan pasangan, haruslah seimbang antara relasi kita terhadap Tuhan dengan pasangan. Jangan letakkan pasangan kita di posisi tertentu yang menghalangi posisi Tuhan. Demikian juga jangan memberikan pembenaran diri atas nama Tuhan yang bisa melukai relasi kita dengan pasangan. Prioritas pertama kita, sampai kapan pun juga, tetap Tuhan, tapi tanpa kasih kepada pasangan sebagai karunia Tuhan yang terindah bagi kita, semua itu menjadi sia-sia. Dan jadikanlah hubungan kita sehat. Kita dan pasangan saling membangun. Demikian juga bersama Tuhan. Hubungan yang ideal adalah sehat secara vertikal (antara kita dengan Allah) maupun sehat secara horizontal (antara kita dengan pasangan). Kalau salah satu hal di atas tidak seimbang, bisa jadi kita menjadi “married single” artinya menikah tapi hidup sendiri- sendiri, padahal yang diinginkan Tuhan adalah agar kita menjadi ”couple” (pasangan) yang satu hati dan satu roh. Dalam kesatuan ini, kita tidak menuntut dan tidak dituntut untuk menjadi ini atau itu, tetapi kita masing-masing mau berubah bila itu memang baik. Kita mau berubah bukan hanya untuk pasangan kita tapi pertama-tama untuk kemuliaan Tuhan. Sadarilah pula bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Pasangan kita mungkin sekali sering menyakiti kita, tapi selalu berpikirlah positif bahwa pasangan kita tidak pernah bermaksud untuk melakukan itu, mungkin itu sesuatu yang di luar kemampuannya. Kita pun bisa melakukan hal yang sama. Keburukan kita dan pasangan kita pula yang membuktikan bahwa hanya Tuhan yang Maha Sempurna, karena itu kita membutuhkan Tuhan di setiap waktu.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left;margin-top: 0cm; margin-right: 0cm; margin-left: 0cm; margin-bottom: 0.0001pt; vertical-align: baseline; "&gt;&lt;span style="  ;font-family:Calibri, sans-serif;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bagaimana bila hubungan kita tetap gagal? Percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah untuk kita berdua. Pasti kita mendapatkan sesuatu dari hubungan tersebut, entah kita menjadi lebih memahami sesuatu atau mungkin menjadi lebih dewasa. Yang jelas, janganlah membiarkan masalah menjadi berlarut-larut antara kita dengan pasangan dengan alasan apapun, entah itu pekerjaan, mertua, karir, anak, seks, keuangan, dll. Bagaimanapun, pasangan kita adalah instrumen yang dipakai Allah untuk mengajar kita. Lagipula, kalau hubungan kita dengannya cukup sehat, kita tidak akan merasa terlalu sakit hati. Tetap doakanlah pasangan kita, agar pasangan kita semakin dekat dengan Allah yang pada akhirnya akan membantu relasi dengan kita sendiri..&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=" color: black; border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-color: windowtext; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left- border-top-width: 1pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; padding-top: 0cm; padding-right: 0cm; padding-bottom: 0cm; padding-left: 0cm; font-family:Calibri, sans-serif;color:windowtext;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Steph Gabriel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="  ;font-family:Calibri, sans-serif;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;katolisitas.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:11.0pt;color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-9106278919434262982?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/9106278919434262982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=9106278919434262982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9106278919434262982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9106278919434262982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/love-after-wedding.html' title='Love after the Wedding'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBxyQehkI/AAAAAAAAAZA/zshIKEyc6Vc/s72-c/Hal+11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-3791790284881253885</id><published>2009-10-14T00:41:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:44:23.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Anak Jadi Nasionalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBRbtvB1I/AAAAAAAAAY4/9njCuNfNzPc/s1600-h/Hal+16.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBRbtvB1I/AAAAAAAAAY4/9njCuNfNzPc/s320/Hal+16.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392358265343379282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbedaan latar belakang budaya rupanya tidak menjadi hambatan bagi pasangan Aloysius Primus Evangelius Assan (35) dan Agnes Brigitta Sri Laksmini (35) dalam menjalani bahtera rumah tangga. Evan yang asli Flores dan Laksmi yang campuran Bali-Banjarmasin-Tionghoa sejauh ini cukup mampu berkompromi dengan segala perbedaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kepada Harmoni, pasutri warga paroki Kristus Raja ini mengurai kisah-kisah unik di balik kehidupan perkawinan mereka. “Kami jadi bisa saling belajar satu sama lain, yang tadinya tidak tahu Imlek, sekarang jadi tahu,” papar Evan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Saya juga jadi tahu poco-poco (tarian, red),” ujar Laksmi, pemilik konselor biro psikologi dan juga Guru Bimbingan dan Konseling SMAK St. Louis I. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi mereka latar belakang adat dan budaya masing-masing tetap ingin mereka pertahankan, tetapi bukan menjadi hal yang prinsip dan tidak dapat ditawar. Hal ini nampak dari cara mereka mendidik anak semata wayang, Michelle Placidia Evangelista Assan (4). “Michelle ini lebih nasionalis,” gurau Laksmi. Anak tetap mereka perkenalkan dengan budaya yang ada agar bisa saling menghormati, tetapi lebih fleksibel dalam penerapannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menyikapi perbedaan ini, Evan dan Laksmi yang sedang sibuk merintis usaha barunya ini berusaha untuk saling toleran-si satu dengan yang lain. “Kuncinya adalah saling mau bertanya. Kami dan keluarga masing-masing sangat terbuka, terutama untuk belajar,” ungkap Laksmi menutup perbincangan dengan Harmoni. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-3791790284881253885?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/3791790284881253885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=3791790284881253885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3791790284881253885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3791790284881253885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/anak-jadi-nasionalis.html' title='Anak Jadi Nasionalis'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWBRbtvB1I/AAAAAAAAAY4/9njCuNfNzPc/s72-c/Hal+16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-4382917627612156635</id><published>2009-10-14T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T00:41:47.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Keluarga Bhinneka Tunggal Ika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWAo7menPI/AAAAAAAAAYw/PTtY0-B5CEU/s1600-h/Hal+17.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWAo7menPI/AAAAAAAAAYw/PTtY0-B5CEU/s320/Hal+17.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392357569528241394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Andreas Fanny Ferianto (31) dan Angelica Chrisna Viriyanti (28) tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melangkah menuju pelaminan. Tidak ada kendala dan halangan dari masing-masing keluarga mereka yang berbeda. Hal ini karena sejak awal mereka sudah terbiasa hidup dalam keberagaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keluarga besar pasutri umat paroki Gembala Yang Baik ini terbentuk dari berbagai suku dan keyakinan yang berbeda-beda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Keluarga besar Fanny, adalah campuran keturunan Tionghoa, Jawa, Bali, Batak. Demikian pula dengan keluarga Chrisna yang Muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Biasanya di hari-hari besar keagamaan, mereka saling mengunjungi dan mengucapkan selamat. “Semua orang perlu bersilaturahmi, karena setiap pribadi selalu ingin dihargai dan wajib saling menghargai. Tidak ada masalah dengan perbedaan, selama tidak dibeda-bedakan,” kata Chrisna, perempuan asli Madiun. Menurut Fanny, tradisi saat Idul Fitri yaitu saling mengunjungi dan memaafkan, juga diajarkan dalam tradisi umat Katolik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasangan yang menikah di gereja St Cornelius Madiun empat bulan lalu ini patut bersyukur karena memiliki keluarga Bhineka Tunggal Ika. Dengan begitu mereka menjadi lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tidak ada kecanggungan saat harus berinteraksi dan beraktivitas bersama orang lain yang berbeda suku maupun agama. Sikap ini tentunya yang akan mereka tanamkan kelak pada putra-putri mereka.(*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-4382917627612156635?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/4382917627612156635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=4382917627612156635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/4382917627612156635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/4382917627612156635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/keluarga-bhinneka-tunggal-ika.html' title='Keluarga Bhinneka Tunggal Ika'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWAo7menPI/AAAAAAAAAYw/PTtY0-B5CEU/s72-c/Hal+17.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-163834128627285903</id><published>2009-10-14T00:35:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:39:03.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Kumpul Setiap Natal, Lebaran dan Imlek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWABBnO9hI/AAAAAAAAAYo/xtDKOcadxhU/s1600-h/Hal+18.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWABBnO9hI/AAAAAAAAAYo/xtDKOcadxhU/s320/Hal+18.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392356883947255314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jalan menuju jenjang pernikahan bagi pasangan Harmoni kita kali ini tidaklah mudah untuk ditempuh. Sejak awal Siprianus Yudhi Handoko (46) dan Andrea Pricillia Ima Herawati (52) harus menghadapi tantangan dari pihak keluarga yang kurang menyetujui hubungan keduanya karena perbedaan yang ada. Keinginan orang tua agar anaknya mendapatkan jodoh yang berlatar belakang sama, bertolak belakang dengan niat mereka yang terbiasa berkecimpung di lingkungan madani. Dukungan justru mereka dapatkan dari rekan-rekan Mudika dan umat Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di tengah pertentangan dengan orangtua, mereka memasrahkan diri pada Tuhan. Pasangan yang telah dikaruniai Vincensia Clairine Dione Hanantan (16) dan Fidelis Abee Hanantan (14) ini tak henti-hentinya berdevosi melalui doa Novena dan Rosario (kebiasaan yang berlanjut hingga sekarang). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hasilnya, setelah 4 tahun pacaran dan berkonsultasi dengan romo pendamping, pasangan Tionghoa-Jawa ini memutuskan untuk menikah. Mereka dituntut untuk menjadi keluarga yang benar-benar mandiri, sebab dengan cara inilah mereka dapat membuktikan kepada keluarga besar bahwa perbedaan itu sama sekali tidak mengendurkan tanggung jawab yang mereka emban setelah menerima Sakramen pernikahan kudus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kehadiran dua orang anak bagi umat paroki Salib Suci Tropodo ini menjadi berkat yang luar biasa. Kehadiran anak mampu mencairkan konflik yang dialami orangtua. Setelah anak-anak beranjak besar, masing-masing keluarga pasutri ini telah mampu menerima keberadaan mereka, bahkan memberikan kasih sayang yang berlimpah kepada anak-anak mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bahkan setelah itu, mereka mempunyai tradisi mudik yang baru; saat Natal, mereka berkunjung ke Malang (kediaman keluarga Yudhi), sebaliknya saat Lebaran dan Imlek, mereka sekeluarga berkumpul di Bojonegoro (kediaman orangtua Ima).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pasangan yang telah membina rumah tangga sejak silam ini berpendapat bahwa sebagai orang Katolik, dimanapun kita berada, hendaknya kita mengembangkan sikap tenggang rasa dan membangun keakraban dengan orang-orang sekitar, sebab hal ini adalah wujud dari iman kita. Demikian pula mereka mengajarkan kepada putra-putri mereka untuk membina hubungan baik dengan semua orang walaupun berbeda latar belakangnya.(*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-163834128627285903?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/163834128627285903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=163834128627285903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/163834128627285903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/163834128627285903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/kumpul-setiap-natal-lebaran-dan-imlek.html' title='Kumpul Setiap Natal, Lebaran dan Imlek'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StWABBnO9hI/AAAAAAAAAYo/xtDKOcadxhU/s72-c/Hal+18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5311434827749673800</id><published>2009-10-14T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T00:35:49.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Makin Beragam, Makin Kaya Budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV_PzrshmI/AAAAAAAAAYg/SPv590n3qZo/s1600-h/Hal+19.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV_PzrshmI/AAAAAAAAAYg/SPv590n3qZo/s320/Hal+19.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392356038394283618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah kontak beberapa kali namun tidak pernah bertemu langsung, Harmoni akhirnya berhasil menjumpai Marian Rosidi (42) wanita aktif salah satu pemilik Diamond Dance Group yang sangat padat aktivitasnya ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memiliki ayah seorang pelaut yang seringkali harus bepergian ke banyak tempat membuat wanita kelahiran Surabaya ini tumbuh dalam pendidikan yang sangat liberal. Meski kedua orangtuanya masih memiliki garis keturunan Tionghoa, Marian tidak pernah dibiasakan untuk belajar dan menghidupi tradisi Cina. Itulah mengapa, keluarganya tidak pernah merayakan Tahun Baru Cina secara khusus. Bebas, terbuka, dan menghormati pilihan orang lain adalah kultur yang selalu dibangun dalam keluarganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak heran bila keberagaman bukan barang asing baginya. Anak kedua dari empat bersaudara perempuan ini bercerita bila kakaknya yang pertama (sekarang tinggal di Palu), menikah dengan pendeta asli Toraja. Adik perempuannya yang ketiga menikah dengan pria keturunan Indonesia-Jerman, sedangkan adiknya yang terakhir menikah dengan pria Jawa sama seperti dirinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Meski mengaku tidak memiliki cerita unik di dalam keluarga besarnya, Istri dari Edwin Eriyanto (47) ini dengan bersemangat bercerita tentang suasana saat keluarga besarnya berkumpul. Gaya bicara dan penyebutan istilah tertentu yang berbeda dari masing-masing daerah sempat menjadi bahan bercanda di keluarga besarnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentang menu makanan yang biasa disantap ketika berkumpul, Ibu dari Narulita Josefa Eriyanto (13) dan Pierre Edward Eriyanto (6) ini mengungkapkan, “biasanya kalau kumpul, kami makan di luar. Kami makan masakan chinese food atau makanan apa saja yang semua suka. Suami adik saya yang Indo-Jerman juga suka masakan Indonesia. Dia sangat Indonesia,” imbuhnya dengan tersenyum. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Umat Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel ini memaknai keberagaman sebagai hal yang makin melengkapi. “Dengan keberagaman kita akan semakin kaya dalam pengetahuan dan budaya,” tutur wanita yang hobi menari, main musik, dan olah raga ini. (*)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;M. Ch. Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5311434827749673800?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5311434827749673800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5311434827749673800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5311434827749673800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5311434827749673800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/makin-beragam-makin-kaya-budaya.html' title='Makin Beragam, Makin Kaya Budaya'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV_PzrshmI/AAAAAAAAAYg/SPv590n3qZo/s72-c/Hal+19.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-277661685895605569</id><published>2009-10-14T00:30:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:32:47.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Tetap Tak Lupa Asal-Usul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV-ikTf6LI/AAAAAAAAAYY/rbsUiVOVRes/s1600-h/Hal+21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV-ikTf6LI/AAAAAAAAAYY/rbsUiVOVRes/s320/Hal+21.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392355261172148402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Membentuk keluarga kecil yang bahagia adalah cita-cita setiap orang, tak terkecuali pasangan Benediktus Benny Yulianto Kaboel (34) dan Monica Putri Astuti (32). Ditemui Harmoni di kediamannya, pasutri warga paroki Kristus Raja yang telah dikaruniai 2 anak, Ferdinand Feodore Flavius (2) dan Giovanni Dimas Imantaka (1) ini mengurai&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kisah seputar kehidupan perkawinannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Enam tahun masa pacaran dan tiga tahun usia perkawinan telah membuat pasutri ini kian matang. Hal ini nampak dalam sikap keduanya yang selalu tenang dan bersahaja. Latar belakang suku dan budaya yang berbeda dari masing-masing keluarga tak lantas memunculkan jarak antara keduanya. Sikap toleransi dan saling menghargai senantiasa dijunjung tinggi. “Kami selalu diskusi lebih dulu sebelum menghadiri acara keluarga masing-masing, bagaimana sebaiknya supaya tidak salah bersikap,” tutur Benny.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada akhirnya, Benny yang seorang wiraswastawan dan Putri, karyawan RSK St. Vincentius A Paulo ini ingin membentuk keluarga kecil dengan konsep yang telah mereka sepakati sendiri. “Keluarga masing-masing hanya akan memberi dukungan,” tambahnya. Termasuk dalam hal mendidik anak-anak, keduanya cukup demokratis namun tidak terlepas dari latar belakang budaya masing-masing. “Anak-anak tetap memanggil orang tua saya 'Enkong' dan 'Mak', demikian juga dengan orang tua Putri, 'Mbah uti' dan 'Mbah kung'”. Cukup unik, pasutri ini ingin agar anak-anak mereka tak lupa asal-usulnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi pasutri Tionghoa-Jawa ini, yang terpenting adalah senantiasa menjaga hubungan baik antara keluarga masing-masing serta mampu membuktikan yang terbaik bagi setiap anggota keluarga. (*)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-277661685895605569?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/277661685895605569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=277661685895605569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/277661685895605569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/277661685895605569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/tetap-tak-lupa-asal-usul.html' title='Tetap Tak Lupa Asal-Usul'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV-ikTf6LI/AAAAAAAAAYY/rbsUiVOVRes/s72-c/Hal+21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5908753246394607307</id><published>2009-10-14T00:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T00:30:00.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Menerima Perbedaan, Memperkaya Tiap Pribadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV97E_j4yI/AAAAAAAAAYQ/zJin7NH-lLw/s1600-h/Hal+22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV97E_j4yI/AAAAAAAAAYQ/zJin7NH-lLw/s320/Hal+22.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392354582752125730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hangat, bersahabat, dan terbuka, itulah kesan yang tampak ketika berkun jung ke kediaman pasangan Youdy Poluakan (36) dan Erry Dianna (36).&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Keluarga besar umat paroki St. Stefanus ini sangat beragam. Erry bercerita bila adiknya yang kedua menikah dengan pria yang asal Flores dan adiknya yang ketiga menikah dengan pria Batak. Erry sendiri, yang Jawa tulen, menikah dengan Youdy yang asli Manado pada 5 September 1999 silam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Perbedaannya tidak terlalu mencolok karena mereka sudah lama tinggal di Surabaya. Jadi, kebiasaannya juga hampir sama, bahkan bisa berbahasa Jawa juga,” tutur Ibu dari Santa Theresia/Bunga (8), Santa Sisilia/Bening (6), dan Santa Lusia/Biru (4) ini. Meski demikian, Erry sempat ingin mengubah kebiasaan yang tidak disukainya dari sang suami, yaitu nada bicara keras. “Sebetulnya Kak Oudy bukan marah, tetapi nadanya saja yang keras jadi seperti sedang marah. Waktu pacaran, rasanya ingin sekali mengubah kebiasaannya itu tetapi hingga hari ini kami satu sama lain tidak saling terpengaruh. Tidak ada yang berubah,” ujar wanita yang berpacaran dengan Youdy sejak SMA .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wanita karier yang suka sekali mengikuti program self healing ini mengungkapkan kuncinya ia temukan ketika membaca sebuah kalimat bijak “jangan punya keinginan mengubah apapun, tetapi terimalah perbedaan apapun”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Setelah membaca itu, kami mulai belajar menerima setiap perbedaan. Ketika semua hal itu diterima dengan lapang hati, kami merasa lebih 'ringan' untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ungkap wanita yang hobi membaca ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagi keluarga ini, keberagaman makin memperkaya tiap pribadi di dalamnya. Bagaimana tidak? Keberagaman telah mengantar keluarga ini memiliki lembaga musik dan seni “Crescendo” di jalan Manukan Tengah 9 Km No. 6. Lembaga ini dikelola semua anggota keluarga. Dalam keberagaman, mereka saling mengisi satu dengan yang lainnya. Keberagaman membuat mereka terus bergerak maju. (*)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;M. Ch. Reza Kartika&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5908753246394607307?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5908753246394607307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5908753246394607307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5908753246394607307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5908753246394607307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/menerima-perbedaan-memperkaya-tiap.html' title='Menerima Perbedaan, Memperkaya Tiap Pribadi'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV97E_j4yI/AAAAAAAAAYQ/zJin7NH-lLw/s72-c/Hal+22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-7949996114557424843</id><published>2009-10-14T00:22:00.002-07:00</published><updated>2009-10-14T00:25:50.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesaksian'/><title type='text'>Orang Katolik Ternyata Tidak Menyembah Patung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV8v87Oq8I/AAAAAAAAAYI/PLJ5t674Ky0/s1600-h/Hal+28.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV8v87Oq8I/AAAAAAAAAYI/PLJ5t674Ky0/s320/Hal+28.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392353292096285634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color: rgb(34, 34, 34);   font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Shalom, nama saya Sigrit. Lengkapnya Sigrit Rahayu Kusumawati (banyak yang bilang semakin ke belakang namanya semakin jawa, padahal saya bukan orang Jawa&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;loh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;). Saya dilahirkan di Denpasar 10 Juni, 28 tahun yang lalu. Papi saya orang Bali asli seorang pekerja keras, dan sangat disiplin. Mami saya orang Finlandia, seorang ibu rumah tangga, seorang pelayan Tuhan yang sejati. Keluarga besar saya di Bali adalah keluarga Kristen Protestan yang giat melayani, bahkan rumah kami di kampung dijadikan gereja. Dari merekalah saya mengenal Kristus, sebagai seorang Protestan. Saya hanya mengetahui sedikit sekali tentang kampung halaman saya, karena setelah saya berumur lima tahun, kami sekeluarga pindah ke Jakarta, awal-awal di Jakarta pun kami harus berpindah-pindah tempat untuk kontrak rumah atau numpang dirumah saudara, sebelum akhirnya setelah saya duduk dikelas 3 SD saya benar-benar merasakan punya rumah sendiri. Tidak banyak kenangan yang saya dapat ingat mengenai masa kecil saya, mungkin karena terlalu sering pindah rumah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Boleh dikatakan keadaan keluarga saya adalah&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;broken home&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;, karena komunikasi antar keluarga terutama suami istri tidak berjalan sebagaimana mestinya.&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Broken home&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;bukan karena orang tua bercerai. Saya anak ke dua dari tiga bersaudara. Saya memiliki kakak perempuan dan adik laki-laki. Saya dan Kakak saya berjarak tiga tahun, sedangkan dengan adik saya, emapat tahun. Ada yang khusus dengan adik saya, dia penderita&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Down Syndrome &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;(mungkin disinilah awal kekecewaan papi terhadap anak harapannya). Mungkin anda beranggapan saya pastilah memiliki panutan seorang kakak perempuan. Namun anda salah besar, karena kakakku adalah seorang pemberontak. Ya, karena pergaulan yang tidak benar dan kurangnya control dari orangtua, dia hamil di luar nikah waktu SMA (saya masih SMP waktu itu).&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saking&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kecewanya, Papi akhirnya memborbardir saya dengan pernyataan yang diulang-ulang seperti ini: “Lihat, kakakmu sudah begitu, dan adikmu sudah tidak mungkin diandalkan, maka kamu harus jadi orang yang berhasil supaya ada yang bisa dibanggakan dari keluarga ini.” Bayangkan, anak ABG 14 tahun sudah didoktrinasi semacam ini. Saya pun tumbuh menjadi orang yang sangat penurut karena takut, seorang yang tidak dapat mengambil keputusan sendiri, seorang pencemas dan pemikir, seorang yang selalu penuh dengan kekhawatiran. Jadilah saya seperti orang yang merasa tidak mempunyai pegangan, tidak memiliki seseorang yang dapat saya andalkan, selain teman-teman saya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Namun, saya adalah anak yang pintar dan di balik kecemasan saya, saya berpura-pura menjadi seseorang yang sangat ramah, agar orang-orang tidak tahu saya sedang sedih. Ya, seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda. Sejak SMP, setiap selesai sekolah saya tidak pernah langsung pulang ke rumah. Saya pasti ke rumah teman sampai sore, dan baru pulang rumah setelah jam enam sore. Saya paling malas ke sekolah minggu karena saya berpikir dari Senin sampai Sabtu saya sudah sekolah, masak hari Minggu saya harus sekolah lagi, kapan liburnya…..? Dengan berbagai alasan saya selalu menolak.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sampai pada suatu hari saya berkenalan dengan seorang teman baru di SMP saya. Dia yang akhirnya memperkenalkan kembali konsep keTuhanan dan Gereja kepada saya. Saya diajak ke gereja tempat dia biasa kebaktian, sebuah Gereja Pantekosta. Hasilnya luar biasa, saya lama-lama menjadi aktif sekali di sana, malah lebih aktif dari teman saya itu, entah itu merupakan suatu panggilan atau hanya pelarian. Saya menjadi singer, menjadi Guru Sekolah Minggu dan mengajar menari. Hal tersebut berlanjut samapai saya di SMA. Saya aktif di organisasi Kristen di sekolah, termasuk anak yang paling berpengaruh di lingkungan organisasi tersebut, tapi anehnya, cara hidup dan tingkah laku saya sama sekali tidak memcerminkan anak Tuhan. Tetapi&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;border:none windowtext 1.0pt; mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;toh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;menurut saya waktu itu, melayani Tuhan dan pergaulan saya adalah dua hal yang sangat berbeda dan keduanya tidak dapat dicampuradukkan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menjelang kelas 3 SMA Papi saya bertanya, karena beliau merasa ‘aneh’ melihat saya sangat santai, tidak pernah ikut bimbingan belajar untuk UMPTN. “Sigrit, kamu mau kuliah di mana nanti?” Dengan enteng saya menjawab, “Mau di Tarakanita saja Pi, jurusan sekretaris, biar kuliah tiga tahun saja bisa langsung kerja, jadi Papi ga repot”. Ya, saya sudah menyiapkan semuanya, saya sudah tau saya akan kuliah di Tarakanita. Karena jarak antara kampus dan rumah sangat jauh, maka saya minta masuk asrama. Alasannya,  supaya tidak terlambat kuliah. Padahal ini hanya merupakan salah satu alasan untuk “melarikan diri dari rumah”. Dengan tekad bulat saya tidak ikut UMPTN, saya tidak ikut test masuk perguruan tinggi manapun, kecuali test masuk Tarakanita. Malamnya sesudah selesai test saya berdoa dengan sungguh-sungguh. Sepertinya hanya doa ini yang pernah saya doakan dengan paling sungguh-sungguh masa itu! Tuhan menjawab doa saya, saya lulus dan berhasil masuk asrama.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Di asrama, saya terkaget-kaget dengan sistem pengajaran di sebuah akademi Katolik, luar biasa disiplin dan ketat. Kami semua satu angkatan terdiri dari 600 orang, jadi total di kampus itu ada 1800 orang calon sekretaris yang semuanya perempuan. Hanya segelintir orang yang masuk asrama, hanya 120 orang dari tiga angkatan. Di asrama sendiri tidak ketat, hubungan antar kami dekat sekali seperti kakak-beradik. Namun di sinilah iman Katolik saya bertumbuh. Karena menjadi anak Asrama Mediatrix, saya harus mengikuti semua kegiatan yang diprogramkan termasuk doa malam di kapel.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saya termasuk anak yang rajin ke kapel. Pertama-tama, saya melihat dan berkata dalam hati, “Cara berdoa orang Katolik aneh sekali, membosankan, begitu hening, tidak ada tepuk-tepuk tangannya, tapi&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;pada tahan ya?” Itu anggapan saya pertama kali ikut doa malam. Anehnya lagi ketika saya ikut doa rosario, batin saya berperang… apa saya sudah benar ikut-ikut doa begini, kan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;ngga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;boleh menyembah yang lain selain Tuhan, tapi kenapa kita berdoa dengan menyebut nama Maria? Kan dia juga manusia sama seperti kita… Berbulan-bulan hati saya berkecamuk.. tidak tenang, gelisah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tetapi pelan-pelan saya penasaran, saya belajar sendiri, saya bertanya dengan teman-teman, dengan pastur, dengan para biarawati yang tinggal di biara belakan kapel, lewat buku dan sebagainya. Saya belajar, bahwa orang-orang Katolik&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;menyembah Maria. Mereka menghormatinya karena Maria adalah Bunda Kristus yang sudah dipersiapkan Allah sejak awal untuk dikuduskan bagi Kristus. Orang Katolik juga menghormati Malaikat dan Orang Kudus karena mereka dekat kepada Allah dan mereka senantiasa berkomunikasi kepada Allah. Sebuah konsep yang sama sekali asing buat saya sebagai seorang Protestan, yang sama sekali tidak pernah mengenal konsep Maria dan orang Kudus, malaikat, dan sebagainya. Yang saya pelajari selama ini di gereja Protestan adalah bahwa Maria adalah manusia biasa yang dipakai Tuhan untuk melahirkan Kristus. “Kita tidak menyembah atau berdoa kepada yang lain selain kepada Kristus saja. Tidak juga berdoa kepada santo/santa karena mereka juga manusia yang pasti ada dosanya,” itu kata Pendeta saya waktu itu. Bagi gereja tempat saya beribadah, menjadi Katolik adalah sesuatu yang murtad dan “haram” karena sudah jelas-jelas menyembah patung. (Setelah saya menjadi Katolik, saya menyadari betapa kelirunya pandangan ini. Orang Katolik tidak berdoa kepada Maria dan orang Kudus, dan juga tidak menyembah patung. Orang Katolik hanya berdoa memohon agar Maria dan para orang kudus itu mendoakan mereka).&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tetapi anehnya, semakin diyakinkan oleh Pendeta saya, saya semakin merasa penasaran ingin tahu lebih banyak lagi tentang kebenaran Gereja Katolik. Saya tidak pernah ke gereja saya lagi sejak tahun kedua saya di Tarakanita. Saya jarang pulang karena situasi di rumah juga sangat tidak nyaman, karena banyak pertengkaran orang tua. Setiap minggu pagi saya selalu antusias untuk ke gereja St. Anna bersama teman-teman saya yang Katolik, walaupun tidak ikut komuni. Saya mendengarkan homili, saya merasakan tenangnya keheningan gereja, saya berdoa minta petunjuk pada Tuhan, saya harus bagaimana. Tuhan tidak langsung menjawab atau memberikan jalan. Menurut saya, Tuhan hanya ingin melihat kesungguhan saya untuk menjadi seorang Katolik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Selepas kuliah saya belum juga menjadi Katolik, tapi saya dipertemukan Tuhan oleh seorang yang luar biasa yang menunjukkan jalannya kepada saya.  Dia seorang Katolik yang taat. Darinyalah saya belajar berdoa kembali setelah lama sekali tidak berani berdoa karena bingung dan takut salah. Dia meminjamkan buku doa kecil kepada saya, dan berkata, “Buku ini adalah hadiah krisma dari pastur parokiku waktu itu. Isinya banyak doa-doa. Kamu bisa belajar berdoa lagi dari buku ini.” Dia menyarankan kalau saya serius untuk menjadi Katolik lebih baik saya belajar dalam kursus katekumen di gereja.  Akhirnya saya mendaftar kursus di Gereja dekat rumahnya. Ternyata dia yang mengajakku itu akhirnya menjadi suami saya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tuhan menjawab doa saya, saat saya minta izin menjadi Katolik kepada Mami saya. Beliau senang sekali, katanya pada calon suami saya waktu itu: “Terimakasih, kamu sudah mengembalikan Sigrit ke jalan Tuhan.” Wow, saya tidak pernah mengira akan semulus ini jalannya. Lain cerita dengan reaksi Pendeta saya. Beliau hanya diam, tapi sejak saat itu, setiap kali bertemu, beliau selalu “menyempatkan diri” untuk mengajak saya kembali ke kebaktian di gerejanya dengan berbagai cara. Sampai-sampai saya merasa&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm;padding:0cmfont-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;sepertinya dia berfikir saya dan suami saya adalah orang yang paling berdosa dan paling perlu diselamatkan dari Gereja Katolik.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Teman-teman kantor juga mulai bertanya, kenapa saya berpindah ke Gereja Katolik. Mereka pikir saya ikut-ikutan hanya karena ingin menikah dengan suami saya. Lalu saya bercerita tentang mengapa saya menjadi Katolik, mereka malah berkata, “Kamu kan tahu Gereja Katolik itu kayak apa bobroknya, masak dosa bisa dihapus pake surat?” (Setelah saya menjadi Katolik, saya mengetahui, yang dibicarakan adalah penyimpangan ajaran tentang Indulgensi, yang terjadi di abad ke-16). Saya hanya tersenyum dan berkata, “Memang di jaman dahulu terjadi penyimpangan dalam penerapan ajaran Gereja, walaupun sebenarnya, ajarannya tidak salah. Lagipula,  sekarang sudah tidak ada lagi penyimpangan itu. Dan Bapa Paus bahkan mengakui bahwa hal tersebut adalah kesalahan yang dilakukan oleh putera- puteri Gereja Katolik di masa lalu. Selanjutnya Gereja memperbaiki diri dan bertumbuh dari situ, untuk menjadi Gereja yang lebih baik. Sama seperti kita, Paus-paus terdahulu juga manusia biasa, yang bisa juga berdosa dan melakukan kesalahan, namun jangan lupa, mereka itu sudah dipilih Tuhan untuk menggantikan Rasul Petrus. Maka walaupun mereka dapat melakukan kesalahan sebagai manusia, namun pada waktu melaksanakan wewenang mengajar, mereka tidak dapat salah, karena kuasa Kristus sendiri yang menjamin demikian.” Pertanyaan seperti ini bukan hanya satu atau dua kali. Bahkan ada yang mengajak berdebat, namun saya menolak. Menurut saya percuma saja, maka saya katakan padanya, “Kalau mau cari info lebih lanjut, tanyalah kepada Pastur yang lebih tahu banyak atau baca buku, tapi jangan ajak saya debat, saya tidak mau”.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saya diterima secara resmi di Gereja Katolik 31 Juli 2004 dengan mengambil nama baptis Theresa (St. Teresa dari Kanak-kanak Yesus) karena saya sebenarnya dibaptis di gereja protestan pada bulan Oktober, bulannya St. Teresa dan saya mau meneladani semangat St. Teresa berkarya bagi Tuhan melalui hal-hal yang kecil, untuk mengasihi Tuhan dan semua orang karena Tuhan mengasihiku.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Yang saya pelajari dari menjadi Katolik adalah menjadi pribadi yang lebih stabil, tidak melayani Tuhan hanya karena pelarian, tetapi karena Tuhan sendiri. Selanjutnya, saya belajar bahwa iman harus nyata dalam perbuatan, dan bukan hanya dalam perkataan saja, agar hidup kita dapat menjadi contoh dan teladan bagi orang lain. Saya menyanggupi panggilan hidup berkeluarga, menjadi istri dan ibu yang bekerja dari dua orang anak, Sebastian 3,5 thn dan Rafael 5 bulan. Saya melayani keluarga untuk Tuhan, dan aktif menjadi pengurus Perkumpulan Katolik di gedung Sentra Mulia tempat saya bekerja.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Saya, suami dan anak pertama kami Sebastian, biasanya mengikuti misa kedua di Gereja kami St. Matius Penginjil Bintaro. Anakku selalu berusaha untuk mengikuti dengan khidmat keseluruhan misa (dengan gaya kanak-kanaknya yang menggemaskan tentunya) dan selalu antusias untuk bersalaman dengan “Opa Pastur-nya” setiap kali habis misa. Pastur Paroki ingat sekali padanya, dan selalu berpesan…, “Jadi Uskup ya kalau sudah besar.” Sebastian tersenyum senang dan saya mengaminkannya. Semoga Tuhan mengijinkan…&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:12.0pt; vertical-align:baseline"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Source : katolisitas.org&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-7949996114557424843?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/7949996114557424843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=7949996114557424843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7949996114557424843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7949996114557424843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/orang-katolik-ternyata-tidak-menyembah.html' title='Orang Katolik Ternyata Tidak Menyembah Patung'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV8v87Oq8I/AAAAAAAAAYI/PLJ5t674Ky0/s72-c/Hal+28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-556724517156849581</id><published>2009-10-14T00:17:00.001-07:00</published><updated>2009-10-14T00:22:06.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Peristiwa Penting Sesuai Usia Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV7mqYX3PI/AAAAAAAAAX4/GH3vsp6FQTM/s1600-h/Hal+33.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV7mqYX3PI/AAAAAAAAAX4/GH3vsp6FQTM/s320/Hal+33.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392352032987798770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Gunakan panduan usia yang spesifik sebagai salah satu alat bagi Anda untuk mengukur perkembangan anak secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Usia 6 Tahun:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Mayoritas anak usai ini bisa melakukan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mencapai koordinasi dan kekuatan otot untuk dapat melompat, menghindar, dan menangkap bola.&lt;br /&gt;* Mulai mengerti tentang sebab-akibat. Cara berpikir yang "gaib" alias imajinatif yang merupakan ciri khas anak usia ini, akan menghilang dengan cepat. Namun bagaimanapun, anak tetap memiliki imajinasi yang aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Memusatkan hanya pada satu masalah, pada satu saat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mulai mengerti menggabungkan huruf-huruf dan suara-suara yang membentuk kata-kata. Mereka mulai bisa menulis beberapa kata-kata dan bahkan mulai dapat membaca teks yang sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Sosialisasi dengan teman-temannya mulai meningkat meski mereka tetap tergantung pada ibu/pengasuhnya untuk setiap interaksi yang lebih pribadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Usia 7 Tahun:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mulai memperlihatkan minat pada satu gaya belajar tertentu seperti belajar berkelompok atau belajar sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Persahabatan berkembang. Biasanya dengan anak-anak lain seusianya dan dengan jenis kelamin yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Senang bergabung dengan kelompok (tari, drama, olahraga) tetapi tetap memerlukan waktu untuk sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Menyukai seni, keterampilan/kerajinan tangan, dan peran fisik yang aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Usia 8 Tahun:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Biasanya berpikir yang ini atau yang itu. Segala sesuatu sangat bagus atau sangat jelek, cantik atau jelek, benar atau salah. Anak-anak memusatkan perhatiannya pada satu hal dan pada satu saat, yang membuat mereka sulit bisa mengerti hal-hal yang lebih kompleks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Membaca kalimat sederhana sebanyak 2 sampai 7 kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Senang berada di antara teman-temannya. Ada yang senang ikut dalam suatu kelompok tertentu seperti tim sepak bola.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Perubahan emosi yang cepat. Jika anak tiba-tiba marah, hal ini umum terjadi. Sebagian besar anak pada usia ini menunjukkan sikap kritis terhadap orang lain. Terutama terhadap orang tuanya. Mereka tampak dramatis dan kadang-kadang kasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Pengucapan kata-kata yang tepat dan penggunaan tata bahasa yang betul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mayoritas telah mampu berkomunikasi dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV74sDPZhI/AAAAAAAAAYA/tsrnMLNDDmo/s1600-h/Hal+34.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV74sDPZhI/AAAAAAAAAYA/tsrnMLNDDmo/s320/Hal+34.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392352342673679890" /&gt;&lt;/a&gt;Usia 9 Tahun:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Berpikir lebih mandiri dan kemampuan dalam mengambil keputusan semakin berkembang. Hal ini mempengaruhi kemampuan cara berpikir yang kritis dan keterampilan untuk mempertimbangkan lebih dari satu perspektif pada saat yang bersamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mulai memiliki persahabatan yang penuh kasih dan kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Telah mencapai kepekaan empati yang kuat mengerti dan peka terhadap perasaan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Rasa ingin tahu mengenai hubungan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Rasa ketertarikan pada lawan jenis mulai tumbuh, meski sebagian anak menyangkalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Cara berbicara dan mengucapkan kata-kata sudah semakin jelas dan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Meningkatnya minat pada olahraga berkelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Gemar menggambar, melukis, senang membuat perhiasan, atau mencoba kegiatan lain yang menggunakan keterampilan motorik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Usia 10 Tahun:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Mengenal tanggal dengan baik (minggu, hari, bulan, dan tahun).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Senang bergaul, berteman, dan mempunyai sahabat sesama jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Tetap senang melakukan kegiatan yang dilakukan berkelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Tetap menyangkal minat mereka terhadap lawan jenis. Tetapi di sisi lain, mereka memperlihatkan sikap mengganggu atau bersikap aneh-aneh untuk menarik perhatian lawan jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Cara berbicara yang mulai mendekati cara berbicara orang dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Kadang-kadang mencari majalah-majalah atau buku-buku untuk topik-topik tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;* Memperlihatkan perkembangan yang baik dalam mengendalikan otot besar dan kecil. Sebagian akan gemar melakukan kegiatan yang menggunakan otot seperti basket, menari, sofbol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Source : tabloidnova.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-556724517156849581?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/556724517156849581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=556724517156849581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/556724517156849581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/556724517156849581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/peristiwa-penting-sesuai-usia-anak.html' title='Peristiwa Penting Sesuai Usia Anak'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV7mqYX3PI/AAAAAAAAAX4/GH3vsp6FQTM/s72-c/Hal+33.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-1287181587381495834</id><published>2009-10-14T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T00:17:09.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeda'/><title type='text'>Urban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV62TV2XSI/AAAAAAAAAXw/PidH_px3iDU/s1600-h/Hal+36.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV62TV2XSI/AAAAAAAAAXw/PidH_px3iDU/s320/Hal+36.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392351202169478434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengapa setiap selesai Lebaran orang desa berbondong-bondong ke kota? Yang sudah mendapat pekerjaan mapan di kota, pulang ke desa untuk mengajak dua-tiga orang kerabatnya datang ke kota. Mengapa pula orang-orang muda dari desa yang kuliah di kota-kota besar enggan kembali ke desa setelah lulus? Mengapa “semangat merantau” yang dulu berkobar-kobar di dada mereka, tidak cukup kuat mengubah orientasi hidup mereka untuk membangun desa? Pertanyaan-pertanyaan ini menggelisahkan saya setiap tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jawabannya mungkin sudah kita ketahui bersama-sama; industrialisasi dan gaya hidup. Dua hal itulah yang tiap tahun menguras orang-orang desa dan membuat kota semakin sesak. Yang saya maksud dengan industrialisasi adalah peluang kerja, peluang berusaha, peluang berelasi dan peluang permodalan serta perputaran uang yang dinamis. Lalu yang saya maksud dengan gaya hidup adalah kesempatan menikmati hidup yang modern, nyaman, berbudaya, lebih terorganisir dan terjadwal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Tapi –dan inilah yang menjadi pokok pikiran tulisan pendek ini– industrialisasi dan gaya hidup adalah ciptaan manusia.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Penciptanya dapat kita sebut urban founders (pendiri kota). Mereka dapat kita kenali dalam tiga golongan besar; pengusaha kelas menengah, pejabat pemerintah lokal dan pemilik perusahaan raksasa.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Sayang sekali, watak urban founders di semua kota besar di Indonesia nyaris sama. Pengusaha kelas menengah terus menumpuk modal dan kekayaan. Pejabat pemerintah tidak profesional dan korup. Konglomeratnya terus ingin berekspansi dan “menjajah” tempat-tempat baru.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perpaduan ketiga watak itu membuat urbanisasi menjadi ritual tahunan yang merepotkan banyak orang. Selama “gula” yang dihidangkan tidak pernah dipindah dari tempatnya, “semut” akan terus berdatangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Kota sudah habis. Saatnya memikirkan desa.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-1287181587381495834?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/1287181587381495834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=1287181587381495834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/1287181587381495834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/1287181587381495834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/10/urban.html' title='Urban'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/StV62TV2XSI/AAAAAAAAAXw/PidH_px3iDU/s72-c/Hal+36.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5671268388950675065</id><published>2009-09-16T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T01:09:00.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Beranda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCdCj26PYI/AAAAAAAAAXo/inxJf-IiJWE/s1600-h/Hal+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCdCj26PYI/AAAAAAAAAXo/inxJf-IiJWE/s320/Hal+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381974222018592130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Pembaca yang budiman, beberapa keluarga yang menjadi tamu kami di rubrik Serambi kali ini menaruh perhatian khusus pada masalah makanan dan menu harian keluarga. Bagi mereka, menjaga dan menjamin tersedianya makanan sehat adalah salah satu usaha untuk membangun keluarga sehat. Korelasinya jelas, asupan makanan sehat tiap hari akan menyumbang energi dalam menjalani hidup secara berkualitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Edisi ini secara khusus juga ingin membuktikan bahwa menu makanan sehat bagi keluarga tidak ada hubungannya dengan kemampuan ekonomi keluarga. Gampangnya, makanan sehat tidak selalu harus mahal. Selama ada kesadaran seluruh anggota keluarga, makanan sehat dapat tersedia setiap hari dengan biaya yang terjangkau. Dengan begitu, kita tidak hanya bersyukur atas anugerah kesehatan yang dilimpahkan Allah pada kita, melainkan juga turut menjaganya dengan kesadaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Dua profil sekaligus kami tampilkan agar cakrawala Anda kian luas. Satu diantaranya tentang restoran yang menyajikan menu-menu yang (pasti) sehat dan khas. Restoran-restoran ini tidak sekedar berbisnis tapi pemiliknya mendedikasikan hidup dan pengetahuannya untuk menyehatkan masyarakat. Profil kedua tentang sekelompok orang muda yang mengelola sebuah situs tentang makanan dan wisata kuliner. Di tengah merebaknya restoran-restoran fast food, situs yang mereka kelola memberi informasi tentang tempat-tempat makanan yang patut dikunjungi karena sehat dan terjangkau.Wawasan tentang makanan sehat kami persembahkan lewat wawancara dengan pakar pangan dan gizi berlatar belakang akademisi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Demikianlah, menyajikan makanan sehat bagi keluarga tidak hanya menyumbang sumber energi, tapi juga menjaga kualitas hidup agar layak dijalani sebagai wujud syukur kepada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Selamat membaca, semoga menginspirasi. (*) &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5671268388950675065?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5671268388950675065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5671268388950675065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5671268388950675065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5671268388950675065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/beranda.html' title='Beranda'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCdCj26PYI/AAAAAAAAAXo/inxJf-IiJWE/s72-c/Hal+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-3572911273760708193</id><published>2009-09-16T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T01:06:31.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Situs Wajib Pencinta Makanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCbdtgZQoI/AAAAAAAAAXQ/boJz1VQA9xA/s1600-h/Hal+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCbdtgZQoI/AAAAAAAAAXQ/boJz1VQA9xA/s320/Hal+4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381972489441723010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Jika Anda pencinta makanan dan akrab dengan internet, kunjungilah kanal/situs di alamat www.surabayafood.com, dijamin Anda akan dimanjakan oleh beragam info dan artikel yang tentang hobi makan Anda. Tentu saja juga akan membuat Anda ingin segera makan….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;Surabaya Food dot com atau oleh pengelolanya disebut Sufo adalah kanal berisi informasi tempat makan dan komunitas kuliner di Surabaya. Tampilannya apik, sederhana dan memudahkan pengunjung untuk mencari info yang dibutuhkan. Anda yang benar-benar hobi makan, pasti betah “menyelam” berlama-lama di kanal yang dikelola oleh lima orang muda Katolik ini. Tidak hanya berisi ulasan tentang tempat makan enak di Surabaya, di kanal ini Anda bisa mencari makanan kegemaran Anda lengkap dengan peta tempat, harga dan menunya. Referensi tempat makan yang disajikan bukan hanya sekelas restoran mahal tapi juga warung-warung kaki lima yang sudah kondang. Sebuat saja misalnya warung Cak Mis di jalan Dinoyo atau soto ayam pak Djayus di jalan Manyar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sejak diluncurkan April tahun lalu, kanal ini rata-rata dikunjungi oleh 300-400 orang setiap hari. Anggota kanal ini tercatat mencapai 400 orang dari beragam latar belakang dan dari berbagai tempat. Ramainya pengunjung dan anggota kanal ini membuktikan kanal ini disambut baik oleh para pencinta makanan (food lovers). Kanal ini mungkin menjadi kanal makanan pertama di Surabaya. Di dalam kanal ini juga tersedia kamus istilah-istilah makanan yang bisa membuka cakrawala orang awam untuk mengenal luasnya dunia makanan. Meski belum dilaunching secara resmi, kanal ini sudah memikat hati ratusan food lovers di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Awalnya adalah ide lepas dari seorang teman yang hobi makan dan gemar berburu tempat makan enak. Ide ini disambut oleh teman-teman lain. Setelah mematangkan ide, akhirnya kami punya team pendiri Sufo yang lengkap,” ujar Leonardus Christianto (25), salah seorang pendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Team pendiri kanal ini terdiri atas lima orang. Chris adalah designer kanal ini. Ada juga Judith Angelina (32) bagian iklan, Jaya Utomo (26) sebagai programmer, Antonio Carlos (33) sebagai penulis utama dan Edward Lie (31) fotografer. Dengan keahlian masing-masing dan sembari melakoni pekerjaan utama, kelima orang ini membangun kanal yang punya motto “eating was never this fun”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tujuan utama kanal ini, menurut Chris, adalah membantu para pencinta makanan dan orang awam lainnya untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang makanan di Surabaya. “Inginnya Sufo bisa menjadi semacam ‘yellow pages’ terlengkap khusus makanan. Juga tempat berkumpulnya para food lovers se-Surabaya,” ujar Chris yang sehari-hari adalah dosen lepas di Universitas Surabaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah berjalan enam bulan, team Sufo menjalin kerjasama dengan STPB (Surabaya Tourism Promotion Board atau Dewan Promosi Pariwisata Surabaya). Sufo dengan “makanan”nya bertemu dengan STPB dengan “pariwisata kota”nya akhirnya klop mendukung wisata kuliner dan komunitas food lovers.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kerjasama dengan STPB tercipta setelah para pendiri Sufo merasa perlu membangun komunikasi dan jaringan dengan pihak-pihak yang memiliki data dan akses terhadap tempat-tempat wisata kota. Konsekuensinya, Sufo melebarkan sayap pada kegiatan-kegiatan yang bertema wisata kuliner. Singkatnya, sambil berwisata dalam kota juga berburu tempat makan enak. Acara terakhir mereka Agustus ini adalah wisata malam Surabaya atau “Night Heritage and Culinary Tour”. Semua member Sufo turut serta dalam wisata ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCbqLlfX7I/AAAAAAAAAXY/LX69HlXSBao/s1600-h/Hal+5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCbqLlfX7I/AAAAAAAAAXY/LX69HlXSBao/s200/Hal+5.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381972703674589106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCcWZvI4bI/AAAAAAAAAXg/MNmurm3EIpM/s1600-h/Hal+6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCcWZvI4bI/AAAAAAAAAXg/MNmurm3EIpM/s200/Hal+6.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381973463387398578" /&gt;&lt;/a&gt;Bisnis bukan prioritas&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Memberi informasi yang edukatif adalah tujuan utama kanal ini. “Bonus”nya adalah berbisnis lewat media internet. Selain memburu data tentang restoran dan warung kaki lima, Sufo juga menawarkan iklan bagi pengelola tempat makan. “Pemasang iklan mendapat porsi yang lebih lengkap di kanal ini. Mereka bisa menampilkan menu, foto makanan atau info lain yang dibutuhkan pengunjung. Itulah kelebihan untuk pemasang iklan,” ujar Judith sang marketing iklan. Sejauh ini, lanjut Judith, pengelola tempat makan cukup antusias dengan hadirnya Sufo. Mereka punya kesadaran untuk mengiklan bisnisnya di media internet. “Tapi ada juga yang menganggap beriklan di internet tidak menguntungkan. Mereka mungkin dari generasi yang belum melek internet,” ujar Judith lulusan University of Applied Sciences Osnabrveck Jerman jurusan teknologi pangan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagaimanapun juga, kelima pendiri Sufo ini mengaku tidak berorientasi bisnis (profit oriented). Bagi mereka, memberikan informasi dan wawasan yang berguna bagi warga Surabaya sudah cukup memuaskan mereka. “Semua ini kami lakukan sebagai sumbangsih kami bagi Surabaya. Siapa tahu dengan kanal yang dikunjungi orang seluruh dunia ini, nama Surabaya menjadi terkenal,” ujar Chris yang sehari-hari adalah dosen lepas di Universitas Surabaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Kriteria makanan sehat&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saat ditanya tentang kriteria makanan sehat, Judith dengan lugas menjawab makanan sehat adalah makanan yang sesuai porsinya. “Seperti filosofi hidup, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Begitu juga dengan makanan,” ujar Judith yang menghabiskan 4 tahun studi tentang teknologi pangan ini. Banyak salah kaprah tentang makanan di Indonesia, lanjut Judith, yang diciptakan oleh iklan dan industri makanan. Padahal, tubuh manusia punya mekanisme sendiri untuk menolak penyakit yang bersumber dari makanan. “Yang penting tidak berlebihan pada satu jenis makanan saja dan harus seimbang antara sayur dan buah,” pungkasnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Menjelajah kanal surabayafood.com memang mengasyikkan. Kita yang tahu sedikit tentang makanan akan terpuaskan dengan informasi, data, foto dan artikel-artikel yang ditampilkan. Anda pencinta makanan sehat dan penasaran dengan kanal ini? Segera kunjungi dan daftarkan diri Anda sebagai member. Makan sehat? Yuk mari… (*) &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-3572911273760708193?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/3572911273760708193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=3572911273760708193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3572911273760708193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3572911273760708193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/situs-wajib-pencinta-makanan.html' title='Situs Wajib Pencinta Makanan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCbdtgZQoI/AAAAAAAAAXQ/boJz1VQA9xA/s72-c/Hal+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8719114395049296910</id><published>2009-09-16T00:55:00.001-07:00</published><updated>2009-09-16T00:59:34.537-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sujana'/><title type='text'>Keluarga Harus Cerdas Menghidangkan Makanan Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCaq93Z5PI/AAAAAAAAAXI/DvOBrrs8GcY/s1600-h/Hal+8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCaq93Z5PI/AAAAAAAAAXI/DvOBrrs8GcY/s320/Hal+8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381971617659872498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Kita mungkin banyak memperbincangkan modernitas pada wilayah ekonomi dan teknologi saja. Nyatanya, modernitas juga tentang makanan. Diakui atau tidak, makanan dan pola makan kita sudah sedemikan terjajahnya hingga kita meninggalkan pola makan dan makanan yang seharusnya lebih cocok dengan iklim kita.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Alasan kepraktisan dan cepat hidang, membuat kita semakin jauh dari pola makanan yang sehat dan bergizi. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Kita sering lupa bahwa variasi makanan dalam keluarga sangat penting. Karena terlalu gandrung dengan makanan tertentu, kita mengabaikan suplai asupan zat lain dari aneka makanan yang lain. Slogan yang dari dulu kita kenal, “empat sehat lima sempurna”, adalah pola makanan yang sehat bagi keluarga. Hal ini terungkap dalam perbincangan Harmoni dengan Ir. Theresia Endang Widuri, Dekan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Berikut petikan wawancaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Agar memperjelas dan meluruskan pandangan tentang makanan sehat, mungkin bisa dijelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan makanan sehat :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Makanan sehat menurut ilmu pangan adalah makanan yang menyediakan semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh agar hidup sehat. Misalnya saja protein, vitamin, lemak dan karbohidrat. Hidup sehat artinya bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Di Indonesia kita punya semboyan empat sehat lima sempurna. Slogan ini sudah sangat cocok dan memenuhi standar gizi dan makanan sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Apakah bedanya makanan sehat dan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;makanan bergizi ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sebetulnya sama, cuma kita sering mengatakan bahwa bergizi itu berhubungan dengan protein. Tidak salah juga, karena karena struktur tubuh tersusun atas protein dan kita membutuhkannya banyak sekali. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Akhirnya kita berpikir makanan bergizi itu yang mengadung protein seperti daging. Sebenarnya tidak cukup protein saja. Makanan bergizi juga harus menyediakan karbohidrat dan vitamin dari sumber nabati maupun hewani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Apakah pola makan masyarakat kita sudah tergolong sehat ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ada kecenderungan masyarakat kita mengikuti pola makan orang Eropa dan Amerika. Maka tidak heran kalau masyarakat kita dekat dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;fast food&lt;/i&gt; dan sejenisnya. Ini yang harus dibetulkan. Pola makan yang sesuai dengan iklim Indonesia adalah 4 sehat 5 sempurna. Orang Eropa banyak mengkonsumsi lemak karena iklimnya memang menuntut&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;begitu. Misalnya di musim dingin mereka butuh makanan dengan kandungan lemak yang banyak agar mendapatkan pasokan energi yang cukup. Jadi, makanan barat sesungguhnya tidak cocok dengan kita, apalagi &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;fast food. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Selain itu, kita sering berpikir seolah-olah makanan yang baik itu makanan barat. Ini memang sangat dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Masyarakat kita sekarang sangat praktis dan serba instant. Ada juga anggapan bahwa makanan warung itu untuk kalangan menengah ke bawah. Padahal kandungan gizinya lebih baik dari makanan barat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Sumber makanan sehat apa yang cocok dikonsumsi di Indonesia ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sumber makanan sehat sebenarnya selalu tersedia dan ada di sekitar kita. Sumber energi berupa nasi bisa diganti singkong atau sagu. Sumber protein seperti susu, telur, daging, ikan atau dari sumber nabati seperti kacang-kacangan. Sedangkan sumber vitamin dan mineral dari buah dan sayur. Untuk kandungan lemak tentu sumber hewani. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Semuanya sangat mudah didapatkan, baik yang sudah olah ataupun diracik sendiri. Nah, tinggal pintar-pintarnya kita mengolah dan dikreasi sesuai dengan kebutuhan keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Bagaimana dengan pola konsumsi yang sehat, khususnya bagi keluarga?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Yang sering kali kita lupakan bahkan jadi kekeliruan adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;favorit saja.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya sayurnya kangkung melulu tiap hari atau sup melulu. Ini pola konsumsi yang keliru. Pola konsumsi yang sehat harusnya bervariasi. Makanan yang bervariasi penting karena, seperti contoh sayuran tadi, masing-masing sayuran punya komponen penting yang berbeda. Kangkung dan bayam punya kandungan zat yang berbeda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sebagai contoh, bila sayuran hari ini kurang zat besi, sedapat mungkin besok atau malamnya zat besi itu tersedia dari sayuran yang berbeda. Ini juga berlaku sama pada sumber hewani atau nabati lainnya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Alasannya, bila tubuh kita kurang mendapatkan asupan zat tertentu yang terkandung hanya pada makanan tertentu, tubuh kita akan bereaksi negatif dan berdampak buruk bagi kesehatan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Ada saran bagi keluarga soal pola konsumsi dan makanan yang sehat? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Makanan harus bervariasi dan memenuhi 4 sehat lima sempurna. Bagi keluarga muda harus cerdas menerapkan pola makan yang baik, kebiasaan makan yang baik bagi anak-anaknya. Orangtua yang sudah terbisa dengan jenis makanan tertentu, jangan serta-merta diturunkan ke anak-anaknya. Orangtua harus memberikan teladan dan contoh, agar anak berpola hidup sehat. Orangtua tidak boleh egois hanya menyajikan makanan favoritnya saja. (*) Oleh : &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Andre Yuris&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Nama&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Ir. Theresia Endang Widuri W.P&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Panggilan&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Widuri&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jabatan&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Dekan Fakultas Tekonologi Pangan, Unika WM Surabaya&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: S1 - Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, UGM&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-bidi-line-height:115%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;    &lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;S2 –Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, UGM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8719114395049296910?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8719114395049296910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8719114395049296910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8719114395049296910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8719114395049296910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/keluarga-harus-cerdas-menghidangkan.html' title='Keluarga Harus Cerdas Menghidangkan Makanan Sehat'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCaq93Z5PI/AAAAAAAAAXI/DvOBrrs8GcY/s72-c/Hal+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-6230001292227410458</id><published>2009-09-16T00:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:55:43.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Makanan Organik, Bahannya Pasti Sehat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCZ3TGSiWI/AAAAAAAAAXA/mdULq1ZeYrg/s1600-h/Hal+14.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCZ3TGSiWI/AAAAAAAAAXA/mdULq1ZeYrg/s320/Hal+14.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381970730006251874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengar istilah ‘back to nature’. Sebuah slogan sekaligus ajakan untuk kembali ke alam dan meninggalkan yang serba instan. Beberapa pasar modern sudah mulai menyediakan buah dan sayuran organik.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;D’natural adalah satu-satunya restoran dan store di Surabaya yang menyediakan makanan organik. Makanan organik adalah makanan yang tidak mengandung bahan pengawet, bahan pewarna maupun bahan kimia lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Berangkat dari keprihatinan pribadi salah seorang dari pengelolanya akan sulitnya memperoleh makanan organik, Silvia (31) bersama dengan 2 kerabat lainnya bergabung dengan sebuah franchise dari Jakarta. Dua tahun berjalan, perempuan yang juga lulusan Tacni, Sydney, Australia jurusan teknologi pangan bersama dengan tim pengelola lainnya memutuskan untuk berdiri sendiri. Alhasil, nama Healthy Choice resmi berganti menjadi D’ Natural sejak Juli lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Silvia menjelaskan, “setelah buka (usaha restoran dan store makanan organik, red) saya baru sadar ternyata memang banyak orang yang juga membutuhkan makanan organik.” &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Jenis bahan makanan yang dijual di sini sangat beragam, mulai dari sayuran, daging, susu olahan, termasuk&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;juga alat-alat yang digunakan untuk mengolah bahan baku tersebut. Bahannya dibuat secara khusus, yaitu stainless steel. Hal ini bertujuan agar unsur-unsur kimia dalam makanan yang diolah tidak sampai mengikis logam. Untuk restoran, d’natural menyediakan pula beragam menu, termasuk masakan Indonesia yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;disesuaikan dengan selera masyarakat. “Di sini kita juga ada pecel dan gado-gado, tapi bumbunya tidak menggunakan kacang tanah, melainkan kacang almon”, Silvia memberi contoh. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penggantian bahan baku itu bertujuan untuk mengurangi bahan-bahan yang mengandung alfatoksin yang dapat meningkatkan reaksi alergi dalam tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Komitmen untuk menyajikan makanan yang benar-benar organic dibuktikan dengan pemilihan supplier dengan sangat selektif. Bahan-bahan yang dipasok harus terbebas dari segala bentuk zat kimia, baik sejenis pestisida, penyuntik hormon maupun zat-zat kimia lainnya, sehingga tidak jarang terjadi kelangkaan stok bahan baku karena gagal panen. Hal inilah yang menyebabkan harga makanan organic lebih mahal dibandingkan dengan makanan yang lain. Untuk daging ayam organic harganya bisa mencapai 2 kali lipat dari harga ayam potong biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Bumidaya bahan baku makanan organic ini ada beberapa cara. Untuk memperoleh hasil pertanian dan perkebunan dapat dilakukan dengan menggunkan media hidroponik dan aeroponik. Tetapi D’natural lebih memilih hasil pertanian dan perkebunan dengan media tanah, itupun harus benar-benar organik. “Kita ingin benar-benar sesuai dengan konsep petani jaman dulu yang benar-benar menggunakan tanah, sebelum ada kemajuan teknologi seperti sekarang ini” jelasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Lebih lanjut Silvia memberikan gambaran tentang makanan sehat. Pemiluhan bahan baku dan pengolahannya dapat menentukan kualitas makanan. Makanan yang sehat harus terhindar dari segala bentuk bahan kimia, selain itu pengolahannya pun harus tepat. Terkait dengan hal ini, D’ natural menghadirkan program khusus pada hari-hari tertentu. “Masyarakat perlu hal-hal yang bersifat edukasi. Karena itu, kami selalu membuat inovasi salah satunya dengan rutin mengadakan demo memasak setiap seminggu sekali, agara masyarakat juga paham bagaiman mengolah makanan dengan benar”. Pengetahuan yang disampaikan itu tidak terbatas pada makanan yang diolah saja, tetapi termasuk juga pemilihan alat-alat masak yang digunakan. Segala usaha dilakukan untuk meminimalkan segala bentuk kimia makro yang dapat masuk ke dalam tubuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Pada dasarnya, masyarakat sudah mulai sadar dengan pola hidup sehat, salah satunya dengan makanan yang dikonsumsi. Pada akhirnya Silvia berpesan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai pola hidup sehat. “Saya sendiri sudah menerapkannya, minimal 2 kali dalam seminggu saya mengkonsumsi makanan organik. Terbukti, tubuh saya jauh lebih fit.” Pola hidup sehat ini dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga. (*) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-6230001292227410458?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/6230001292227410458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=6230001292227410458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6230001292227410458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6230001292227410458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/makanan-organik-bahannya-pasti-sehat.html' title='Makanan Organik, Bahannya Pasti Sehat'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCZ3TGSiWI/AAAAAAAAAXA/mdULq1ZeYrg/s72-c/Hal+14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5399810494585049516</id><published>2009-09-16T00:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:48:00.937-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Kalau Tidak ada Ikan Diganti Daging</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCYJpAJpkI/AAAAAAAAAWw/VxENxp13COA/s1600-h/Hal+20.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCYJpAJpkI/AAAAAAAAAWw/VxENxp13COA/s320/Hal+20.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381968846100473410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagi pasutri Bonifasius Yudi S (33) dan Dwi Agung Kristiani (32), makanan sehat adalah yang mengandung gizi untuk pertumbuhan putra mereka. Salah satu menu wajibnya yaitu ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut. Karena ikan laut sulit didapat, mereka lebih sering mengkonsumsi ikan air tawar, terutama gurami dan mujair. “Dengan makan ikan tiap hari, kebutuhan protein terpenuhi, anak kami bisa tambah cerdas,” ujar Boni.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Kebiasaan menjadikan ikan sebagai makanan wajib rupanya sudah menjadi tradisi turun-temurun dalam keluarga Boni. Tak jarang umat Paroki Santo Paulus Juanda ini mengisi akhir pekan dengan memancing bersama. Ikan yang mereka dapat sebagian langsung disantap, dan sisanya disimpan sebagai persediaan bahan makanan di rumah. “Refreshing sekaligus menikmati makanan sehat,” ujar Boni yang bekerja sehari-hari di sebuah industri makanan ringan ini. Biasanya, ikan hanya digoreng atau dibakar saja, namun jika ingin bentuk yang lain, variasi masakan ikan sepenuhnya diserahkan kepada sang istri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Putra semata wayang mereka, Marcellinus Agung Satriyo (7), ternyata sangat gemar dengan lauk yang satu itu, sehingga tidak ada kesulitan bagi kedua orang tuanya dalam penyajian makanan sehat keluarga. Selain asupan gizi dari makanan, Marcellinus yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini juga terbiasa minum susu. Kebiasaan tersebut sudah ditanamkan oleh orang tuanya semenjak masih bayi. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 5 gelas susu dan tidak pernah bosan menyantap ikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Saat lauk ikan tidak bisa mereka dapatkan, pasutri yang menikah 9 tahun silam ini memilih daging sapi atau ayam sebagai gantinya. Menurut mereka, kedua jenis lauk itu mempunyai kandungan protein yang cukup bagi tubuh. Yang pasti,mereka sangat mengutamakan pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang sang buah hati. (*) &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Yohani Indrawati&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5399810494585049516?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5399810494585049516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5399810494585049516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5399810494585049516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5399810494585049516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/kalau-tidak-ada-ikan-diganti-daging.html' title='Kalau Tidak ada Ikan Diganti Daging'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCYJpAJpkI/AAAAAAAAAWw/VxENxp13COA/s72-c/Hal+20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5606667653449210913</id><published>2009-09-16T00:42:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:45:25.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Ikan Laut Pengganti Ayam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCXhsy60fI/AAAAAAAAAWo/y8yCSkssha8/s1600-h/Hal+21.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCXhsy60fI/AAAAAAAAAWo/y8yCSkssha8/s320/Hal+21.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381968159923950066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Anna Rosarini (44 tahun) tidak suka makan sayur dan buah sebelum menikah dengan Yohanes Joko Jatmiko Edi (49 tahun). Setelah menikah, permintaan untuk masak sayur dari sang suami yang sangat suka makan sayur lodeh ini lambat laun membuatnya mulai menyukai sayuran. “Awalnya agak aneh juga karena benar-benar tidak suka makan sayur, tapi karena ada 'pesan sponsor' dari Bapak terpaksa masak, terpaksa mencicipi, sehingga lama kelamaan jadi terbiasa dan ikut suka sayur,” tutur wanita yang hobi membaca ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ibu dari Patricia Ave Maria (16 tahun) ini menerapkan pola makanan sehat bagi keluarga. Sejak lima tahun yang lalu, keluarga ini tidak makan ayam potong dan selalu makan ikan laut setiap hari. Kebiasaan ini muncul ketika sang suami mengalami hipertensi sehingga perlu menu pengganti yang mendukung diet hipertensinya. Menu rendah kolesterol dan rendah garam dipilih sebagai menu sehari-hari yang di-hidangkan di rumah. “Ikan laut mengandung asam lemak omega-3 yang banyak berperan dalam melindungi jantung. Selain mampu menurunkan kolesterol dalam darah, ikan laut juga mampu memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, dan menurunkan tekanan darah,” imbuh wanita yang bekerja di RSK St. Vincentius a Paulo ini menjelaskan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ditanya mengenai strategi yang diciptakan ketika beralih dari ayam potong menjadi ikan laut, wanita yang murah senyum ini menjelaskan tidak mengalami kesulitan dalam hal tersebut karena cara pengolahannya tetap sama hanya bahannya saja yang berbeda. “Bila kemarin menunya ayam bumbu rujak, hari ini saya ganti dengan ikan tengiri bumbu rujak, begitu terus bergantian, lama-kelamaan suami dan anak tidak terasa bila saya sudah tidak pernah masak ayam lagi,” tuturnya berbagi. Wanita yang suka makan nasi goreng ini juga menghindari makan ayam lantaran pernah melihat secara langsung di peternakan bagaimana ayam potong diperlakukan. “Saya melihat ayam diberi hormon agar cepat besar, saya berpikir ketika makan ayam berarti kita juga makan hormon yang telah diberikan ke tubuh ayam,” tutur wanita yang lebih memilih tempe dan tahu sebagai menu wajib ini menjelaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Di tengah kesibukannya bekerja, komitmennya untuk selalu masak sendiri setiap hari patut diacungi jempol. Untuk alasan kesehatan juga, umat Paroki Yohanes Pemandi ini mengaku keluarganya jarang sekali jajan (makan,red.) makanan di luar rumah dan sangat menghindari makanan 'junk food' serta jajan makanan di tempat yang belum dikenal karena minimnya faktor kebersihan, tingginya penggunaan bahan penyedap dan pengawet, serta kualitas bahan yang masih perlu dipertanyakan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Keluarga yang kompak tidak suka makan makanan pedas ini hanya makan daging sapi sebulan dua kali, itupun untuk memenuhi kebutuhan gizi Ave, putri semata wayang, yang sedang dalam masa pertumbuhan. Pasangan yang menikah tanggal 5 Mei 1991 ini selalu menerapkan pola makan makanan sehat berangkat dari kesadaran untuk selalu mengontrol diri sendiri. “Lebih baik mengurangi makan makanan yang mempengaruhi kesehatan tubuh kita daripada nanti malah tidak boleh sama sekali,” ungkapnya menutup perjumpaan kepada Harmoni. (*) &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;M. Ch. Reza Kartika&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5606667653449210913?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5606667653449210913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5606667653449210913' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5606667653449210913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5606667653449210913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/ikan-laut-pengganti-ayam.html' title='Ikan Laut Pengganti Ayam'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCXhsy60fI/AAAAAAAAAWo/y8yCSkssha8/s72-c/Hal+21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-7791122264837703608</id><published>2009-09-16T00:39:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:42:23.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Makin Vegetarian Makin Dekat dengan Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCW0RmoRKI/AAAAAAAAAWg/En0tfjaQRkY/s1600-h/Hal+23.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCW0RmoRKI/AAAAAAAAAWg/En0tfjaQRkY/s320/Hal+23.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381967379530532002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Beraneka ragam jenis tanaman menyambut Harmoni dengan hangat ketika tiba di rumah pasangan Suryadi Setjahyono (65 tahun) dan Susilawati (57 tahun). Rumah yang tampak asri itu memberi gambaran kecintaan pemiliknya terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bapak yang senang mempelajari berbagai macam ilmu agama ini mengungkapkan memilih untuk menjadi vegetarian karena ingin dekat dengan Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sejak usia 25 tahun, Suryadi telah menjadi vegetarian murni. Ia tidak makan daging, susu, telur, dan bahan apapun yang mengandung unsur hewani. Alasannya sangat dalam, Ia ingin semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Sang istri yang telah menemani selama 36 tahun juga memiliki pola makan yang sama meski tidak murni menjadi vegetarian. Ibu yang murah senyum ini mengaku pola makannya berubah semenjak berpacaran dengan Suryadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;“Waktu pacaran dulu, melihat pacarnya tidak makan kan tidak enak, jadi lama-lama mencoba makan makanan yang bisa sama-sama dimakan. Sekarang, saya makan apa yang saya sediakan bagi Bapak,” tutur wanita asli Cepu ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Suryadi mengungkapkan bahwa menjadi vegetarian memberi banyak keuntungan. Secara rohani, aliran darah yang bersih dan tidak mengandung unsur hewani akan membuat tubuh terbebas dari 'polusi'(baca: hawa nafsu), pikiran menjadi tenang, dan perasaan menjadi lebih peka. Secara jasmani, tubuh menjadi sehat karena makanan yang dikonsumsi tinggi serat dan bebas kolesterol. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Susilawati mengaku tidak mempunyai strategi khusus dalam memasak. Setiap masakan diolah seperti biasa tapi tanpa unsur hewani. “Kadang masak gulai tahu/tempe, rawon tahu/tempe, oseng-oseng jamur, bahannya saja yang diganti,” ujar umat paroki Salib Suci ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;“Tidak perlu menunggu lama untuk mulai jadi vegetarian. Bila ingin mengenal Tuhan lebih dekat silahkan langsung dicoba dengan waktu sebentar kemudian baru ditambah secara bertahap,” demikian Suryadi menutup obrolan. (*) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;M. Ch. Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-7791122264837703608?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/7791122264837703608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=7791122264837703608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7791122264837703608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7791122264837703608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/makin-vegetarian-makin-dekat-dengan.html' title='Makin Vegetarian Makin Dekat dengan Tuhan'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCW0RmoRKI/AAAAAAAAAWg/En0tfjaQRkY/s72-c/Hal+23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-1267738383843457371</id><published>2009-09-16T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:39:51.745-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Di Tengah Kesibukan Sempatkan Masak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCWNTecGrI/AAAAAAAAAWY/bzsOEQN-g-k/s1600-h/Hal+24.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCWNTecGrI/AAAAAAAAAWY/bzsOEQN-g-k/s320/Hal+24.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381966710018153138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Menjadi wanita karir, tidak membuat Irene Justina Surjaningsih(43) mengesampingkan kebutuhan keluarga akan makanan sehat. Bersama sang suami, Yosafat Joko Suwito (43), ia berbagi tugas rumah tangga. Di tengah kesibukannya ia masih menyempatkan diri memasak untuk keluarganya. Agar dapat memenuhi tugasnya sebagai “koki”, biasanya Irene menyiapkan bahan masakan malam hari dan esoknya, pagi-pagi sekali, Ibu 2 anak ini sudah sibuk dengan kreasi masakannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Sebagai menu pagi, Irene kerap membuat makanan cepat saji seperti nasi goreng. Untuk lauk makan siang putra-putrinya, bisa dipastikan Ibu yang bekerja di sebuah rumah sakit terkemuka di Surabaya ini menyediakan menu sayuran sehat, sedangkan lauknya disesuaikan dengan selera anak-anak. Makanan favorit mereka sederhana saja, yaitu sayur asem dengan ikan pindang, tahu dan tempe goreng, serta sambal sebagai pelengkapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Putri pertamanya, Ignasia Friska Amelia (13), dulu lebih suka mie instan. Kini Friska lebih suka makanan kreasi ibunya. Untunglah bagi pasutri yang menikah pada 4 Desember 1994 silam ini, hal serupa tidak berlaku pada anak kedua mereka, Georgius Bagas Wicaksono (10). Putra mereka ini sama sekali tidak keberatan menikmati apapun masakan sang ibu tercinta, dengan demikian orangtua bisa memastikan kecukupan asupan gizinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Irene juga berbagi tips kepada pembaca Harmoni. Menurutnya, alangkah baiknya jika kita membatasi konsumsi obat-obatan saat sakit untuk menghindari ketergantungan terhadap obat. Jika sakit, hal yang terpenting adalah memakan makanan sehat dan istirahat yang cukup. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;“Kesembuhan sesungguhnya bisa didapat dengan memberikan sugesti positif pada diri kita,” pesan umat paroki Redemptor Mundi ini di akhir perbincangan. (*) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-1267738383843457371?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/1267738383843457371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=1267738383843457371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/1267738383843457371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/1267738383843457371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/di-tengah-kesibukan-sempatkan-masak.html' title='Di Tengah Kesibukan Sempatkan Masak'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCWNTecGrI/AAAAAAAAAWY/bzsOEQN-g-k/s72-c/Hal+24.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8943857733093938248</id><published>2009-09-16T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:37:06.897-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Hidup Sehat Lahir dan Batin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCVkihRq3I/AAAAAAAAAWQ/otVKbavv6tY/s1600-h/Hal+25.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCVkihRq3I/AAAAAAAAAWQ/otVKbavv6tY/s320/Hal+25.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381966009681947506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;Ceria, guyub dan penuh tawa. Kesan itulah yang nampak ketika berkunjung ke kediaman pasangan Radite Kuntoaji (24) dan Elisabeth Gunawan (25), warga paroki St. Yakobus Surabaya. Ditambah dengan kehadiran Rafael Bimo Kuntoaji (1), rumah mereka menjadi semakin hidup. Keluarga ini hanya menampilkan segala sesuatu dengan spontan dan apa adanya, termasuk dalam hal menerapkan pola hidup sehat.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;Tidak ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang harus dilakukan oleh keluarga ini. Demikian halnya dengan makanan, tidak ada yang khusus ataupun dihindari. Tapi mereka punya cara untuk mempertahankan pola hidup sehat. Elisabeth yang setiap hari menyiapkan makanan untuk keluarga memiliki peran penting dalam hal ini.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;“Di sini tidak ada yang harus pantang makanan tertentu, semua kita makan. Tapi diimbangi, kalau hari ini makan daging besok pasti sayuran. Dan sesekali saja makan di luar”. Begitu cara Ibu muda ini menjaga keseimbangan pola makan keluarganya. Sebisa mungkin buah-buahan tersedia di rumah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: justify;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;Sekalipun bebas mengkonsumsi segala jenis makanan, sejauh ini mereka jarang sekali merasakan gangguan yang berarti pada tubuh. Suasana rumah yang menyenangkan mereka yakini sebagai penyeimbang hidup agar selalu sehat&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;secara lahir dan batin. (*) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8943857733093938248?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8943857733093938248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8943857733093938248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8943857733093938248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8943857733093938248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/hidup-sehat-lahir-dan-batin.html' title='Hidup Sehat Lahir dan Batin'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCVkihRq3I/AAAAAAAAAWQ/otVKbavv6tY/s72-c/Hal+25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-2320563584509415930</id><published>2009-09-16T00:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:34:23.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Kembali Hidup Sehat dengan Nasi Jagung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCU2rCwdGI/AAAAAAAAAWI/j6ss1Y4cL9w/s1600-h/Hal+26.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCU2rCwdGI/AAAAAAAAAWI/j6ss1Y4cL9w/s320/Hal+26.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381965221695878242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sejak 8 tahun terakhir, Stefanus Soedjari (50) umat paroki Kristus Raja ini rutin mengkonsumsi nasi jagung sebagai makanan pokok sehari-hari. Sakit diabet yang dideritanya membuat ayah 2 anak, Vincentius Indra Prasetya (30) dan Vincentia Tanti Puspitasari (25) ini harus mulai mengatur pola makan. Makanan yang mengandung beras dan gandum jelas menjadi pantangannya sekarang. Meskipun begitu, Soedjari masih nampak segar dan bugar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Yuliana Indriati (40) sang istri, memiliki andil dan peran besar dalam kehidupan Soedjari sehari-hari, termasuk mendukungnya untuk kembali pada pola hidup sehat. Dialah yang setiap hari dengan telaten membuat nasi jagung untuk Soedjari. Pasangan ini hanya tinggal berdua di rumahnya. Satu anaknya telah menikah dan memiliki keluarga baru, dan seorang yang lain tinggal dan menetap di luar kota untuk bekerja. Kondisi ini yang membuat keduanya menjadi lebih peduli dan saling mendukung satu sama lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kendati telah dinyatakan mengidap sakit tersebut, Soedjari, pria yang masih aktif dengan usaha bengkelnya ini, merasa masih perlu untuk memperbaiki pola hidupnya. Terbukti dengan usahanya untuk berhenti merokok, meskipun pada akhirnya hal ini yang menyebabkan munculnya diabet yang ia derita sekarang. Kebiasaan merokok ia gantikan dengan mengulum permen. Hal inilah yang justru menyebabkan kadar gula di dalam tubuh semakin meningkat. Namun, ia masih yakin tidak ada kata terlambat untuk kembali pada pola hidup sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Untuk mendukung usaha ini, Yuliana sedikit banyak mengikuti pola makan suaminya. Sejauh ini, usaha Soedjari dengan dukungan sang istri cukup membuahkan hasil. Tidak banyak keluhan yang dirasakan akibat sakitnya itu. Sedikit banyak ia menitipkan pesan bagi keluarga-keluarga lain agar memulai untuk mengatur pola makan sebelum sakit. (*) &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;M. Ch. Kartika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-2320563584509415930?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/2320563584509415930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=2320563584509415930' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2320563584509415930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2320563584509415930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/kembali-hidup-sehat-dengan-nasi-jagung.html' title='Kembali Hidup Sehat dengan Nasi Jagung'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCU2rCwdGI/AAAAAAAAAWI/j6ss1Y4cL9w/s72-c/Hal+26.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8192174976760262983</id><published>2009-09-16T00:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:31:18.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman'/><title type='text'>Lectio Divina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCULIym7mI/AAAAAAAAAWA/DljiJFscAU0/s1600-h/Hal+28.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCULIym7mI/AAAAAAAAAWA/DljiJFscAU0/s320/Hal+28.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381964473766964834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Tradisi Gereja Katolik mengenal apa yang disebut sebagai “lectio divina” untuk membantu kita umat beriman untuk sampai kepada persahabatan yang mendalam dengan Tuhan. Caranya ialah dengan mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita melalui sabda-Nya. “Lectio” sendiri adalah kata Latin yang artinya “bacaan”. Maka “lectio divina” berarti bacaan ilahi atau bacaan rohani. Bacaan ilahi/ rohani ini terutama diperoleh dari Kitab Suci. Maka memang, lectio divina adalah cara berdoa dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci untuk mencapai persatuan dengan Tuhan Allah Tritunggal. Di samping itu, dengan berdoa sambil merenungkan Sabda-Nya, kita dapat semakin memahami dan meresapkan Sabda Tuhan dan misteri kasih Allah yang dinyatakan melalui Kristus Putera-Nya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Melalui Lectio divina, kita diajak untuk membaca, merenungkan, mendengarkan, dan akhirnya berdoa ataupun menyanyikan pujian yang berdasarkan sabda Tuhan, di dalam hati kita. Penghayatan sabda Tuhan ini akan membawa kita kepada kesadaran akan kehadiran Allah yang membimbing kita dalam segala kegiatan kita sepanjang hari. Jika kita rajin dan tekun melaksanakannya, kita akan mengalami eratnya persahabatan kita dengan Allah. Suatu pengalaman yang begitu indah tak terlukiskan!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Empat hal dalam proses Lectio Divina&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Meskipun terjemahan bebas dari kata lectio adalah bacaan, proses yang terjadi dalam Lectio divina bukan hanya sekedar membaca. Proses lectio divina ini menyangkut empat hal, yaitu: lectio, meditatio, oratio dan contemplatio.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;1.LECTIO. Membaca di sini bukan sekedar membaca tulisan, melainkan juga membuka keseluruhan diri kita terhadap Sabda yang menyelamatkan. Kita membiarkan Kristus, Sang Sabda, untuk berbicara kepada kita, dan menguatkan kita, sebab maksud kita membaca bukan sekedar untuk pengetahuan tapi untuk perubahan dan perbaikan diri kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Maka saat kita sudah menentukan bacaan yang akan kita renungkan (misalnya bacaan Injil hari itu, atau bacaan dari Ibadat Harian), kita dapat membacanya dengan kesadaran bahwa ayat-ayat tersebut sungguh ditujukan oleh Tuhan kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;2. MEDITATIO yaitu pengulangan dari kata-kata ataupun frasa dari perikop yang kita baca, yang menarik perhatian kita. Ini bukan pelatihan pemikiran intelektual di mana kita menelaah teksnya, tetapi kita menyerahkan diri kita kepada pimpinan Allah, pada saat kita mengulangi dan merenungkan kata-kata atau frasa tersebut di dalam hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Dengan pengulangan itu, Sabda itu akan menembus batin kita sampai kita dapat menjadi satu dengan teks itu. Kita mengingatnya sebagai sapaan Allah kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;3. ORATIO. Doa adalah tanggapan hati kita terhadap sapaan Tuhan. Setelah dipenuhi oleh Sabda yang menyelamatkan, maka kita memberi tanggapan. Maka seperti kata St. Cyprian, “Melalui Kitab Suci, Tuhan berbicara kepada kita, dan melalui doa kita berbicara ke-pada Tuhan.” Maka dalam lectio divina ini, kita mengalami komunikasi dua arah, sebab kita berdoa dengan merenungkan Sabda-Nya, dan kemudian kita menanggapinya, baik dengan ungkapan syukur, jika kita menemukan pertolongan dan peneguhan; pertobatan, jika kita menemukan teguran; ataupun pujian kepada Tuhan, jika kita menemukan pernyataan kebaikan dan kebesaran-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;4. CONTEMPLATIO. Saat kita dengan setia melakukan tahapan-tahapan ini, akan ada saatnya kita mengalami kedekatan dengan Allah, di mana kita berada dalam hadirat Allah yang memang selalu hadir dalam hidup kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Kesadaran kontemplatif akan kehadiran Allah yang tak terputus ini adalah sebuah karunia dari Tuhan. Ini bukan hasil dari usaha kita ataupun penghargaan atas usaha kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;St. Teresa menggambarkan keadaan ini sebagai doa persatuan dengan Allah, di mana kita “memberikan diri kita secara total kepada Allah, menyerahkan sepenuhnya kehendak kita kepada kehendak-Nya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Keempat fase ini membuat kelengkapan lectio divina. Jika lectio diumpamakan sebagai fase perkenalan, maka meditatio adalah pertemanan, oratio persahabatan dan contemplatio sebagai persatuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Bagaimana caranya memulai Lectio Divina&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;1. Ambillah sikap doa. Mohonlah agar Tuhan sendiri memimpin dan mengubah hidup kita melalui bacaan Kitab Suci hari itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;2. Mohonlah kepada Roh Kudus untuk membantu kita memahami perikop itu dengan pengertian yang benar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;3. Bacalah perikop Kitab Suci tersebut perlahan dan seksama, jika mungkin ulangi sampai beberapa kali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;4. Renungkan perikop itu untuk beberapa menit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;5. Tutuplah doa dengan satu atau lebih keputusan praktis yang akan kita lakukan dalam hidup selanjutnya. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;(disadur dan disunting seperlunya dari katolisitas.org)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8192174976760262983?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8192174976760262983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8192174976760262983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8192174976760262983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8192174976760262983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/lectio-divina.html' title='Lectio Divina'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCULIym7mI/AAAAAAAAAWA/DljiJFscAU0/s72-c/Hal+28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-3082932747263035342</id><published>2009-09-16T00:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T00:25:46.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeda'/><title type='text'>Mangkat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCS2qb_JFI/AAAAAAAAAV4/gSfhNXfRuJA/s1600-h/Hal+40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCS2qb_JFI/AAAAAAAAAV4/gSfhNXfRuJA/s320/Hal+40.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381963022510007378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Semua yang indah dan pantas dikenang selalu muncul meluap-luap di saat orang sudah mangkat. Tidak ada seorangpun yang dikenang keburukannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Stephen Covey, penulis buku kondang Seven Habits mengatakan, yang pertama kali perlu dan penting untuk dirumuskan adalah, “apa yang ingin Anda dengar dari orang-orang terdekat Anda saat Anda terbaring di peti mati? Hiduplah dan bekerjalah demi kata-kata yang ingin Anda dengar itu”. Dari tujuh kebiasaan efektif yang dirumuskan Covey, urutan kedua perlu dicamkan : “mulailah dari akhir”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Apapun tujuan Anda dalam hidup, mulailah dari tujuan itu. Dedikasikan seumur hidup Anda untuk mencapai tujuan itu. Jika tujuan Anda adalah menjadi orangtua yang baik, kerahkan seluruh energi demi mencapainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setidaknya ada empat nama besar yang mati belakangan ini. Anda pasti sudah kenal dengan mereka semua : Michael Jackson, Corazon Aquino, WS Rendra dan Mbah Surip. Keempatnya menjadi besar karena semasa hidup mereka mengerjakan hal-hal kecil dengan setia. Memang ada karya besar yang mereka perbuat atau mereka ciptakan, tapi itu semua dihasilkan dari latihan terus-menerus dan ketekunan luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Keempat nama besar ini membangun “kerajaan yang memegahkan” namanya sejak muda belia. Mereka sesungguhnya tidak pernah mati. Jasadnya memang sudah dikuburkan, tapi apa yang mereka perbuat atau mereka ciptakan selalu hidup.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;Mangkat dalam bahasa Jawa juga berarti “berangkat”. Kita orang Katolik percaya pada “kebangkitan badan dan kehidupan kekal” seperti sering kita bisikkan dalam syahadat.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kematian adalah awal baru dari kehidupan kekal. Berangkat ke kehidupan lain untuk mengemban tugas baru atau melanjutkan tugas lama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Apakah kematian akan menunggu sampai kita siap? Ataukah kematian akan menunda waktu sampai kita berkemas dan menunggu dengan wajah manis di ujung jalan? Tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Orang-orang bijak mengatakan, hal remeh-temeh yang kita lakukan hari ini akan berbuah di masa depan. Demikian sebaliknya, apa yang terjadi pada diri kita hari ini adalah buah dari hal remeh-temeh yang kita lakukan di masa lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maka, persis pada saat kita menyatakan diri bergabung dengan karya keselamatan Allah lewat pembaptisan dan pengakuan dosa, kita semua sudah siap untuk mangkat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jika hal-hal baik sudah kita siapkan seumur hidup, maka kematian menjadi sesederhana seperti sebuah terminal tempat perhentian sementara. Setelah “urusan di terminal” yaitu pertanggungjawaban hidup kita sudah selesai, “terminal” berikutnya menunggu karya kita selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dengan begitu benarlah kata-kata ini ;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;manusia mati meninggalkan teladan, amal dan bakti.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-3082932747263035342?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/3082932747263035342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=3082932747263035342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3082932747263035342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/3082932747263035342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/09/mangkat.html' title='Mangkat'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SrCS2qb_JFI/AAAAAAAAAV4/gSfhNXfRuJA/s72-c/Hal+40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-673499018724085485</id><published>2009-08-29T05:30:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T03:17:03.943-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Rumah Tempatnya Cinta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="  ;font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Salam Damai Kristus,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Pembaca yang budiman, rumah sering menjadi simbolisasi dari kemandirian dan kemapanan sebuah rumah tangga. Keluarga muda yang telah memiliki rumah sendiri kerap dipandang berhasil melewati satu fase yang lumayan berat. Kebutuhan akan rumah sebagai pusat kehidupan rumah tangga tak ayal menjadi kebutuhan wajib bagi setiap keluarga muda. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkgB_J4DqI/AAAAAAAAAVI/ZvtFD4-2qDk/s1600-h/Hal+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkgB_J4DqI/AAAAAAAAAVI/ZvtFD4-2qDk/s320/Hal+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375362848748211874" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi, kami tak hendak membahas rumah secara fisik bangunan, melainkan pada fungsi utamanya sebagai tempat dimana segala cinta, kehangatan, keteladanan dan keharmonisan bertumbuh. Seperti sebuah istana kerap dipandang sebagai pusat keindahan, rumah juga pantas disebut sebagai pusat cinta yang kelak menyeruak dan menghinggapi semua penghuni rumah dan manusia-manusia di sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;font-family:&amp;quot;;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Rumah juga dapat menjadi “benteng pertahanan” dari riuhnya dunia yang menawarkan kenikmatan, mentalitas instan, individualis, dan konsumtif. Di dalam rumah, segala kebajikan dan keutamaan hidup disemai sebagai bekal menjalani hidup keseharian. Seperti dikatakan &lt;/span&gt;&lt;span class="body"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Benjamin Franklin, rumah bukanlah rumah kecuali ia memberi “makanan” bagi jiwa, pikiran dan tubuh, maka rumah yang sehat adalah rumah yang beratap cinta dan kasih sayang, yang dengannya, hidup kita disempurnakan menjadi pribadi yang ugahari dan berkualitas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="body"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Di edisi ini kami juga hadirkan potret keluarga-keluarga Katolik yang terdesak sesaknya kota dan menjalani hidup serba kekurangan dalam rumah-rumah petak di bawah jalan tol di pinggiran Surabaya. Potret suram ini akan memberi makna baru tentang hakikat dan fungsi rumah bagi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="body"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Tokoh kita kali ini adalah pakar tata ruang kota yang akan mengupas permasalahan perumahan di Surabaya. Pandangan-pandangannya tentang konsep kota yang ramah dan egaliter akan dilengkapi dengan pandangan seorang arsitek muda berpengalaman.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="body"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Selamat membaca, semoga menginspirasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="body"&gt;&lt;span style="Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:black;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-673499018724085485?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/673499018724085485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=673499018724085485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/673499018724085485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/673499018724085485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-tempatnya-cinta.html' title='Rumah Tempatnya Cinta'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkgB_J4DqI/AAAAAAAAAVI/ZvtFD4-2qDk/s72-c/Hal+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-140960746117403498</id><published>2009-08-29T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T05:30:36.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Selalu Ada Harapan Untuk Hidup Layak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkelyk_EyI/AAAAAAAAAUw/ghL50GahxeQ/s1600-h/Hal+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkelyk_EyI/AAAAAAAAAUw/ghL50GahxeQ/s320/Hal+4.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375361264824292130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hak hidup layak menjadi barang langka yang hanya dapat dinikmati sebagian orang saja. Ketika tawaran hidup semakin menggila dan banyak orang berbondong-bondong menjemputnya, sebagian orang itu bahkan tidak memiliki pilihan apapun karena harus berjuang untuk bertahan dalam himpitan hidup yang mereka alami. Mereka menempati sudut-sudut kota yang tersisa dan menciptakan ruang dalam segala keterbatasan yang mereka miliki. Umat Katolik di Wilayah Carolus Borromeus Lingkungan 3 (CB3) Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria (Kelsapa) Kepanjen, adalah sedikit dari sebagian orang itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Secara istimewa, Harmoni memperoleh kesempatan untuk berkunjung dan berbagi harapan dengan mereka atas undangan Elisabeth Retno (32) seorang aktivis gereja dan pegiat sosial. Diawali perjumpaan dengan pasutri sesepuh umat yang aktif dalam kegiatan pelayanan sosial, Harmoni membuka perjalanan istimewa ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Umat CB3 di Kermil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Luas Lingkungan 3 di Wilayah Carolus Borromeus sama dengan luas satu wilayah. Hampir 90% umat di sini adalah pendatang. Sebagian besar mereka berasal dari luar Jawa. Mereka menempati tanah kosong milik Jasa Marga yang berada tepat di bawah jalan tol Surabaya-Gempol, di sepanjang bantaran sungai Greges, Buzem Moro Krembangan. Daerah ini dikenal dengan sebutan Kampung 'Seribu Satu Malam' karena bercampur dengan lokalisasi Bangunsari (juga dikenal dengan Kermil) yang selalu gemerlap tiap malam. Sebagian dari mereka juga menempati daerah di seberang sungai, tanah bekas buzem Kalianak yang telah ditimbun. Daerah ini dikenal dengan Kampung Tambak Dalam Indah. Untuk mempermudah akses, kedua kampung yang berseberangan ini dihubungkan dengan gethek, alat transportasi kayu seperti kapal, yang dilengkapi dengan tali tambang yang melintang di atas sungai untuk membantu menjalankannya. Orang-orang menyebutnya tambangan. Perkampungan ini cukup padat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Beberapa rumah tampak dibangun seadanya dengan pembatas tripleks yang tidak permanen. Rumah tanpa jendela yang berukuran sangat minim dan timbunan sampah di atas genangan air sungai memberi gambaran sanitasi yang tidak sehat. Kampung-kampung ini terbentuk antara tahun 1980-1990.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkexoEOHZI/AAAAAAAAAU4/lm16WmXK1oI/s1600-h/Hal+6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkexoEOHZI/AAAAAAAAAU4/lm16WmXK1oI/s320/Hal+6.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375361468160941458" /&gt;&lt;/a&gt;Biaya hidup tak terjangkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mayoritas warga adalah penghuni tidak tetap yang menyewa tempat tinggal di daerah tersebut. Meski beberapa warga sering berpindah-pindah tempat tinggal, sebagian warga merupakan penghuni lama yang telah bertahun-tahun bertahan di kawasan tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Brigitta Rusia Wati (55) adalah salah satu warga yang telah sembilan tahun tinggal di Kampung 'Seribu Satu Malam'. Ibu dari Stefanus Anugraha Rusdiawan (19) dan Rizky Herliana Wati (12) ini dulu sempat bekerja di sebuah pabrik kayu. Ketika mengalami PHK secara masal, ia kemudian mencari nafkah dengan berjualan makanan. Sesekali ia berjualan di depan gereja, tetapi untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, ia berjualan tahu tek di depan rumah. Dengan bermodalkan 50.000 rupiah, ia mendapat keuntungan sekitar 20.000- 30.000 rupiah setiap hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pendapatan yang jauh dari cukup untuk membiayai putra-putrinya mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Wawan, putra pertamanya terpaksa harus putus sekolah ketika akan melanjutkan ke jenjang SMA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Tak punya akta kelahiran, tak bisa sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kesulitan bersekolah bagi anak-anak di Kermil bukan hanya menyangkut persoalan biaya tetapi juga persoalan kelengkapan identitas. Warga yang sebagian besar pendatang seringkali tidak dilengkapi dengan kelengkapan identitas seperti akta kelahiran, akta perkawinan, kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu susunan keluarga (KSK). Mereka mengalami kesulitan secara administratif ketika akan mendaftarkan anak untuk bersekolah karena ketiadaan kelengkapan identitas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ruby Herdelina (32), ibu dari Dessy (4) dan Christinawati (8 bulan) mengatakan akan menitipkan putri pertamanya ke Medan, ke rumah orang tuanya, bila hingga tahun depan tidak ada kepastian anaknya bisa masuk sekolah dasar lantaran tidak ada akta kelahiran. Kesulitan administrasi ini juga dibenarkan oleh sesepuh di CB3 yang enggan ditulis namanya. “Kebanyakan warga kesulitan untuk mendaftarkan anak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;masuk sekolah karena tidak memiliki akta kelahiran. Anak tidak memiliki akta kelahiran karena orangtua tidak memiliki akta perkawinan, KTP, dan KSK. Beberapa warga mengalami kesulitan ketika harus berhubungan dengan birokrasi pemerintahan karena biaya untuk mengurus pembuatan KTP dan KSK tidak sedikit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Permintaan pembuatan akta perkawinan di Gereja pun mengalami kesulitan karena ketiadaan surat baptis dari pihak pasangan dan status perkawinan yang tidak dilakukan di gereja, seperti nikah siri, menyebabkan perkawinan tidak tercatat di kantor catatan sipil,” imbuhnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketua Lingkungan CB3, FX. Sandoyo (52) juga punya keprihatinan akan masalah administrasi kependudukan ini. Baginya, jika masalah legalitas ini belum terpenuhi, sulit bagi warga untuk mengakses hidup yang lebih layak. “Saya berharap gereja atau pihak-pihak lain yang punya perhatian terhadap masalah ini bisa ikut membantu masalah warga urban tanpa identitas ini,” ujar ketua yang gemar blusukan mengunjungi warganya ini. Sandoyo juga prihatin dengan rendahnya minat umat lingkungannya untuk aktif dalam kegiatan lingkungan. “Mungkin juga karena warga Lingkungan sini terlalu sibuk cari uang. Tapi, harus diakui gereja Katolik kurang intensif mendekati umatnya. Dibanding gereja lain kita kalah langkah,” lanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkfG6_JAcI/AAAAAAAAAVA/L3FzU8D-bVQ/s1600-h/Hal+8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkfG6_JAcI/AAAAAAAAAVA/L3FzU8D-bVQ/s320/Hal+8.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375361834017161666" /&gt;&lt;/a&gt;Mahalnya pergi ke gereja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Persoalan tidak berhenti sampai disitu, umat Katolik di lokalisasi Kermil sering mengalami kesulitan ketika ingin beribadah. Lokasi Gereja yang jauh menjadi tak terjangkau karena untuk datang ke Gereja mereka butuh biaya transportasi yang tidak sedikit. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Albertina Wora Deghu (35), ibu dari Yasinta Julita (9) dan Manasye Mardian (4) sering kebingungan ketika putra-putrinya merengek ingin ke gereja lantaran untuk mencapai gereja ia harus naik becak. “Kalau pas tukang becaknya kenal, dikasih 15.000 rupiah masih mau, tetapi kalau tidak kenal, biasanya harus bayar lebih,” tuturnya. Istri dari Hendrikus Ngongo (39), wakil ketua Lingkungan CB3 ini mengungkapkan bahwa pengeluaran itu cukup besar mengingat pendapatan yang dihasilkan dari pekerjaan suaminya sebagai buruh gudang di Margomulyo dan jualan kelontong di rumah tidaklah seberapa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hal serupa juga dialami oleh Brigitta Rusia Wati. Ia akhirnya memilih pergi ke gereja mana saja, yang terdekat, asal bisa beribadah dan menyampaikan kerinduan hatinya kepada Tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;Selalu ada harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Meski dalam keterpurukan sekalipun, selalu ada harapan bagi warga Katolik di CB3. Di akhir perjalanan, Harmoni bertemu dengan Dominikus Darwanto Karwayu (37) dan Reyneldish Taghy (30), pasutri yang merintis perkumpulan Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) di daerah tersebut. Pasutri ini mengungkapkan cukup prihatin dengan keadaan umat di CB3. Beberapa muda-mudi yang ingin menikah mengalami kesulitan karena syarat seperti surat baptis dan status liber sulit untuk di-penuhi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Darwanto berharap agar ada kunjungan dan kegiatan rutin yang diadakan oleh pihak Gereja bagi umat CB3. Darwanto sendiri tidak keberatan apabila kegiatan seperti sekolah minggu, katekumen, kunjungan iman, dan kegiatan lain diadakan di rumahnya, mengingat lokasi Panti Dharma Bakti, (rumah yang sering digunakan untuk kegiatan umat), di Taman Dupak Bandar Rejo letaknya cukup jauh dan sulit dijangkau oleh warga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Sebenarnya di dekat sini ada warga yang lulusan guru. Dia bisa mengajar anak-anak di daerah sini. Tetapi siapa yang membiayai tenaga yang akan ia berikan, itu yang menjadi masalah karena ia juga perlu dibantu. Bila itu bisa dipikirkan oleh pihak Gereja, maka itu bisa cukup membantu,” tuturnya. Untuk administrasi kependudukan, Sesepuh CB3 mengusulkan agar umat yang bekerja di bagian pemerintahan mau membantu umat CB3 dalam memperoleh akta kelahiran, KTP, dan KSK, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan administrasi kependudukan tidak terlalu besar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam rangka meningkatkan pendapatan, umat CB3 dapat dibekali dengan keterampilan dan diberi pinjaman modal usaha sehingga mampu meningkatkan taraf hidupnya sendiri. Harapannya, ketika taraf hidup meningkat, hak hidup layak dapat mereka rasakan. Kompleksitas masalah yang banyak diuraikan di atas memang melekat pada masyarakat urban yang tinggal di kota metropolitan besar. Meski sangat tipikal, labirin masalah itu masih dapat diurai satu-persatu dan diusahakan solusinya secara komprehensif. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lantas, siapakah yang akan berjibaku mengusahakan solusi dan membantu mengangkat martabat mereka? Semoga Tuhan menggunakan tangan Anda untuk meringankan karya keselamatanNya. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-140960746117403498?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/140960746117403498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=140960746117403498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/140960746117403498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/140960746117403498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/selalu-ada-harapan-untuk-hidup-layak.html' title='Selalu Ada Harapan Untuk Hidup Layak'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkelyk_EyI/AAAAAAAAAUw/ghL50GahxeQ/s72-c/Hal+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-6896792650557223272</id><published>2009-08-29T05:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T05:12:40.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Keceriaan di Bawah Beton-beton Jalan Tol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkbIX7lOXI/AAAAAAAAAUo/seOYDX4NMHc/s1600-h/Hal+9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkbIX7lOXI/AAAAAAAAAUo/seOYDX4NMHc/s320/Hal+9.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375357460920220018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Rumah-rumah itu tingginya hanya setengah meter. Mereka yang setiap hari lalu-lalang melewati rumah-rumah itu harus merunduk, membungkuk dan jika perlu merangkak. Rumah-rumah itu beratapkan beton-beton tebal, alas jalan tol yang sibuk. Beton-beton itu tak mungkin runtuh, tapi meski begitu tetap saja terbit kengerian saat melintas di bawahnya. Apa yang dapat Anda bayangkan tentang kehidupan di sana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt;Saat melintas siang itu, tampak dua orang laki-laki sedang merawat ayam jago yang tampaknya dipelihara serius. Entah untuk diternak atau diadu. Bukti keseriusannya ada pada kandang-kandang ayam yang rapi, bersih dan lengkap dengan lampu khususnya. Ada lima kandang yang ditempatkan rapi berjajar di depan rumah. Dua lelaki ini menyambut dengan senyum ramah. Mungkin mereka geli melihat ekspresi kami yang keheranan, “bagaimana mungkin ada kehidupan di bawah jalan tol ini?”&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ayam-ayam itu mendapat rumah yang layak, sementara pemiliknya sendiri harus tinggal dalam rumah rendah, sempit dan pengap. Suara TV dan radio yang memutar musik pop terdengar jelas berbaur dengan lenguh ayam-ayam itu. Saat mengintip ke dalam salah satu rumah, tampak berjejal barang-barang yang ditempatkan sekenanya. Yang paling mencolok adalah ranjang dan TV yang tengah menyala. Di mana dapur dan kamar kecil yang umumnya “satu paket” dengan rumah? Jangan tanyakan itu karena petak rumah itu pun masih disekat untuk kamar orang lain. Bau kotoran ayam merebak di sepanjang jalan setapak itu bercampur dengan bermacam aroma yang muncul dari dalam rumah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Di rumah paling ujung di bawah beton-beton itu, tampak pemandangan yang mencekat. Kakak-beradik sedang bermain kejar-kejaran dengan riang. Mereka tertawa dan berteriak-teriak gembira dengan permainan yang mereka ciptakan sendiri. Sang adik, sembari merangkak berusaha mengejar sang kakak yang berputar-putar mengitari seutas kain yang diikatkan persis pada beton di atasnya. Dilihat dari bentuknya, kain itu sengaja dipasang sebagai tempat tidur ayunan untuk menidurkan bayi. Kilatan blits kamera tidak mengganggu keceriaan kakak-beradik yang orangtuanya entah sedang ada dimana ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Rupanya itulah dunia mereka. Dunia yang sempit dan pengap. Sebidang “pelataran” kecil mereka manfaatkan untuk mereguk tawa dan canda di masa kanak-kanak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Atap rumah dua anak ini adalah alas jalan tol Surabaya-Gempol yang membentang di atas buzem (danau buatan penampung air hujan) Kalianak di Kelurahan Dupak Kecamatan Asemrowo. Buzem itu ditimbun tanah dan dijadikan kampung dadakan oleh penduduk sekitar pada sekitar tahun 1980-an. Kampung itulah yang sekarang kita kenal sebagai lokalisasi Bangun Sari (biasa disebut lokalisasi Kremil). Keberadaan rumah-rumah itu jelas ilegal mengingat peraturan yang melarang mendirikan rumah di bantaran sungai, apalagi di bawah jalan tol. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Dua kakak-beradik itu masih terus bermain sementara pikiran ini menerawang entah kemana. Agak susah membayangkan bagaimana masa depan mereka. Bermacam pertanyaan aneh berkelebatan di kepala. Bagaimana situasi rumah jika malam hari? Bagaimana jika teman-taman sekolah mereka ingin berkunjung ke rumahnya? Atau bagaimana mereka akan menuliskan alamat rumah di buku rapor mereka? Lebih mendasar lagi, bagaimana mereka akan bermain dan belajar, melewati masa kanak-kanak yang (mestinya) indah, di dalam rumah yang tak layak itu? Di mana negara ketika mereka butuh diperhatikan? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Ah, pertanyaan-pertanyaan itu mestinya tak perlu ditanyakan. Bukankah yang mereka butuhkan adalah semakin banyak orang yang tahu kondisi mereka dan kelak menolong mereka? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-6896792650557223272?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/6896792650557223272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=6896792650557223272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6896792650557223272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/6896792650557223272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/keceriaan-di-bawah-beton-beton-jalan.html' title='Keceriaan di Bawah Beton-beton Jalan Tol'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkbIX7lOXI/AAAAAAAAAUo/seOYDX4NMHc/s72-c/Hal+9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-2752238044977999971</id><published>2009-08-29T05:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T05:10:40.775-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sujana'/><title type='text'>Bertekun dan Sukses di Bisnis Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkao_A0QpI/AAAAAAAAAUg/vWAxZ4v3F30/s1600-h/Hal+13.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkao_A0QpI/AAAAAAAAAUg/vWAxZ4v3F30/s320/Hal+13.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375356921655345810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Usaha yang didasari hobi dan kecintaan serta dilakoni dengan ulet dan pantang menyerah, niscaya membuahkan keberhasilan. Jika ditambah dengan sikap profesionalisme dan selalu menghargai orang lain, usaha apapun pasti melejit mencapai puncaknya. Berikut ini contoh keberhasilan dari seorang ibu yang tampak segar di usia yang lebih setengah abad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tjandra Setyawati (58) adalah senior associate director ERA Tjandra, agen properti yang kondang di Surabaya. Selepas SMA, Tjandra ingin kuliah yang cepat rampung dan cepat dapat kerja. Pilihannya jatuh pada Akademi Sekretaris Unika Widya Mandala Surabaya. Ia merampungkan studinya pada 1971 dengan gelar Diploma. Pekerjaan pertamanya adalah sekretaris di sebuah perusahaan kontraktor bangunan selama sepuluh tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di antara tahun-tahun ini, tepatnya 24 September 1974, ia dipersunting oleh Drg. Petrus Susanto (61), teman sekolahnya dulu. Tahun 1981, keluarga Petrus-Tjandra pindah rumah dan bersamaan dengan itu Tjandra memutuskan berhenti bekerja demi mengurusi kedua anaknya. ”Profesi” yang mulia sebagai ibu rumah tangga dilakoninya selama sepuluh tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Niat kembali bekerja muncul setelah anak ketiga lahir. Karena tak ingin sering-sering meninggalkan rumah dan anak-anak, Tjandra berniat mencari pekerjaan yang tidak terikat jam kerja. Tahun 1991, lewat sebuah iklan di koran, Tjandra bergabung dengan agen properti pertama di Surabaya yaitu ERA Jatim. Pilihannya ini selain didasari pengalaman bekerja di kontraktor, juga karena anjuran seseorang yang mengaitkan shionya dengan bidang pekerjaan yang cocok. Sebagai agen, Tjandra mencatat prestasi selama lima tahun berturut-turut sebagai top sales agent (agen dengan transaksi terbanyak).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Baginya, sebagai agen ia wajib mengedepankan pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Pekerjaan yang oleh sebagian masyarakat dipandang sebelah mata dengan sebutan ”makelar” atau ”broker” ini ditekuninya sampai sebuah keputusan besar diambilnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tahun 1997, Tjandra memutuskan keluar dari ERA Jatim dan membeli merk dagang ERA (waralaba) lalu mendirikan ERA Tjandra, miliknya sendiri. Ia percaya, kebutuhan akan rumah adalah kebutuhan utama setiap keluarga. Lagipula, investasi rumah masih sangat menjanjikan dibanding investasi jenis lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Tahun-tahun itu, karena bunga bank sangat tinggi, orang lebih memilih mendepositokan uangnya. Orang agak ragu dengan investasi rumah. Tapi saya yakin dengan pilihan usaha saya dan bertekad ingin sukses,” ujar nenek dua cucu ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dukungan dari suami menguatkan keyakinannya. Pekerjaan Petrus sebagai dokter gigi dan PNS golongan III ditinggalkan guna membantu istri tercinta mengembangkan bisnisnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Perusahaan yang dirintis 12 tahun silam ini berkembang pesat. Di tahun 2002, Tjandra diundang ke Amerika untuk menerima penghargaan ERA Internasional sebagai agen berprestasi. Namanya disandingkan dengan agen-agen dari berbagai negara. Raihan prestasi internasional ini melecut kinerjanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Beberapa tahun kemudian ERA Tjandra mulai melebarkan sayap. Kantor pusat ERA Tjandra di jalan Indragiri berkembang menjadi tiga cabang untuk melayani kebutuhan klien. ERA Tjandra South dibuka di jalan Kendangsari. ERA Tjandra East dibuka komplek ruko Galaxy Mall dan ERA Tjandra West di daerah perumahan Citraland. Juni kemarin, ERA Tjandra meresmikan pengoperasian kantor baru di Seminyak Bali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Saat diminta menceritakan kisah paling berkesan dalam bisnis yang dijalaninya, ibu penggemar senam yoga dan jalan pagi ini mengenang transaksi pertamanya sebagai agen. Karena pembeli tinggal di Tulungagung, Tjandra harus menyetir mobil sendiri dari Surabaya bersama salah seorang anaknya untuk menerima uang muka pembayaran rumah. Sepulangnya ke Surabaya, mendadak sang penjual rumah membatalkan transaksi. Masalah ini membuatnya berurusan dengan polisi karena sang pembeli menuntut ganti rugi. Alih-alih mendapatkan untung, Tjandra malah harus membayar ganti rugi kepada pembeli sebesar uang muka yang diterimanya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pengalaman itu tak menyurutkan semangatnya. “Ibarat bola karet, semakin keras ia dilontarkan ke lantai, maka semakin tinggi pula ia memantul. Setelah kejadian buruk itu, saya terlecut untuk menjadi lebih baik dan semakin yakin akan meraih kesuksesan”. Filosofi itulah yang sekarang selalu ia tanamkan pada para agen di perusahaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ibu dari tiga putra ; Daniel Sunyoto (34), Christopher Sunyoto (30), dan Benedicto Andreas Sunyoto (22) ini mengutamakan pelayanan pada para klien. Tak jarang ia memberi masukan tentang rumah yang akan dipilih oleh klien. ”Kalau klien ingin rumah tinggal, pertama kali selalu saya tanyakan dimana anak-anak mereka bersekolah. Lalu saya berikan pilihan rumah yang dekat dengan sekolah anak-anak mereka. Kalau klien ingin beli rumah untuk investasi, saya berikan pilihan rumah yang kelak harga jualnya tinggi,” ujar direktur yang lemari kerjanya berisi patung salib Kristus dan foto keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sejak awal berdiri ERA Tjandra menghadirkan konsep one stop service (pelayanan menyeluruh) bagi klien yang ingin menjual maupun membeli properti. Untuk penjual, ERA Tjandra mengiklankan properti mereka lewat buletin bulanan gratis berisi katalog lengkap. Untuk pembeli, ERA Tjandra melayani semua kebutuhan pembeli, mulai dari survey rumah sampai ke pengurusan administrasi dan legalitas propertinya. Jika transaksi telah disetujui kedua belah pihak, ERA Tjandra baru mengenakan fee (biaya) pada penjual. ”Semuanya gratis, baik untuk penjual atau pembeli. Dan yang penting, semua puas,” ujar Tjandra. Dengan strategi usaha itu, ERA Tjandra tetap berjaya di tengah krisis keuangan global, di saat agen properti lain gulung tikar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kini, Tjandra sedang menikmati puncak kariernya. Di penghujung perjumpaan, Tjandra menyampaikan mimpinya menyongsong masa tuanya. Ia ingin membangun rumah peristirahatan, tempat bersantai dan menikmati hidup untuk dia dan suaminya beserta seluruh karyawan dan agen-agennya. ”Saya sangat dekat dengan karyawan dan agen-agen. Saya ingin terus berkumpul bersama mereka,” ujar anggota Marriage Encounter (ME) yang kerap membawa masakannya ke kantor untuk dibagikan ke karyawan dan agen-agen ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tjandra juga memberi kiat-kiat bagi keluarga muda yang ingin membeli rumah. Pertama, carilah rumah bisa dijadikan tempat usaha. Keluarga muda umumnya masih fight dan bersemangat dalam bekerja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kedua, bila ingin mencari rumah tinggal, carilah area yang nyaman, utamakan lokasi yang dekat dengan sekolah anak dan juga tempat kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ketiga, gunakan fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah) yang meringankan keluarga muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebuah pelajaran hidup tentang ketekunan yang pantas diteladani. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-2752238044977999971?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/2752238044977999971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=2752238044977999971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2752238044977999971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/2752238044977999971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/bertekun-dan-sukses-di-bisnis-rumah.html' title='Bertekun dan Sukses di Bisnis Rumah'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spkao_A0QpI/AAAAAAAAAUg/vWAxZ4v3F30/s72-c/Hal+13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-7858388774346227157</id><published>2009-08-29T04:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T05:00:25.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Tinggal dan Merintis Usaha Dalam Rumah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkYQj7H5JI/AAAAAAAAAUY/o-PdNtS9oLA/s1600-h/Hal+22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkYQj7H5JI/AAAAAAAAAUY/o-PdNtS9oLA/s320/Hal+22.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375354303043593362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Hidup merantau di Surabaya memang jadi pilihan bagi pasangan Parsaoran Siburian (31) dan Shanta Marito Harianja (28). Sejak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi hingga sekarang, pasangan ini memutuskan untuk tinggal dan menetap di kota besar ini. Jiwa enterpreuner (wirausaha) yang mereka miliki menjadi modal untuk bertahan dan merintis sukses. Sekalipun pernah tujuh tahun bekerja di sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia, Parsaroan yang lulusan ITS ini akhirnya memilih untuk berwirausaha. Ia memilih bidang fotografi . Demikian juga halnya dengan Shanta yang juga menekuni usaha salon untuk keperluan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagi pasangan asal Medan yang menikah tiga tahun lalu di stasi St. Yusup Deli Serdang, Sumatera Utara ini, rumah menjadi tempat yang paling nyaman untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga, di samping juga untuk tempat merintis usaha. Suasana yang tenang juga menjadi faktor penting untuk menciptakan kenyamanan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah menikah, pasangan ini sempat menyewa rumah selama 2 tahun sampai pada akhirnya menempati rumah mereka sekarang di kawasan Kebaraon Surabaya. Dari hasil usaha itu mereka sisihkan sebagian untuk ditabung, dan selebihnya diputar lagi untuk usaha. Bahkan tidak jarang mereka tidak sempat menabung Karena dana yang ada habis untuk keperluan usaha. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jatuh bangun telah mereka rasakan, tetapi keyakinan kuat untuk berhasil menjadi satu dorongan untuk tetap giat dan tekun berusaha. “Meskipun banyak saingan yang terpenting kita harus bekerja dengan baik dan jujur supaya orang tidak kecewa. Dengan begitu orang akan percaya dengan kita, dan rejeki pasti akan datang juga,” ujar Parsaoran. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Untuk masa mendatang, pasangan yang juga warga paroki St. Yusup Karangpilang ini ingin sekali punya ruko yang bisa menjadi tempat tinggal sekaligus usaha. Ini semua mereka yakini dapat tercapai dengan ketekunan dan kerjasama yang baik dalam keluarga. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-7858388774346227157?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/7858388774346227157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=7858388774346227157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7858388774346227157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7858388774346227157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/tinggal-dan-merintis-usaha-dalam-rumah.html' title='Tinggal dan Merintis Usaha Dalam Rumah'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkYQj7H5JI/AAAAAAAAAUY/o-PdNtS9oLA/s72-c/Hal+22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5984565229381087049</id><published>2009-08-29T04:55:00.003-07:00</published><updated>2009-08-29T04:56:23.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Rumah Sebagai Media Untuk Kompromi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkXVvdj4eI/AAAAAAAAAUQ/tgKTKVQ-DuI/s1600-h/Hal+23.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkXVvdj4eI/AAAAAAAAAUQ/tgKTKVQ-DuI/s320/Hal+23.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375353292528542178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Yustinus Hari Suyanto (35) dan Agnes Kristin (35) hanya modal 'nekat' ketika memutuskan untuk menikah. Bukan masalah bagi mereka jika rumah tangga harus dirintis dari nol.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dengan mengandalkan nasihat sang kakak di desa, pasangan yang menikah 11 Januari 1999 ini mulai rajin menabung. Cukup unik caranya, penghasilan Hari dari mengajar di SMAK St. Louis 1 Surabaya dan Kristin yang juga guru di SDK St. Theresia 1 Surabaya ini, mereka sisihkan untuk membeli sapi. Nyata, 1,5 tahun berikutnya mereka mulai mencicil sebuah rumah kecil dari hasil memelihara dan menjual sapi. Berkat ketekunan itupun, alhasil pasangan ini bisa membangun lagi satu rumah yang lebih besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bagi keluarga ini, rumah merupakan satu tempat yang paling nyaman, terlebih dapat melepas penat setelah seharian bekerja. Kepada Harmoni Kristin menjelaskan, “rumah itu seperti surga, kita bisa ber-kumpul dengan anak-anak dan suami, capek jadi hilang”. Keluarga ini menjadikan rumah sebagai tempat yang paling baik, terutama karena bisa melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan di luar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pasangan yang telah dikaruniai dua anak; Mellania Hari Kristanti (10) dan Irene Hari Kristanti (1) menganggap bahwa rumah besar dan mewah belum tentu ideal bagi keluarga. Rumah bersih dan rapi akan lebih memancarkan keindahan karena seluruh anggota keluarga dapat merasa nyaman. “Kalau belum bersih rasanya suasananya (rumah, red) jadi tidak enak, apalagi untuk anak-anak,” demikian Kristin memaparkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ditanya mengenai konsep bangunan, pasutri warga paroki St. Marinus Yohanes Kenjeran ini mengungkapkan bahwa mereka sempat mengalami kendala ketika hendak menentukan letak dan pengaturan ruang karena adanya perbedaan pendapat. Namun, itu tidak menjadi masalah karena sejauh ini sudah terjalin pola komunikasi yang baik, sehingga untuk hal-hal semacam ini kompromi menjadi satu cara untuk menyatukan perbedaan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pada akhirnya, rumah menjadi wadah akan banyaknya proses krompromi untuk berbagai perbedaan yang terjadi di dalamnya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;(*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5984565229381087049?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5984565229381087049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5984565229381087049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5984565229381087049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5984565229381087049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-sebagai-media-untuk-kompromi.html' title='Rumah Sebagai Media Untuk Kompromi'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkXVvdj4eI/AAAAAAAAAUQ/tgKTKVQ-DuI/s72-c/Hal+23.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-316164080896176290</id><published>2009-08-29T04:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T04:52:17.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Rumah Hasil Kebaikan Banyak Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkWW7WNeKI/AAAAAAAAAUI/_t7UGUZkr7U/s1600-h/Hal+24.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkWW7WNeKI/AAAAAAAAAUI/_t7UGUZkr7U/s320/Hal+24.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375352213387180194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Barangsiapa menabur kebaikan juga akan menuai kebaikan. Hal inilah yang dirasakan betul oleh pasangan Alfonsus Tommy Oktavian Basoeki (31 tahun) dan Ririh Wijayanti (30 tahun) ketika akan membeli rumah. Rumah baru mereka adalah hasil kebaikan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bermula dari rasa lelah yang dirasakan saat menempuh perjalanan 30 Km pulang pergi setiap hari dari rumah kontrakan mereka di Sidoarjo ke tempat kerja, pasangan yang menikah 23 Desember 2007 ini memutuskan untuk mencari kontrakan yang lebih dekat dengan tempat kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah mengobservasi banyak tempat, harga sewa kontrakan di kota yang tinggi membuat pasangan ini mulai berpikir untuk beli rumah sendiri. Bagi pasangan yang tinggal di Jalan Kedurus II No. 65 ini, rumah adalah tempat pembentukan diri dari dua latar belakang berbeda untuk melebur menjadi satu identitas. Hal inilah yang membuat pasangan ini kemudian memperhitungkan banyak hal ketika akan membeli sebuah rumah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tidak main-main, sedan kesayangan Tommy, hasil kerja keras dan punya nilai sejarah karena menjadi kendaraan yang mengantar mereka mengikat janji pernikahan, dijual untuk memperoleh uang muka rumah. Sang istri juga terlibat dengan mengajukan pinjaman ke koperasi tempatnya bekerja. Dan ketika dana belum juga mampu digenapi, pinjaman ringan dengan bunga 0% dan dapat dibayar kapan pun dari orang-orang terdekat memberi makna luar biasa bagi terwujudnya mimpi memiliki rumah sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Suasana rumah baru di tengah kampung sangat berbeda dengan kontrakan lama di tengah perumahan. Letaknya yang tepat di depan mushola sempat membuat warga setempat meragukan pasangan ini akan betah tinggal di rumah tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Belum genap empat bulan, rumah mereka sudah sering digunakan untuk kegiatan umat lingkungan. “Rumah ini jadi titik perkenalan dengan banyak orang. Kami jadi aktif berkegiatan, dan punya banyak teman dan saudara setelah menempati rumah ini,” tutur Ririh. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sang suami menyebut rumah mereka sebagai 'rumah tumbuh'. Segala sesuatu di dalamnya, penghuni dan perabotannya, akan terus bertumbuh. Keduanya berharap rumah mereka dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-316164080896176290?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/316164080896176290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=316164080896176290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/316164080896176290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/316164080896176290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-hasil-kebaikan-banyak-orang.html' title='Rumah Hasil Kebaikan Banyak Orang'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkWW7WNeKI/AAAAAAAAAUI/_t7UGUZkr7U/s72-c/Hal+24.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-572281568112002379</id><published>2009-08-29T04:46:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T04:49:16.666-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Berbekal Slip Gaji Kakak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkViU51WXI/AAAAAAAAAUA/JOcUhUCT35k/s1600-h/Hal+25.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkViU51WXI/AAAAAAAAAUA/JOcUhUCT35k/s320/Hal+25.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375351309714413938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Melangkah dalam iman menjadi hal terpenting bagi pasangan Christian Adi Putra (29) dan Santi Sulistyawati (28) dalam menjalani bahtera rumah tangga. Pengalaman beberapa kali pindah rumah dan berulang kali beradaptasi dengan lingkungan baru memotivasi Ayah dari Princessa Heaven Chloe (1) ini untuk memiliki rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pasangan yang menikah pada 3 November 2007 ini berpandangan rumah harus menjadi tempat yang dipenuhi dengan kehangatan sehingga nyaman bagi setiap anggota keluarga. Sebelum menikah, umat Paroki St. Yakobus ini sudah berencana membeli rumah sendiri. Lantaran tidak punya slip gaji, pihak bank sempat tidak menyetujui kredit perumahan yang diajukan oleh Christian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Saat itu, saya baru saja mengundurkan diri dari pekerjaan, lantas merintis usaha sendiri. Karena itu tidak punya slip gaji,” ungkapnya. Berbekal slip gaji kakaknya, ia kembali mengajukan kredit ke pihak bank. Hasilnya ; tetap ditolak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam ketidakpastian tersebut, mereka tetap punya keyakinan. “Saya hanya punya tabungan untuk membayar uang muka rumah tetapi tidak punya slip gaji. Saya percaya bila Tuhan sudah ijinkan saya bertemu istri saya maka Dia pasti juga mengijinkan saya punya rumah,” imbuhnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Keyakinan itu terbukti. Tepat seminggu setelah menikah, pihak bank menyetujui kredit yang diajukan atas nama kakaknya tersebut. Rumah sendiri pun terwujud.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tinggal di rumah sendiri memberi suasana yang berbeda. “Apa yang ingin diperbuat untuk rumah dapat dilakukan, semuanya create by ourself,” tutur pria yang hobi main musik ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rumah mungil bergaya minimalis di Bukit Palma A6-22, Citra Raya ini merupakan perpaduan konsep pasangan yang aktif melakukan pelayanan di Heman Salvation Ministry (HSM) ini. “Bagi pasangan muda, tidak perlu menunggu punya uang banyak dulu untuk beli rumah. Jangan takut untuk melangkah karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” pungkas mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Reza Kartika&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-572281568112002379?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/572281568112002379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=572281568112002379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/572281568112002379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/572281568112002379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/berbekal-slip-gaji-kakak.html' title='Berbekal Slip Gaji Kakak'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkViU51WXI/AAAAAAAAAUA/JOcUhUCT35k/s72-c/Hal+25.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5893398669036899970</id><published>2009-08-29T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T04:46:31.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Rumah Tempat Berbagi Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUtTisLjI/AAAAAAAAAT4/J_oJceJq5KU/s1600-h/Hal+26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUtTisLjI/AAAAAAAAAT4/J_oJceJq5KU/s320/Hal+26.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375350398815841842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Setelah berputar-putar di daerah paroki St Maria Annuntia Sidoarjo, Harmoni akhirnya singgah di sebuah rumah yang di terasnya ditata layaknya butik. Tak heran, sebab ini adalah rumah fashion designer milik pasutri Handy Sutanto dan Albina Kiem Lan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Awalnya mereka hanya mengontrak rumah mungil untuk mereka tinggali berdua. Lan yang punya keahlian menjahit bertekad membantu suami menambah pemasukan keluarga dengan keahliannya. Ibu yang enerjik dan hobi menyanyi ini memberanikan diri berhutang kain pada kenalannya. Kain-kain itu lalu dijual di kota asalnya, Kebumen. Bisnis ini berkembang dan mulai dikenal di Sidoarjo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dua tahun sesudah perkawinan, mereka dikaruniai putra kembar Felix Edwin Sutanto dan Guido Edward Sutanto (23). Ketika berumur satu tahun, keinginan dan doa untuk memiliki rumah sendiri, dijawab oleh Tuhan. “Atasan suami saya menawarkan bantuan untuk mengambil kredit rumah yang boleh kami pilih sendiri lokasi dan tipenya,” tutur Lan dengan mata berkaca-kaca.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pasutri Han-Lan akhirnya memutuskan memilih rumah yang mereka tempati sekarang di kawasan Pucang Indah Sidoarjo. “Rumah ini begitu besar dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh kami,” ujar ibu yang sangat betah di rumah ini.. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di rumah ini bisnis jahit-menjahit berkembang menjadi fashion design hingga mampu menjadi penopang hidup keluarga, bahkan mampu memberikan kesempatan kerja bagi orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sebagai ujud syukur kepada Tuhan, mereka menyediakan sebuah ruangan di samping rumah untuk latihan koor bagi warga paroki St Maria Annuntiata Sidoarjo.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di akhir perbincangan, pasutri yang menikah pada 11 November 1984 dan telah menjalani “kawin perak”, (25 tahun) ini menganggap arti rumah lebih dari sebuah bangunan fisik. Rumah adalah tempat berbagi kasih, tidak hanya terhadap seluruh anggota keluarga, namun juga untuk orang-orang di sekitar mereka. Kasih itu terpancar dalam kebaikan-kebaikan dalam menjalani hidup sehari-hari. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;Yohani Indrawati&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5893398669036899970?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5893398669036899970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5893398669036899970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5893398669036899970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5893398669036899970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-tempat-berbagi-kasih.html' title='Rumah Tempat Berbagi Kasih'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUtTisLjI/AAAAAAAAAT4/J_oJceJq5KU/s72-c/Hal+26.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-9142018637005511407</id><published>2009-08-29T04:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T04:43:32.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><title type='text'>Rumah Produktif Untuk Usaha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUSAa6WoI/AAAAAAAAATw/J94LeoIg25g/s1600-h/Hal+27.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUSAa6WoI/AAAAAAAAATw/J94LeoIg25g/s320/Hal+27.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375349929826474626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Menurut pasutri Stephanus Andri Tjandrakusuma (30) dan Maria Magdalena Novita Arisandy Wibowo (28), rumah sekaligus bisa menjadi tempat untuk usaha. Ini terbukti dengan usaha lem kertas merk “OKE” milik Andri yang berdiri sejak 2003.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;”Perasaan dilindungi, merasa semua sudah tertata, nyaman dan ada orangtua itu merupakan sebagian perasaan sebelum menikah. Setelah menikah lebih merasa mandiri dan perasaan lebih senang karena dulu yang melindungi orangtua, sekarang ada suami,” ujar Novi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ini berbeda dengan Andri, baginya tidak ada perbedaan yang besar karena Andri sudah menempati rumah sendiri pemberian orangtuanya sejak tahun 2003 di jalan Simo Pomahan VIII/62. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Bedanya, sebelum menikah rumah hanya tempat untuk istirahat karena saya sering ngeluyur. Setelah menikah jadi betah di rumah karena ada istri yang menemani,” ujarnya sembari melirik mesra ke istri tercinta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pasutri umat paroki Rfedemptor Mundi ini berharap 5-10 tahun kedepan dapat membeli rumah baru dan rumah yang lama akan difokuskan untuk tempat usaha. Pasutri yang aktif di komunitas Choice ini berangan-angan dikaruniai orang anak. (*) &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Ferdinand Vidiandika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-9142018637005511407?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/9142018637005511407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=9142018637005511407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9142018637005511407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/9142018637005511407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-produktif-untuk-usaha.html' title='Rumah Produktif Untuk Usaha'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkUSAa6WoI/AAAAAAAAATw/J94LeoIg25g/s72-c/Hal+27.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8185368560444673545</id><published>2009-08-29T04:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T04:33:37.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar'/><title type='text'>Rumah Mewah Belum Tentu Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkRgip2OVI/AAAAAAAAATg/ERN8OLlWjE0/s1600-h/Hal+30.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkRgip2OVI/AAAAAAAAATg/ERN8OLlWjE0/s200/Hal+30.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375346880999209298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkR2Hryx1I/AAAAAAAAATo/AMtrSaumJ48/s1600-h/Hal+31.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkR2Hryx1I/AAAAAAAAATo/AMtrSaumJ48/s200/Hal+31.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375347251716736850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Burung-burung mempunyai sarang, serigala mempunyai gua, tetapi anak manusia tak punya tempat untuk membaringkan hatinya. Demikian sepenggal puisi “Laut” karya seniman Santo Yuliman, yang menjadi inspirasi bagi Peter Megantara (35), konsultan desain arsitektur dalam memaknai sebuah rumah. “Manusia di dunia ini punya dimensi ruang, seperti burung yang punya sarang dan serigala yang punya liang. Begitu pula manusia perlu rumah untuk jenak setelah beraktivitas seharian,” ujar ayah dari Ignasius Mahatma Gabriel&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;(2).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Berkesempatan untuk ngobrol intens dengan Harmoni, Peter menjelaskan bahwa bentuk fisik dan isi rumah dapat mencerminkan apa yang menjadi latar belakang (profesi, suku/ras, agama) sekaligus latar depan (harapan dan cita-cita) sebuah keluarga. Maka dalam hal mendesain rumah, seorang arsitek harus mampu menerjemahkan kebutuhan dan keinginan calon penghuni. Jika mungkin, rumah itu harus sangat khas sehingga bila rumah itu akan dijual, maka desain rumah perlu dirombak lagi. “Berbicara tentang rumah adalah berbicara tentang keluarga, tentang manusianya,” tegasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lantas, bagaimana jika dalam satu rumah ada dua keluarga? Bagaimana dengan “keluarga besar” yang tinggal dalam satu rumah? Saat pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kepada Peter, ia menyarankan untuk memulai dari sesuatu yang ideal. Keluarga muda sebaiknya memulai “perjalanannya” dengan tinggal terpisah dari orangtua, kecuali karena alasan tertentu. Faktor kemandirian menjadi alasan utama bagi keluarga muda agar dapat mengusahakan tempat tinggalnya sendiri. Setidaknya mereka memiliki otoritas atas kehidupan keluarganya sendiri, misalnya dalam hal mendidik anak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Kalau tinggal dengan orangtua akan ada kecenderungan untuk mencari bantuan atau penengah ketika menghadapi konflik dalam rumah tangga,” ujar Peter yang masih aktif dalam komunitas orang muda Katolik di Keuskupan Surabaya ini. Baginya, konflik dalam keluarga adalah kesempatan untuk belajar guna membangun tingkat hubungan yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Lebih lanjut Peter menjelaskan, kalau pun keterbatasan dana menjadi penghambat bagi keluarga muda untuk segera mengusahakan tempat tinggalnya sendiri dan masih harus bergabung di rumah orang tua, setidaknya disediakan dapur yang terpisah. “Umumnya masalah muncul dari dapur. Awalnya sepele, tapi lama kelamaan bisa menyulut konflik yang lebih besar,” ujar suami dari Maria Milagrosa (29). Yang dimaksud dengan “dapur” adalah masalah ekonomi rumah tangga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dilihat dari sudut pandang ilmu arsitektur, Peter menjelaskan bahwa sebuah rumah yang dibangun pasti dilandasi oleh filosofi tertentu. Filosofi itu sendiri berakar dari sebuah konsep yang matang tentang makna keluarga. Sebuah keluarga yang hendak membangun sebuah rumah, seharusnya sudah memiliki gambaran kemana konsep keluarga itu diarahkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Konsep itu akan mempengaruhi bentuk dan penataan ruang dari rumah yang akan dibangun. Contoh, konsep tentang cara mendidik anak dapat mempengaruhi penataan ruang tidur anak. “Orangtua yang ingin agar anaknya belajar mandiri, mungkin akan membuatkan kamar tidur yang luas lengkap dengan meja belajar. Ada juga keluarga yang menempatkan meja belajar untuk semua anggota keluarga. Dua pilihan ini sama benarnya, tergantung konsep orangtua. Termasuk juga pilihan menaruh televisi atau kamar mandi pribadi di kamar anak. Semua punya konsekuensi,” ujar arsitek yang sempat mengenyam pendidikan di bangku seminari menengah St. Vincentius A Paulo, Garum ini mencontohkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Konsep itupun dapat berubah seiring berjalannya waktu dan dengan berbagai alasan. Renovasi rumah yang dilakukan berkali-kali dapat menggambarkan dua hal, yaitu terjadinya perubahan konsep keluarga atau justru karena konsep itu sedang dicari. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;“Kita bisa buktikan, sekalipun bentuk bangunan di komplek perumahan nyaris semua sama, lambat laun akan nampak perbedaan antara satu rumah dengan rumah lain yang mencerminkan konsep masing-masing keluarga yang tinggal di dalamnya,” tutur pria yang pernah mengisi rubrik konsultasi rumah “wastu” di halaman Griya di Jawa Pos Minggu selama 3 tahun ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bentuk rumah modern saat ini adalah bukti bahwa konsep tentang keluarga jaman sekarang telah berubah. Peter mencontohkan, dalam budaya Jawa, letak dapur selalu di belakang dan tidak boleh terlihat dari luar. Dapur adalah “wilayah kekuasaan”&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;perempuan pada jaman itu. Semakin modern, dapur tidak lagi harus ada di belakang, bisa menyatu dengan ruang yang lain. Ini berarti ada cara pandang baru terhadap sosok perempuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tentang konsep rumah indah, warga paroki St. Stefanus Tandes Surabaya yang gemar dengan bacaan-bacaan filsafat ini menggambarkan bahwa rumah besar dan mewah belum tentu dapat memancarkan keindahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Berpedoman pada sebuah motto dari St. Thomas Aquinas “Pulchrum Splendor Est Veritatis” (keindahan adalah pancaran akan kebenaran), Peter meyakini bahwa kehidupan keluarga yang harmonis dengan sendirinya akan memancarkan keindahan, sekalipun dengan bentuk rumah yang sederhana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ia menjelaskan, dalam dunia arsitektur, keindahan rumah berikut dengan interiornya bukan ditentukan dari mahalnya material atau bentuk yang neko-neko. Menurutnya, keindahan akan muncul dari rumah yang dibangun dengan 'benar'.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Maka, tugas kita adalah mencari kebenaran, bukan keindahan. Keindahan akan datang sendiri setelah kebenaran ditemukan. Ayat kitab suci dari Injil Matius 6:33, “tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu” menjadi landasan baginya untuk memperkuat pandangan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Motto dan ayat inilah yang pada menjadi pedoman bagi Peter dalam setiap pekerjaannya. Bersikap jujur, tulus dan berusaha melakukan yang terbaik menjadi prinsip hidupnya. Ia percaya bahwa Tuhan akan selalu memberi jalan dan rejeki jika perbuatan-perbuatan yang benar sudah dilakukan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di ujung percakapan, Peter berharap agar setiap keluarga muda mulai merancang sebuah konsep berumahtangga sebelum membeli atau merancang rumah baru. “Agar ada keselarasan antara bentuk rumah dan fungsinya serta interaksi antar pribadi yang tinggal di dalamnya,” ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rumah memang haruslah berdiri di atas pilar kokoh yang disebut kepercayaan dan komitmen bersama. Pasutri yang tinggal di dalam rumah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;beratap cinta dan berdinding keharmonisan niscaya akan menjadi keluarga teladan, seperti Keluarga Nazareth. (*)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Agnes Lyta Isdiana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8185368560444673545?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8185368560444673545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8185368560444673545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8185368560444673545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8185368560444673545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-mewah-belum-tentu-indah.html' title='Rumah Mewah Belum Tentu Indah'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkRgip2OVI/AAAAAAAAATg/ERN8OLlWjE0/s72-c/Hal+30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-8453135252034747999</id><published>2009-08-29T03:55:00.002-07:00</published><updated>2009-08-29T04:00:07.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iman'/><title type='text'>Doa Bapa Kami, Doa Yang Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkKBnUpDgI/AAAAAAAAATY/-xyAns_zcXI/s1600-h/Hal+34.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkKBnUpDgI/AAAAAAAAATY/-xyAns_zcXI/s320/Hal+34.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375338653095104002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-outline-level: 2;vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color: rgb(34, 34, 34);   line-height: 19px; font-family:Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Doa Bapa kami merupakan salah satu warisan yang paling berharga dari Yesus, guru kita. Doa ini mengandung tujuh permohonan yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk memuliakan Tuhan (Mat. 6:9-10) sedangkan bagian kedua untuk kebutuhan kita yang berdoa (Mat. 6:11-13). Doa ini mengandung penyembahan, penyerahan diri, pertobatan dan permohonan sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-outline-level: 2;vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Namun, betapapun indahnya suatu doa, yang terpenting adalah bagaimana kita meresapkannya, sehingga kata-kata yang diucapkan bukan hanya hafalan tetapi sungguh keluar dari hati. Santa Teresa dari Avila memberikan tips yang sangat berharga, “Arahkanlah matamu ke dalam batin dan lihatlah di dalam dirimu. Engkau akan menemukan Tuhanmu”. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-outline-level: 2;vertical-align:baseline"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Baiklah kita menghayati tiap kata dalam doa yang sempurna ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%; Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;, atau “Abba” d&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;alam bahasa Aramaic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;adalah panggilan yang erat seorang anak kepada ayahnya. Setiap kita mengucapkan kata “Bapa”, selayaknya kita mengingat bahwa kita ini telah diangkat oleh Allah Bapa menjadi anak-anak-Nya oleh jasa Kristus Tuhan kita.  Saat kita katakan “Bapa” resapkanlah bahwa kita berada dalam hadirat Allah yang Maha Mulia, namun juga yang Maha Pengasih. Ia yang lebih dahulu rindu kepada kita, sehingga kita diberikan kerinduan untuk berdoa, dan memanggil nama-Nya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bapa Kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Alangkah baiknya, jika dalam mengucapkan doa ini kita membayangkan bahwa kita berada di antara para rasul pada saat pertama kali Yesus mengajarkan doa ini kepada mereka. Bayangkan bahwa kita memandang Kristus yang mengajar kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa kami, karena Kristus tidak hanya mengangkat “saya saja” menjadi saudara angkat-Nya, tetapi juga orang-orang lain yang dipilih-Nya, yaitu anggota-anggota Gereja. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Yang ada di surga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=" line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Kita mempunyai seorang Bapa di surga, yang mengasihi kita sedemikian rupa, sehingga tak menyayangkan Anak-Nya sendiri untuk wafat bagi kita, supaya dosa-dosa kita diampuni dan kita dapat mengambil bagian dalam kehidupan ilahi-Nya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: “Dimuliakanlah nama-Mu, ya Tuhan, dalam keluargaku, pekerjaanku, perkataanku, segala sikapku….; Jadilah Engkau Raja dalam rumahku, pekerjaanku, studiku, dalam pikiran dan perbuatanku.” Ini mengingatkan kita agar kita jangan mencari dan mengejar kemuliaan diri sendiri dalam segala sesuatu, karena segala sesuatu yang ada pada diri kita sesungguhnya adalah milik Tuhan dan harus kita gunakan untuk kemuliaan nama Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan mensyaratkan kerendahan hati. Sering manusia berkeras dalam memohon sesuatu kepada Allah, namun Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk berserah kepada Allah Bapa. “…tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Luk 22:42). &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Berilah kami rejeki pada hari ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Yesus mengingatkan kita bahwa rejeki  dan nafkah kita, “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;our daily bread&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;“, adalah berkat dari Tuhan. “Ingatkanlah aku bahwa semua rejeki yang kuterima adalah semata-mata berkat-Mu, dan bukan milikku sendiri.” Maka kitapun harus teringat pada orang lain, terutama mereka yang berkekurangan, agar merekapun beroleh berkat Tuhan. Santo Agustinus mengkaitkan “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;our daily Bread&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;” dengan Ekaristi. Ini mengingatkan kita agar tidak semata-mata mencari rejeki duniawi, tetapi juga berkat rohani. Berkat rohani yang tertinggi maknanya adalah Ekaristi, saat kita boleh menerima Kristus Sang Roti Hidup. Di sini kita diingatkan oleh para Bapa Gereja untuk memohon kehadiran Yesus, Sang Roti Hidup, di dalam hidup kita setiap hari. Dan jika “setiap hari” ini diucapkan setiap hari, maka artinya adalah selama-lamanya. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%; Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Dikatakan di sini &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="border:none windowtext 1.0pt;mso-border-alt:none windowtext 0cm; padding:0cm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;bukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; “ampunilah kami, seperti kami &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; mengampuni yang bersalah kepada kami.” Artinya, Tuhan akan mengampuni kalau kita terlebih dahulu mengampuni orang lain. Maka mengampuni orang lain sesungguhnya bukan saja demi orang itu, tetapi sebaliknya, demi kebaikan diri kita sendiri: supaya kita-pun diampuni oleh Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;: Pencobaan yang datang pada kita bisa bermacam- macam: ketakutan akan masa depan, sakit penyakit, masalah keluarga, pekerjaan, dan seterusnya. Namun bisa juga merupakan ‘pencobaan rohani’, terutama godaan untuk menjadi sombong, karena merasa telah diberkati dengan aneka karunia dan kebajikan. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Doa Bapa Kami adalah doa yang sempurna yang berasal dari Allah sendiri, dan karenanya marilah kita mengucapkannya dengan kasih yang besar kepada Dia yang telah mengajarkan-Nya kepada kita!&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style=" line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ingrid Listiati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;. Disunting seperlunya dari www.katolisitas.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;vertical-align: baseline"&gt;&lt;span style="line-height:150%;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-family:&amp;quot;;color:#222222;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-8453135252034747999?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/8453135252034747999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=8453135252034747999' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8453135252034747999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/8453135252034747999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/doa-bapa-kami-doa-yang-sempurna.html' title='Doa Bapa Kami, Doa Yang Sempurna'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkKBnUpDgI/AAAAAAAAATY/-xyAns_zcXI/s72-c/Hal+34.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5558457596383905474</id><published>2009-08-29T03:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T03:54:47.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sujana'/><title type='text'>Rumah Yang Layak Untuk Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkIzaFKnYI/AAAAAAAAATQ/LhYo6WDsW9M/s1600-h/Hal+36.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkIzaFKnYI/AAAAAAAAATQ/LhYo6WDsW9M/s320/Hal+36.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375337309510737282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tema edisi bulan ini menghadirkan ulasan tentang rumah atau hunian yang diimpikan keluarga. Rumah maknanya telah bergeser dari hanya sekedar tempat&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;berlindung (house) menjadi tempat bernaung (home).&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Bernaung tidak hanya menyatakan tempat tetapi lebih dari itu adalah situasi yang nyaman dan layak bagi semua orang yang menempatinya. Nyaman untuk melepaskan lelah, beristirahat dan layak bagi pertumbuhan, pekembangan dan kebahagiaan keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;Jadi, tidak mengherankan bila banyak yang menyebutkan Rumahku Istanaku, teristimewa bagi keluarga muda yang mulai menata hidup berkeluarga. Ada yang mempersiapkannya jauh-jauh hari, ada juga yang mengupayakannya setelah menikah. Upaya untuk mempersiapkan “istana” ini pun beragam bagi setiap keluarga.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rumah ideal tentu berbeda bagi setiap keluarga. Rumah yang nyaman dan layak mungkin istilah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;yang pas.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rumah yang layak dari sudut pandang pemukiman dan tata kota disajikan dari hasil wawancara khusus dengan Johan Silas (73) di kantornya, Laboratorium Pemukiman Fakultas Arsitektur ITS .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana perkembangan pemukiman di kota Surabaya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Surabaya penuh dengan pilihan bagi orang yang mau menetap, pilihan yang mungkin tidak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ada di kota lain. Salah satunya adalah Surabaya tetap menjaga keberadaan kampung. Di perkampungan kita memiliki berbagai pilihan berbagai jenis rumah sesuai dengan kebutu- han, dengan segala kemungkinan mulai dari mondok, menyewa bahkan membeli. Jadi tidak meng-herankan bila kampung ada di setiap sudut kota, contoh sering kita lihat adalah setiap kampus dan bahkan mall yang paling mewah sekalipun di sekitarnya selalu ada kampung. Ini menunjukan banyaknya peluang untuk memperoleh tempat tinggal. Selain itu di Surabaya pengadaan rumah yang formal cukup beragam, mulai dari yang perumahan biasa sampai real estate. Baik yang dikem-bangkan pengembang besar, perumnas dan bahkan yang dikembangkan perorangan yang sering kami sebut “real estate-nya pak haji”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;Suami dari Maria Silas ini adalah dedengkot program perbaikan kampung, atau Kampung Improvement Program (KIP). Pria kelahiran Samarinda, 24 Mei 1936 ini sudah sejak 1968 aktif di KIP. KIP adalah program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak 1924. Awalnya fokus pada perbaikan sanitasi dan berkembang pada perbaikan kualitas hidup warga.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;Sebetulnya prospek kepemilikan rumah bagi keluarga muda di Surabaya cukup bagus karena beragamnya pilihan. Jadi tidak perlu buru-buru beli rumah kecuali punyak uang banyak. Segala peluang terbuka bagi keluarga muda untuk memperoleh tem-pat tinggal, entah hanya mengontrak atau menyewa, menyicil atau cash; sederhana atau mewah semuanya tersedia. Bahkan juga men-jawab kebutuhan, apakah karena dekat dengan sekolah, tempat ker-ja dan sebagainya. Dan yang menarik juga adalah kota Surabaya adalah kota yang tumbuh artinya semua orang memiliki peluang untuk maju.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana dengan perencanaan tata kota?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tentu itu kewenangan Pemkot. Namun penataan kota Surabaya banyak melibatkan perguruan tinggi sejak masterplan awal mulai tahun 1965 sampai sekarang. Yang membedakan dengan kota lain, mereka menggunakan konsultan dari luar, Surabaya justru lebih memilih bekerjasama dengan perguruan tinggi lokal. Ini juga yang kemudian menjadi kekhasan Surabaya, karena tata ruang kotanya sangat localize. Dan Surabaya bahkan Provinsi Jawa Timur, mungkin satu-satunya kota dan provinsi yang penataan kotanya ditangani perguruan tinggi lokal sehingga kekhasannya masih terjaga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Apa yang Anda ketahui tentang rencana pengembangan kota Surabaya masa depan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Yang dikerjakan ITS bersama Pemkot sekarang ini adalah rencana pengembangan kota tahun 2005-2015. Tapi dengan disahkannya Undang-Undang no 26 tahun 2007 tentang Tata Ruang, jangka waktu perencanaannya harus dirubah dan diperpan-jang dari tahun 2010-2030. Pemkot akan membuat peraturan daerah (perda) tentang tata kota sesuai UU itu. Kebetulan saya terlibat di dalamnya. Maka kalau perda ini sudah ditetapkan akan ada sosialisasi kepada masyarakat luas dan masyarakat bisa mengakses semua informasi yang dibutuhkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Umat Paroki St Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya ini baru saja merampungkan program rehabilitasi pemukiman pascabencana di Aceh dan Nias Selatan. Pekerjaan yang dimulai sejak sehari setelah bencana tsunami (Desember 2004) ini baru kelar Juni kemarin. “Selama 4,5 tahun saya bolak-balik Aceh-Surabaya demi menyelesai-kan program ini,” ujar pria yang masih tampak sehat dan cemerlang dalam pemikiran ini. Sejak terlibat program di Aceh, komitmennya pada masalah pemukiman dan tata ruang kota yang manusiawi, kian menguat.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Terkait rencana itu, bagaimana peta pengembangannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Surabaya masih bisa berkembang ke semua penjuru. Tapi, yang diprioritaskan adalah barat dan timur. Kenapa tidak selatan, karena berbatasan dengan Sidoarjo dan Gresik. Juga tidak ke utara karena sudah dibatasi laut. Sekarang semua pengembang cenderung ke barat dan timur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Tapi pengembangan Surabaya tidak terlalu kaku dan tidak mengistimewakan kawasan tertentu. Singkatnya,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Surabaya masih cukup ideal bagi warga dan masih bisa berkembang luas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Guru besar ini mengaku mengagumi dan terinspirasi sosok Yosef, ayah Yesus. Baginya Yosef adalah pribadi yang sederhana, cinta damai dan tidak suka pujian. “Namanya disebut sedikit sekali dalam Injil. Setelah reformasi gereja Katolik, barulah sosok Yosef mendapat penghargaan yang sepantasnya,” terangnya. Johan Silas percaya, iman Katolik mendapat ujian yang sesungguhnya di tengah masyarakat dalam karya dan kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Saat ditanya tentang konsep doa, pria yang gemar blusukan di kampung-kampung Surabaya ini menyebut doa ibarat air. “Tidak ada kewajiban orang minum air putih, tapi tidak ada seorangpun manusia yang tidak butuh air putih. Setiap kita minum air putih juga tidak langsung terasa manfaatnya, tapi kita tidak bisa hidup tanpa air putih. Begitu juga dengan doa pribadi,” tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Profesor yang masih aktif menulis dan menjadi pembicara di berbagai seminar&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;ini paling tidak suka saat ditanya hal-hal pribadi semacam nama anak dan keluarganya. “Apa relevansinya untuk wawancara kita. Mari kita fokus ke topik saja,” demikian dia menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Tentang arah pengembangan kota seperti digambarkan kayaknya sudah cukup jelas tertata. Tentang pemukiman, Menurut Prof, seperti apakah pemukiman yang ideal?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ada dua kriteria, dan mungkin istilahnya bukan ideal karena ideal relative berbeda bagi setiap orang. Istilah yang pas menurut saya perumahan yang layak. Pertama, kriteria rumah atau bangunan. Rumah layak pertama adalah, minimum luas rumah untuk satu penghuni adalah 10 meter persegi. Jadi kalau ada lima orang penghuni berarti 50 meter persegi. Rumah layak kedua, tersedianya sanitasi dan air bersih. Layak ketiga, struktur bangunannya harus kokoh supaya kalau ada goncangan atau bencana tetap aman. Layak keempat, dijamin status kepemilikannya harus jelas. Dan tentang kejelasan status kepemilikan di Surabaya sudah ada peraturan tentang ijin kelayakan bangunan dan ini kaitannya dengan sertifikat kepemilikan bangunan yang selama ini terlupakan karena kita hanya memiliki surat kepemilikan tanah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kriteria kelayakan kedua adalah layak kawasan. Ada beberapa kriteria perumahan layak kawasan, yaitu, pertama, tersedianya jalan atau aksesibilitas. Kedua, tersedianya fasilitas sosial (sekolah, tempat ibadah, rumah sakit). Ketiga, layak ekonomi dan lingkungan, misalnya harus tersedia pasar, dan juga ke-leluasaan melakukan aktifitas ekonomi. Keempat, alamnya bagus yaitu adanya pembagian ruang terbuka dan untuk bangunan. Prosentase yang biasa adalah 30% ruang terbuka hijau dan 70 % bangunan. Kelima, tidak ada ancaman&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bencana alam seperti banjir, gempa, tanah longsor dan sebagainya. Kalau ini sudah terpenuhi maka dapat dikatakan bahwa perumahan itu layak. Dan ini juga sedang dirumusan dalam undang-undang perumahan yang baru, semoga bisa diselesaikan sehingga kita bisa menata perumahan dan pemukiman yang layak dan kita menjadi negara yang “normal”. (*)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yulianus Andre Yuris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5558457596383905474?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5558457596383905474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5558457596383905474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5558457596383905474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5558457596383905474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/rumah-yang-layak-untuk-keluarga.html' title='Rumah Yang Layak Untuk Keluarga'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpkIzaFKnYI/AAAAAAAAATQ/LhYo6WDsW9M/s72-c/Hal+36.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-5711671730286710683</id><published>2009-08-29T03:01:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T03:14:50.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jeda'/><title type='text'>Teror</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spj_SofA13I/AAAAAAAAATI/2_UA-1GnCpU/s1600-h/Hal+40.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spj_SofA13I/AAAAAAAAATI/2_UA-1GnCpU/s320/Hal+40.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375326850836911986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt; text-align:center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Modernisasi yang menjadi anak kandung abad 21 membagi manusia menjadi tiga jenis. Jenis pertama menjalani, menikmati dan menuai keuntungan dari remeh-temeh produk barang dan jasa. Orang-orang di golongan ini tidak hanya modern dalam tingkah-polahnya, tapi juga dalam pikirannya. Mereka lahir dan tumbuh besar dalam “cuaca dan atmosfer” yang dalam modernisasi kita kenal dalam istilah rasionalisme (logis dan dapat dicerna indera), efektivitas (cepat-tepat-ringkas), individualis (tentang aku dan kelompokku) dan hedonis (memburu kenikmatan ragawi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Jenis kedua adalah mereka yang gagap, minder dan takluk pada modernisasi. Orang-orang di jenis kedua ini sesekali kritis pada modernisasi tapi tak kuasa menahan gempurannya. Mereka melakoni dengan pasrah hidup secara modern dalam masyarakat yang (sejatinya) masih primitif. Acapkali golongan ini merindukan nilai-nilai hidup yang lebih otentik, oriental dan orisinil demi kesempurnaan hidupnya. Tapi, apa daya, “cuaca dan atmosfer” itu begitu kuat berhembus menelusup sumsum tulang dan memperlambat peredaran darah. Tubuh, jiwa dan pikiran tak bebas bergerak meski kehendak begitu kuatnya. Anda dapat menduga, saya ada di golongan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Jenis ketiga ada di pinggiran dan terlempar daripadanya. Modernisasi adalah “dunia lain” menurut golongan ini. Sesungguhnya mereka telah menjadi korban&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Tidak ada satu golonganpun yang layak dianggap bersalah atau lebih unggul daripada yang lainnya. Tiap golongan memiliki “cacat jaman” yang kelak akan di&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Khusus untuk golongan ketiga, ada yang spesial. Mereka percaya, modernisasi lahir dari belahan barat dunia. Dari Eropa dan Amerika, gampangnya. Kehadirannya merenggut dan menghancurkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang lahir dari sisi timur dunia (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;east wisdom&lt;/i&gt;). Mereka serta-merta menolak dan berniat membendungnya dengan apa saja yang mungkin. Jika dianggap perlu, mereka hendak meluluh-lantakan modernisasi agar kehidupan kembali pada kesucian dan kemurnian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Modernisasi bukan soal agama. Sialnya, golongan ini melakukan simplifikasi yang ceroboh. Mereka meredusir masalah ini sedemikian piciknya hingga tampak seolah-olah seperti perjuangan agama tertentu melawan agama yang lain. Mereka dengan telak telah salah mengartikan modernisasi seperti imperialisme agama modern terhadap agama tradisional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Maka, mereka melakukan teror bom.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Mereka bunuh diri sembari membunuh orang lain yang tak berdosa demi sebuah pesan pada dunia, “kami ada dan rela mati untuk menolak Barat”. Kesucian dan kemurnian hidup harus dipertahankan, meski dengan kematian diri dan orang lain. Begitu pikir mereka. Lucunya, tak ada satupun manusia normal yang simpati dengan perjuangan mereka, kecuali kelompok mereka sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Lantas, apakah modernisasi akan terusik oleh teror-teror itu? Jelas tidak. Modernisasi adalah jaman yang bergerak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Apakah teror-teror itu akan membuat kita takut dan mengubah cara pandang kita tentang kehidupan? Lebih baik jangan. Jika pesan itu sudah salah sejak awal, maka caranya pun juga salah. Jika kita takut, lalu diam dan mengundurkan diri sebagai agen kebaikan, kita ada dalam kendali para pelaku teror itu. Saya sungguh berharap, Anda tidak salah mengartikan teror sebagai masalah agama. Agama hanya kedok bagi mereka yang menjadi korban modernisasi beserta seluruh turunannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;Maka kita seharusnya bisa jadi golongan keempat dalam himpitan modernisasi, yakni mereka yang teguh mempertahankan nilai-nilai hidup yang luhur sembari menikmati modernisasi sebagai “cuaca dan atmosfer” yang tak sekalipun dapat mengganggu hidup keseharian kita.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;margin-bottom: 0.0001pt; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-5711671730286710683?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/5711671730286710683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=5711671730286710683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5711671730286710683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/5711671730286710683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/teror.html' title='Teror'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/Spj_SofA13I/AAAAAAAAATI/2_UA-1GnCpU/s72-c/Hal+40.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-7934329068283901165</id><published>2009-08-28T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T08:04:06.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'>Televisi, teknologi bermata dua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpfxFakDq_I/AAAAAAAAATA/BAQ1UBKWelo/s1600-h/Hal+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpfxFakDq_I/AAAAAAAAATA/BAQ1UBKWelo/s320/Hal+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375029755622173682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pembaca yang budiman, televisi –seperti teknologi yang lain– adalah pisau bermata dua. Televisi dapat menjadi sumber informasi, pendidikan dan hiburan. Tapi televisi sekaligus juga dapat menjadi “racun” bagi pikiran dan batin kita. Ia dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi, sekaligus melemahkan produktivitas dan membentuk alam bawah sadar kita. Persis seperti pisau, ia dapat meringankan pekerjaan kita, tapi juga bisa melukai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ada baiknya kita tidak terlalu banyak berharap pada pihak pengelola stasiun televisi. Tentu faktor bisnis dan perputaran modal masih menjadi pertimbangan utama saat harus menentukan program acara yang akan ditayangkan. Di Indonesia, stasiun televisi masih menjalankan bussines as usual. Kepentingan, kebutuhan dan hak pemirsa masih tergeletak di prioritas terendah. Kita dibanjiri tayangan 24 jam dan seleksi paling ampuh ada di tangan kita kita sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kami yakin Anda sudah mawas pada bahaya laten tayangan televisi yang tidak mendidik. Untuk itu, edisi ini hendak membagikan cerita tentang keluarga-keluarga yang meraup manfaat dari televisi. Juga tentang lembaga bentukan negara dan lembaga swadaya masyarakat yang mendedikasikan karyanya untuk masyarakat dengan terus mengkampanyekan gerakan menonton sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Di rubrik Jendela kami menampilkan profil gereja yang menjadi cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya. Juga hadir artikel tentang memahami perasaan anak yang sedang beranjak dewasa dan baru berkenalan dengan emosi dan perasaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Semoga menginspirasi. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Demi Semakin Besarnya Kemuliaan Allah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Yudhit Ciphardian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3821479325414207930-7934329068283901165?l=harmonimajalah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/feeds/7934329068283901165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3821479325414207930&amp;postID=7934329068283901165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7934329068283901165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3821479325414207930/posts/default/7934329068283901165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harmonimajalah.blogspot.com/2009/08/televisi-teknologi-bermata-dua.html' title='Televisi, teknologi bermata dua'/><author><name>Redaksi Harmoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06469571355013287603</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpfxFakDq_I/AAAAAAAAATA/BAQ1UBKWelo/s72-c/Hal+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3821479325414207930.post-2264281893488892937</id><published>2009-08-28T07:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T07:48:46.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jendela'/><title type='text'>Televisi Menghibur Sampai ”Mati”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpftYholnfI/AAAAAAAAASg/PH-1Rw4z8aw/s1600-h/Hal+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6HPkEaE8sN8/SpftYholnfI/AAAAAAAAASg/PH-1Rw4z8aw/s320/Hal+3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375025685891227122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Oleh ERIYANTI&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;PAUL Johnson, jurnalis yang juga ahli sejarah Amerika menyebutkan, ada tujuh dosa (seven deadly sins) dari kebebasan dunia televisi, yaitu distorsi informasi, dramatisasi fakta palsu, mengganggu privasi, pembunuhan karakter, eksploitasi seks, meracuni benak pikiran anak-anak, dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;SALAH satu adegan sinetron berbau mistik yang ditayangkan sebuah televisi swasta. Sinetron berbau agama dan mistik, cenderung hanya menakut-nakuti tentang surga dan neraka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Sementara itu, laporan Unesco menyebutkan, 27% remaja yang dihukum karena tindak kejahatan, terdorong melakukan aksinya setelah menonton aksi serupa dalam televisi. Sedangkan laporan di AS menyebutkan, di antara kejahatan anak-anak yang telah dihukum oleh pengadilan, sebanyak 10% anak laki-laki dan 25 % anak perempuan mengakui, mereka tertarik melakukan tindakan kejahatan akibat tayangan film yang mereka saksikan di televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Hasil riset Globescan &amp;amp; We Media Global Forum tentang kepercayaan masyarakat terhadap jurnalistik dibandingkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menyebutkan, di Nigeria mencapai 88% versus 43%, di Indonesia 86% versus 71%, di India 82% versus 66%. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Survei lain menyatakan, 49% penjahat yang tertangkap membawa senjata api ilegal, 28% yang melakukan pencurian, 21% yang melarikan diri dari jerat hukum, dan 25% perempuan yang menjadi pekerja seks komersial, semuanya mengaku mendapat inspirasi dari film-film yang mereka tonton dari televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apa saja content (isi) yang disuguhkan televisi swasta yang notabene sudah merangsek semua ruang kehidupan? Seberapa jauh tayangan tersebut memengaruhi pola perilaku masyarakat? Padahal literasi sebagian masyarakat Indonesia juga masih sangat rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;HASIL pemantauan BTW (BTW)terhadap tayangan acara yang disuguhkan sepuluh TV swasta dan satu TV nasional seperti yang tertuang dalam buku Laporan Ringkas BTW menyebutkan, beberapa materi berita keras (hard news) yang disampaikan cenderung masih memihak dan tidak netral. Ditemukan pula sejumlah tayangan tanpa sensor dengan visualisasi yang dapat mengakibatkan traumatik bila tayangan tersebut ditonton anak-anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Sedangkan untuk berita-berita yang bersifat ringan (soft news) ditemukan banyak pelangaran kode etik, seperti tidak layak tayang, vulgar, korban kejahatan yang tidak disensor, pengambilan gambar korban secara close up, reka ulang tindak kejahatan yang tidak etis (seperti reka ulang kasus perkosaan), dan nama pelaku kejahatan tidak disamarkan. Padahal, pelaku belum ditetapkan sebagai terdakwa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Isi berita juga cenderung makin sadis. Sedangkan jam tayang tidak proporsional (pagi hari) dan segmennya tidak jelas. Akibatnya, memberi inspirasi modus operandi baru untuk tindak kriminal, karena umumnya berita yang disampaikan adalah usaha penangkapan. Tetapi tidak disertai informasi pemberlakuan tindakan hukum perundang-undangan yang semestinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Hasil pemantauan terhadap tayangan acara infotaintment menyebutkan, tayangan infotaintment melenceng dari kebutuhan memberikan informasi menjadi memberikan asumsi yang ambigu dan membingungkan. Bukan kebenaran yang disampaikan, tetapi lebih pada pembenaran. Objektivitas juga diragukan, karena terlalu dibuat-buat dan didramatisasi. Tidak ada pemisahan antara profesi dan privasi. Mengangkat hal-hal pribadi ke ruang publik. Tidak ada pencantuman segmentasi batasan umur. Padahal jumlah jam tayang sangat banyak dan disaksikan semua umur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Hasil pemantauan tadi dilakukan 100 relawan BTW yang terbagi dalam tiga bidang pemantauan, yaitu bidang pendidikan, bidang informasi, dan bidang hiburan. Ketiga bidang ini melakukan uji coba pemantauan terhadap acara-acara yang ditayangkan sepuluh televisi swasta (TransTV, TV7, GlobalTV, Lativi, RCTI, SCTV, Indosiar, MetroTV, ANTV, TPI) dan satu televisi nasional (TVRI). Acara-acara yang dipantau terbagi ke dalam 11 genre, yaitu berita (news), dokumenter, film (meliputi sinetron, seri, dan lepas), kuis, reality show, talk show, musik &amp;amp; tari, olah raga, iklan (meliputi iklan produk, iklan layanan masyarakat, iklan acara/thriller), pengetahuan agama, dan puspa ragam (variety show). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Pemantauan dilakukan dengan menggunakan format pedoman penilaian tayangan televisi. Pedoman ini dibuat 28 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, mulai dari beragam dasar pendidikan, usia, status ekonomi, sosial, sampai pekerjaan. Aspek penilaian meliputi isi, bahasa, gambar, jam tayang, dan usia. Untuk memperoleh nilai hasil pemantauan tersebut diberikan predikat tidak layak tonton (TLT) dengan pembobotan mencapai skor 1, hati-hati (H2) skor 2, dan layak tonton (LT) skor 3. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Uji coba pemantauan dilakukan selama sepekan dari tanggal 4 hingga 10 Mei 2006. Namun, karena keterbatasan waktu, setiap bidang pemantau tidak dapat memantau semua tayangan acara yang ada. Bidang pendidikan memantau enam materi acara, bidang informasi memantau 27 materi acara, dan bidang hiburan memantau 67 acara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Bidang pendidikan memantau tiga tayangan umum dan tiga tayangan agama. Bidang informasi memantau berita (enam tayangan acara), kriminal (enam tayangan acara), dokumenter (11 tayangan acara), dan talkshow (enam tayangan acara). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Bidang hiburan memantau film kartun (sembilan tayangan acara), film lepas (empat tayangan acara), telenovela (empat tayangan acara), sinetron (18 tayangan acara), reality show (delapan tayangan acara), dan variety show (24 tayangan acara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Hasil pemantauan tersebut menyatakan, kategori bidang pendidikan berjumlah enam (6 %) dari total 100 (100 %) yang terdiri atas lima aspek penilaian, yaitu isi, bahasa, gambar, jam tayang, dan usia, menghasilkan predikat 100 % layak tonton. Kategori bidang informasi berjumlah 27 (27 %) dari total 100 (100 %) dengan lima aspek penilaian yang sama menghasilkan predikat layak tonton adalah 95 (13 %), hati-hati adalah 14 (7,5 %), dan tidak layak tonton adalah 19 (6,5 %). Kategori bidang hiburan berjumlah 67 (67 %) dari total 100 (100 %), dengan lima aspek penilaian yang sama menghasilkan predikat layak tonton adalah 100 (20 %), hati-hati adalah 114 (22,4 %), dan tidak layak tonton adalah 121 (24,6 %).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Hasil pemantauan bidang hiburan menyebutkan, tayangan film dan sinetron sebagian besar kering dari pesan moral, ”menawarkan” kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), seks bebas di kalangan remaja dengan jam tayang yang tidak sesuai dan kostum yang tidak mendidik. Sinetron berbau agama dan mistik, cenderung hanya menakut-nakuti tentang surga dan neraka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Khusus untuk pemantauan acara musik dan lagu, sebagian besar lebih menonjolkan goyang dan bentuk tubuh daripada kemahiran olah vokal. Yang lebih parah terjadi pada acara-acara lawak, pada umumnya tayangan lawak mengangkat topik dan cerita-cerita yang berbau seks (pelecehan seks) dan menjadikan perempuan sebagai objek lawakan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;BERKACA dari hasil pemantauan tersebut, acara-acara televisi di Indonesia, menurut catatan BTW, tidak mengajak masyarakat untuk berpikir dan menambah wawasan pengetahuan, tetapi lebih mengajak masyarakat untuk menghibur diri. Atau seperti disampaikan George Orwell &amp;amp; Neil Postman, ”Menghibur Diri Sampai Mati”. Padahal, televisi seharusnya memiliki tiga fungsi sosial, yaitu sebagai pengawas sosial, korelasi sosial, dan sosialisasi. Sebagai pengawas sosial, merujuk pada upaya penyebarluasan informasi dan interpretasi yang objektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam dan luar lingkungan sosial dengan tujuan kontrol sosial agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Dalam kapasitas korelasi sosial, merujuk pada upaya pemberian interpretasi dan informasi yang menghubungkan satu kelompok sosial dengan kelompok sosial lainnya atau antara satu pandangan dengan pandangan yang lainnya agar tercapai konsensus. Sedangkan dalam kapasitas sosialisasi, merujuk pada upaya pewarisan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi yang lainnya atau dari kelompok ke kelompok yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Namun, televisi di Indonesia belum seperti itu! &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Televisi di Indonesia lebih menggiring pemirsa kepada ”penjara” hiburan. Bukan dengan paksaan tetapi atas kemauan sendiri. Kondisi seperti itu tentu saja sangat berbahaya mengingat televisi juga menjadi ”guru” dalam mengubah perilaku seseorang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Cukup beralasan, jika BTW mengeluarkan rekomendasi untuk ”menyelamatkan” masyarakt dari ”sihir” televisi semacam itu. Rekomendasi tersebut adalah, membentuk lembaga pemantau di daerah-daerah lain di Indonesia, sehingga semangat BTW untuk merepresentasikan suara masyarakat terhadap televisi dapat terbangun. Selain itu, posisi tawar masyarakat sebagai mitra potensial terhadap tayangan TV akan tetap dibutuhkan bukan saja untuk rating tetapi juga untuk ”pencerdasan” pada pengelola televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Rekomendasi lainnya adalah, membuat paket pedoman menonton tayangan televisi dalam bentuk tertulis maupun visual untuk disosialisasikan dan diimplementasikan ke seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, juga direkomendasikan kampanye menonton tayangan televisi yang sehat dan cerdas. Sehingga televisi menjadi representasi nurani dan mata hati bagi silent majority yang masih dominan di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt;BTW juga mendorong optimalisasi fungsi dan peranan TVRI selaku televisi publik. Dengan program acara yang memberi edukasi pada publik dalam kemasan edutainment dan technotainment agar TVRI sebagai stasiun televisi nasional menjadi pilihan utama masyarakat dalam menonton tayangan televisi.***&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-la
