Gaya Hidup dan Kesuburan

Banyak pilihan gaya hidup berpotensi mengurangi kesuburan manusia. Banyak studi penelitian telah menyebut alkohol, rokok, kafein, penggunaan narkotika, olahraga berlebihan dan pekerjaan tertentu sebagai faktor-faktor gaya hidup yang mungkin berpengaruh pada ketidaksuburan. Berat badan juga memiliki pengaruh yang besar pada kesuburan.

ALKOHOL

Konsumsi alkohol sudah meluas dan dipercaya meningkat di banyak negara di dunia. Penelitian pada binatang menunjukkan bahwa alkohol dapat mengurangi produksi hormon dan menghambat pembuahan.

Apakah alkohol juga memiliki pengaruh yang sama pada manusia? Konsumsi alkohol yang banyak dan sering dapat berpengaruh pada gangguan menstruasi dan meningkatkan persentase sperma yang abnormal. Wanita hamil dengan konsumsi alkohol yang berlebihan mempunyai tingkat kejadian aborsi spontan, kerusakan plasenta, kelahiran sebelum waktunya, dan mati saat kelahiran.

Jawaban atas pertanyaan apakah konsumsi jumlah alkohol yang sedang memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi masih kurang jelas. Tapi ada kemungkinan, pola reproduksi sehat akan berkurang seiring dengan meningkatnya konsumsi alkohol, bahkan bagi wanita yang minum kurang dari lima minuman alkohol tiap minggunya.

Bagi pasangan yang mencoba untuk mengalami kehamilan atau bagi wanita hamil, disarankan untuk menghindari tingkat konsumsi alkohol yang banyak dan terus-menerus. Pasangan-pasangan yang memiliki tingkat konsumsi alkohol yang tinggi yang mencoba untuk melakukan reproduksi bantuan akan disarankan untuk mengambil konseling dahulu sebelum menjalani perawatan.

MEROKOK

World Health Organization (WHO) memperkirakan sepertiga dari populasi dunia yang berusia di atas 15 tahun merokok, walaupun diketahui bahwa komposisi rokok dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan umum. Merokok juga dapat berpengaruh buruk pada kesehatan reproduksi. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa merokok dapat memiliki efek buruk pada kesuburan pria dan wanita. Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa merokok dapat mengurangi jumlah sperma dalam ejakulasi dan menyebabkan kerusakan DNA dalam mengembangkan sel sperma.

Dalam satu penelitian, perokok dilaporkan mengalami pengurangan jumlah sperma sekitar 13-17% jika dibandingkan dengan orang bukan perokok.

KAFEIN

Studi-studi penelitian telah banyak dilakukan untuk memastikan apakah konsumsi kopi berhubungan dengan ketidaksuburan. Tapi hasil-hasilnya bertentangan dan sulit untuk dipahami.

Sebuah penelitian menemukan bahwa sedikitnya satu cangkir kopi tiap hari sudah cukup untuk memperlama waktu yang dibutuhkan untuk hamil. Studi lain terhadap hampir 3000 orang wanita menemukan bahwa konsumsi kopi tidak berhubungan dengan ketidaksuburan. Studi-studi lain menunjukkan bahwa 2-3 cangkir kopi tiap hari berhubungan dengan peningkatan resiko keguguran ketika awal kehamilan.

OBAT-OBATAN REKREASI

Penggunaan obat-obatan untuk rekreasi seperti kokain dan marijuana dapat menyebabkan masalah kesuburan. Kokain mengurangi jumlah sperma dan mempengaruhi kualitas pergerakan sperma yang rendah. Penggunaan kokain oleh pria juga dikaitkan dengan perkembangan abnormal bagi anak yang dilahirkan.

Penggunaan kokain oleh wanita dihubungkan dengan ketidaksuburan karena ketidaknormalan pada rahim.

Studi terhadap binatang menunjukkan bahwa penggunaan marijuana dapat menghentikan pembuahan dengan efek racun pada telur yang berkembang.

OLAHRAGA BERLEBIHAN

Olahraga yang tepat penting untuk menjaga berat badan dan tingkat kebugaran yang diinginkan. Namun olahraga yang berlebihan dapat mengarah pada pengurangan kesuburan baik bagi pria dan wanita.

Bagi pria, olahraga yang berlebihan berhubungan dengan pengurangan produsi sperma. Bagi wanita, intensitas olahraga yang terlalu tinggi dapat mengarah pada penghentian ovulasi.

Perlu dicatat bahwa untuk menyebabkan pengurangan kesuburan maka harus olahraga berat. 

Bagaimana olahraga dapat mempengaruhi kesuburan masih belum jelas. Apakah karena olahraga fisik itu sendiri, atau pengurangan energi yang terjadi ketika penggunaan energi (olahraga) lebih besar daripada persediaan (makanan)?.

Tapi, gangguan reproduksi yang terjadi karena olahraga berlebihan biasanya dapat diatasi dengan membuat penyesuaian pada jenis dan jumlah olahraga yang dilakukan.

RESIKO PEKERJAAN

Ide bahwa pekerjaan tertentu mungkin membuat pekerja memiliki resiko gangguan reproduksi bukanlah suatu hal yang baru. Pada 1860 seorang ilmuwan Prancis mencatat bahwa para istri dari pekerja tambang timah cenderung tidak hamil, dan jika memang hamil maka kemungkinan besar akan gugur. Efek paparan timah pada kesehatan umum sekarang telah terdokumentasi dengan baik dan diketahui mengurangi produksi sperma manusia maupun binatang.

Sumber pekerjaan lain yang dapat mengurangi kualitas sperma adalah yang berhubungan dengan panas, pestisida, dan hidrokarbon.

Sebuah studi menyebut pekerjaan yang beresiko yang meliputi pekerja transportasi, pekerja industri pembangunan, mekanik motor, petani dan penambang.

Wanita juga memiliki resiko tinggi terhadap ketidaksuburan dari ekspos pekerjaan. Debu kimia, pelarut organik yang mudah terbakar dan pestisida menyebabkan resiko ketidaksuburan yang lebih tinggi. (*)

dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Kirim email


Nama
Alamat email
Subject
Pesan
Image Verification
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]

Klik Dapat Dollar

Menjadi member Paid To Click

Klik Dapat Dollar