Kumpul Setiap Natal, Lebaran dan Imlek

Jalan menuju jenjang pernikahan bagi pasangan Harmoni kita kali ini tidaklah mudah untuk ditempuh. Sejak awal Siprianus Yudhi Handoko (46) dan Andrea Pricillia Ima Herawati (52) harus menghadapi tantangan dari pihak keluarga yang kurang menyetujui hubungan keduanya karena perbedaan yang ada. Keinginan orang tua agar anaknya mendapatkan jodoh yang berlatar belakang sama, bertolak belakang dengan niat mereka yang terbiasa berkecimpung di lingkungan madani. Dukungan justru mereka dapatkan dari rekan-rekan Mudika dan umat Lingkungan.

Di tengah pertentangan dengan orangtua, mereka memasrahkan diri pada Tuhan. Pasangan yang telah dikaruniai Vincensia Clairine Dione Hanantan (16) dan Fidelis Abee Hanantan (14) ini tak henti-hentinya berdevosi melalui doa Novena dan Rosario (kebiasaan yang berlanjut hingga sekarang).

Hasilnya, setelah 4 tahun pacaran dan berkonsultasi dengan romo pendamping, pasangan Tionghoa-Jawa ini memutuskan untuk menikah. Mereka dituntut untuk menjadi keluarga yang benar-benar mandiri, sebab dengan cara inilah mereka dapat membuktikan kepada keluarga besar bahwa perbedaan itu sama sekali tidak mengendurkan tanggung jawab yang mereka emban setelah menerima Sakramen pernikahan kudus.

Kehadiran dua orang anak bagi umat paroki Salib Suci Tropodo ini menjadi berkat yang luar biasa. Kehadiran anak mampu mencairkan konflik yang dialami orangtua. Setelah anak-anak beranjak besar, masing-masing keluarga pasutri ini telah mampu menerima keberadaan mereka, bahkan memberikan kasih sayang yang berlimpah kepada anak-anak mereka.

Bahkan setelah itu, mereka mempunyai tradisi mudik yang baru; saat Natal, mereka berkunjung ke Malang (kediaman keluarga Yudhi), sebaliknya saat Lebaran dan Imlek, mereka sekeluarga berkumpul di Bojonegoro (kediaman orangtua Ima).

Pasangan yang telah membina rumah tangga sejak silam ini berpendapat bahwa sebagai orang Katolik, dimanapun kita berada, hendaknya kita mengembangkan sikap tenggang rasa dan membangun keakraban dengan orang-orang sekitar, sebab hal ini adalah wujud dari iman kita. Demikian pula mereka mengajarkan kepada putra-putri mereka untuk membina hubungan baik dengan semua orang walaupun berbeda latar belakangnya.(*)

Yohani Indrawati

Tidak ada komentar:

Kirim email


Nama
Alamat email
Subject
Pesan
Image Verification
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Klik Dapat Dollar

Menjadi member Paid To Click

Klik Dapat Dollar